Waspadai Paronikia, Infeksi Kulit di Sekitar Kuku

Waspadai Paronikia, Infeksi Kulit di Sekitar Kuku

Penulis: Umi Fatimah

Paronikia adalah infeksi pada kulit di sekitar kuku tangan dan kaki. Kondisi ini paling sering disebabkan oleh bakteri yang disebut Staphylococcus aureus. Meski begitu paronikia juga bisa terjadi akibat infeksi jamur kuku, yang disebut onikomikosis. Infeksi bakteri dan jamur bahkan bisa terjadi secara bersamaan.

Tergantung pada penyebab infeksinya, paronikia dapat muncul secara perlahan dan berlangsung selama berminggu-minggu atau muncul secara tiba-tiba dan hanya berlangsung selama satu atau dua hari.

Gejala paronikia mudah dikenali dan biasanya dapat diobati dengan mudah dan berhasil dengan sedikit atau tanpa kerusakan pada kulit dan kuku. Namun, infeksi bisa menjadi parah dan bahkan mengakibatkan hilangnya sebagian atau seluruh kuku jika tidak diobati.

Baca Juga: Waspadai 10 Penyakit Kuku yang Tidak Boleh Daibaikan!

Jenis Paronikia

Ada dua jenis paronikia yang dapat berkembang di sekitar jari tangan atau kuku kaki. Kedua jenis ini diklasifikasikan berdasarkan lamanya infeksi kulit berlangsung.

1. Paronikia akut

Dalam kasus paronikia akut, gejala paronikia akut muncul selama beberapa jam atau beberapa hari. Infeksi biasanya hanya terjadi pada lipatan kuku dan tidak meluas hingga ke dalam jari tangan atau kaki. Gejala hilang dengan pengobatan dan berlangsung kurang dari enam minggu.

Biasanya paronikia akut disebabkan oleh bakteri staphylococcus aureus. Namun, kuman dari jamur (seperti Candida) juga dapat menyebabkan kondisi tersebut.

2. Paronikia kronis

Infeksi paronikia kronis berkembang lebih lambat dibandingkan paronikia akut, dan biasanya berlangsung enam minggu atau lebih. Dalam kasus seperti ini, beberapa jari tangan atau kaki bisa terinfeksi sekaligus dan terinfeksi bakteri dan jamur secara bersamaan.

Gejala Paronikia

Gejala paronikia biasanya berkembang selama beberapa jam atau hari. Terkadang gejalanya membutuhkan waktu lebih lama untuk berkembang. Gejala muncul pada pertemuan kuku dengan kulit (lipatan kuku dan kutikula), bahkan sisi kuku juga bisa terkena.

Adapun gejala paronikia meliputi:

  • Bengkak dan nyeri di sekitar kuku.
  • Kulit yang merah dan hangat saat disentuh.
  • Nanah yang menumpuk di bawah kulit.

Jika kondisi ini tidak diobati, kuku dapat mulai tumbuh secara tidak normal dan memiliki tonjolan atau gelombang. Kuku juga bisa terlihat kuning atau hijau, kering, rapuh, hingga terlepas dari dasar kuku.

Penyebab Paronikia

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, paronikia paling umum disebabkan oleh infeksi Staph . Bakteri Staphylococcus aureus inilah yang menyebabkan infeksi Staph. Meski begitu, bakteri lain (seperti Streptococcus pyogenes ) juga dapat menyebabkan paronikia. Bakteri-bakteri ini dapat masuk ke kulit melalui:

  • Luka, kulit patah, atau kuku gantung
  • Kuku yang tumbuh ke dalam (kondisi ini paling sering terjadi pada kuku kaki yang tumbuh ke dalam)
  • Iritasi dari air atau bahan kimia.
  • Trauma pada area dasar kuku atau kutikula (lapisan kulit yang berada tepat di pangkal kuku.). Trauma dapat terjadi akibat kecelakaan, menggigit kuku, atau seringnya manikur dan pedikur
  • Beberapa obat juga dapat menyebabkan paronikia. Beberapa obat ini termasuk retinoid, obat antikanker, obat HIV, dan beberapa antibiotik.

Pengobatan Paronikia

Penanganan paronikia akan bergantung pada seberapa parah infeksinya dan apakah infeksi sudah mulai menyebar.

Apabila kondisi paronikia masih ringan, Anda bisa mencoba pengobatan di rumah. Caranya, rendam area yang terinfeksi dalam air hangat selama kurang lebih 15 menit beberapa kali sehari.

Setelah itu, pastikan untuk mengeringkan area tersebut secara menyeluruh. Merendam kutikula dan dasar kuku membantu mengeluarkan nanah dari bawah kulit.

Namun, Jika gejala tidak membaik setelah satu atau dua hari melakukan pengobatan rumahan, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Anda mungkin memerlukan penanganan medis, seperti antibiotik, untuk mengobati infeksi.

Pastikan untuk mengikuti instruksi dokter dan menghabiskan seluruh obat antibiotik yang diresepkan agar infeksi tidak kembali kambuh.

Untuk kasus paronikia jamur, dokter akan meresepkan krim antijamur, atau obat oral (diminum).

Jika nanah menumpuk di sekitar dasar kuku dan tidak keluar dengan sendirinya, dokter akan mengeluarkan nanah tersebut dengan membuat sayatan kecil agar nanah dapat mengalir keluar.

Pencegahan Paronikia

Ada beberapa langkah pencegahan agar Anda terhindar dari paronikia atau infeksi kuku, antara lain:

  • Hindari menggigit kuku atau kulit di sekitar kuku. Jangan mengorek kutikula, terutama saat menggunting kuku.
  • Berhati-hatilah untuk tidak memotong kuku Anda terlalu pendek. Saat menggunting kutikula, hindari memotong terlalu dekat dengan lipatan kuku.
  • Jaga kebersihan dengan mencuci tangan dan menjaga kebersihan kuku. Gunakan sabun lembut yang tidak mengiritasi kulit Anda.
  • Gunakan losion pada lipatan kuku dan kutikula jika kulit Anda kering. Kekeringan yang berlebihan dapat menyebabkan kulit pecah-pecah.
  • Kenakan sarung tangan tahan air jika Anda bekerja dengan bahan kimia atau tangan Anda akan basah dalam waktu lama.

Kapan Harus ke Dokter?

Meski paronikia biasanya tidak menimbulkan masalah kesehatan yang serius, terkadang komplikasi bisa terjadi. Dalam kasus yang jarang terjadi, paronikia dapat menyebabkan kerusakan permanen pada kuku Anda.

Bahkan jika Anda menderita diabetes, terdapat risiko paronikia dapat menyebar ke jaringan dan tulang yang lebih dalam, atau ke aliran darah dan bagian tubuh lainnya. Dalam kasus infeksi yang parah, paronikia dapat menyebabkan hilangnya jari tangan, kaki, atau anggota badan.

Jadi, segera periksakan diri ke dokter jika:

  • Pengobatan tidak meredakan gejala
  • Tubuh demam atau menggigil
  • Muncul garis-garis ruam merah di kulit, mulai dari area yang terinfeksi hingga ke tubuh (misalnya, ke atas kaki dari jari kaki, atau ke atas tangan atau pergelangan tangan dari jari tangan)
  • Mengalami nyeri sendi atau nyeri otot.

Baca Juga: Penyebab dan Gejala Jamur Kuku yang Perlu Anda Ketahui

 

Sumber

Cleveland Clinic. Nail Infection (Paronychia). my.clevelandclinic.org

Healthline. Paronychia. healthline.com

Medline Plus. Paronychia. medlineplus.gov

News Medical. Paronychia Types and Causes. news-medical.net

Verywell Health. Nail Infection (Paronychia): Everything You Need to Know. verywellhealth.com