{"id":6486,"date":"2020-07-28T23:28:59","date_gmt":"2020-07-28T16:28:59","guid":{"rendered":"https:\/\/gayasehatku.com\/?p=6486"},"modified":"2020-12-14T12:41:07","modified_gmt":"2020-12-14T05:41:07","slug":"pilihan-olahraga-untuk-mengatasi-kifosis-punggung-bungkuk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gayasehatku.com\/pilihan-olahraga-untuk-mengatasi-kifosis-punggung-bungkuk\/","title":{"rendered":"Pilihan Olahraga untuk Mengatasi Kifosis"},"content":{"rendered":"

Penulis: Lely | Editor: Handa<\/p>\n

Kifosis merupakan kelengkungan tulang belakang yang menyebabkan punggung menekuk atau melengkung. Gangguan tulang belakang ini umumnya memengaruhi tulang belakang dada dan terkadang tulang belakang leher. Kifosis dapat menyebabkan nyeri punggung, kelelahan otot, dan kekakuan pada sisi spektrum yang ringan.<\/p>\n

Pada kasus yang parah, kifosis dapat menyebabkan nyeri dada dan membuat sesak napas. Kondisi ini dapat dialami oleh orang dengan usia berapapun dan paling sering terjadi pada wanita yang lebih tua.<\/p>\n

Penyebab Kifosis<\/h3>\n

Kifosis yang berkaitan dengan usia seringkali disebabkan oleh melemahnya tulang belakang hingga menekan atau retak. Jenis kifosis lain dapat muncul pada bayi atau remaja karena malformasi tulang belakang. Berikut ini penyebab potensial lain dari kifosis termasuk:<\/p>\n

1. Patah Tulang<\/h3>\n

Tulang punggung yang patah atau hancur (fraktur kompresi) dapat menyebabkan lengkungan tulang belakang. Fraktur kompresi ringan sering tidak menghasilkan tanda atau gejala yang terlihat jelas.<\/p>\n

2. Osteoporosis<\/h3>\n

Osteoporosis dapat menyebabkan kelengkungan tulang belakang, terutama jika tulang belakang yang lemah mengakibatkan patah tulang. Osteoporosis paling sering terjadi pada wanita lebih tua dan orang yang telah menggunakan kortikosteroid (obat yang mengandung hormon steroid) dalam jangka waktu lama.<\/p>\n

3. Disk Degenerasi<\/em><\/h3>\n

Disk degenerasi<\/em> merupakan keusangan pada cakram tulang belakang yang terjadi secara bertahap. Seiring bertambahnya usia, cakram-cakram ini mengering dan menyusut. Kondisi ini dapat memperburuk kondisi kifosis.<\/p>\n

4. Penyakit Scheuermann<\/em><\/h3>\n

Penyakit scheuermann<\/em> adalah kelainan struktur pada tulang belakang disebut juga kifosis scheuermann. Penyakit ini biasanya dimulai selama masa pertumbuhan sebelum masa pubertas. Anak laki-laki lebih sering terkena daripada anak perempuan.<\/p>\n

Selain beberapa penyebab yang telah disebutkan di atas, faktor lain seperti kanker, perawatan kanker (kemoterapi dan perawatan kanker radiasi), cacat lahir (kondisi tulang belakang yang tidak berkembang dengan baik ketika masih janin), dan sindrom tertentu (seperti sindrom Ehlers-Danlos dan sindrom Marfan) juga dapat menyebabkan kifosis.<\/p>\n

Baca Juga :\u00a0<\/strong>11 Makanan untuk Memperkuat Sendi dan Tulang<\/a><\/p>\n

Pilihan Olahraga untuk Kifosis<\/h3>\n

Seorang ahli fisioterapi dapat merekomendasikan latihan dan peregangan untuk memperkuat otot punggung dan perut, seperti:<\/p>\n

1. Memutar Lutut Sambil Berbaring<\/h3>\n

Untuk melakukan gerakan ini, berbaringlah di lantai dengan kedua lutut ditekuk dan kaki rata di lantai. Kemudian gerakkan lutut secara perlahan ke satu sisi kanan atau kiri sampai bagian belakang terasa tegang. Ulangi setidaknya lima kali di setiap sisi.<\/p>\n

2. Menekuk Panggul<\/h3>\n

Mungkin Anda bertanya-tanya bagaimana cara menekuk panggul. Perlu diketahui bahwa gerakan ini dapat menimbulkan rasa nyeri jika tidak dilakukan dengan tepat.<\/p>\n

Agar tidak berdampak pada tulang Anda, berikut gerakan-gerakan yang perlu diperhatikan:<\/p>\n