Waspadai Infeksi Bakteri Penyebab Pes atau Sampar

Waspadai Infeksi Bakteri Penyebab Pes atau Sampar

Penulis: Lely | Editor: Ratna

Pes atau sampar merupakan wabah penyakit serius yang disebabkan oleh yersinia pestis, bakteri yang hidup pada hewan pengerat seperti tikus serta kutu yang hidup di tubuhnya. Bakteri ini ditularkan ke manusia yang digigit oleh kutu yang menggigit hewan pengerat yang terinfeksi atau oleh manusia yang menangani hewan yang terinfeksi.

Pes dikenal dengan wabah hitam selama abad pertengahan, wabah ini sangat mematikan jika tidak segera diobati dengan antibiotik. Risiko orang terkena wabah pes paling tinggi adalah di daerah dengan sanitasi yang buruk, kepadatan penduduk, dan populasi hewan pengerat yang tinggi.

Baca Juga: Gentamicin untuk Mengobati Infeksi Bakteri dan Efek Sampingnya

Jenis dan Gejala

Wabah pes atau sampar sendiri terdiri dari tiga jenis, antara lain:

1. Bubonic plague

Penyakit pes adalah bentuk wabah paling umum yang umumnya terjangkit ketika hewan pengerat atau kutu yang terinfeksi menggigit Anda. Dalam kasus yang sangat jarang terjadi, Anda bisa tertular bakteri Y. pestis dari alat atau barang yang bersentuhan dengan orang yang terinfeksi.

Pes menginfeksi sistem limfatik yang merupakan bagian dari sistem kekebalan, kondisi ini menyebabkan peradangan pada kelenjar getah bening. Jika tidak diobati, dapat berpindah ke dalam darah yang dapat menyebabkan septikemia atau pneumonia.

Gejala penyakit pes umumnya muncul dalam 2 hingga enak hari setelah terinfeksi, seperti:

  • Demam dan menggigil
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Lemah dan lemas
  • Kejang

Beberapa penderita mungkin juga mengalami pembengkakan kelenjar getah bening yang menyakitkan. Hal tersebut biasanya muncul pada selangkangan, ketiak, leher, atau tempat gigitan serangga.

2. Pneumonic plague

Wabah pneumonia terjadi ketika bakteri menyebar sampai ke paru-paru dan menginfeksinya, bentuk penyakit pes yang paling mematikan. Ketika seseorang dengan wabah pneumonia batuk, bakteri dari paru-parunya akan keluar ke udara dan orang lain yang menghirup udara tersebut otomatis akan tertular. Wabah pneumonia adalah satu-satunya bentuk wabah pes yang dapat ditularkan dari orang ke orang lain.

Wabah pneumonia muncul satu hari setelah terpapar bakteri. Gejala-gejala tersebut meliputi:

  • Batuk
  • Kesulitan bernapas
  • Nyeri dada
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Kelemahan
  • Dahak berdarah
  • Detak jantung cepat

3. Septicemic plague

Kondisi ini terjadi ketika bakteri mulai masuk ke dalam aliran darah secara langsung dan berkembang biak. Seseorang yang menderita wabah septikemia dapat menyebabkan jaringan kulit menghitam karena sel kulit yang sekarat. Wabah ini bisa jadi akibat penyakit pes atau sampar dan pneumonia yang tidak diobati.

Gejala wabah septikemia dimulai dalam 2 hingga 7 hari setelah terpapar, tetapi wabah ini dapat menyebabkan kematian bahkan sebelum gejala muncul. Gejalanya bisa meliputi:

  • Sakit perut
  • Diare
  • Mual dan muntah
  • Demam
  • Kelemahan estrim
  • Perdarahan, karena darah mungkin tidak bisa menggumpal.
  • Syok
  • Kulit menghitam, terutama di jari tangan, jari kaki, dan hidung.

Penyebab Pes

Saat ini risiko terkena wabah pes sangat rendah. Di seluruh dunia, hanya beberapa ribu orang yang terserang penyakit pes setiap tahun. Namun, risiko Anda terjangkit wabah tersebut dapat meningkat tergantung pada area tempat tinggal Anda. Berikut beberapa faktor penyebab pes, antara lain:

Area tempat tinggal

Pes sering terjadi di daerah yang penuh sesak, memiliki sanitasi yang buruk, dan populasi hewan pengerat yang tinggi. Jumlah infeksi pes terbesar pada manusia terjadi di Afrika, terutama di kepulauan Madagaskar.

Pekerjaan

Dokter hewan dan asistennya memiliki risiko lebih tinggi karena bersentuhan dengan hewan peliharaan yang mungkin telah terinfeksi oleh bakteri Y. pestis. Selain itu, orang yang bekerja di daerah dimana hewan yang terinfeksi wabah juga berisiko lebih tinggi terjangkit pes.

Hobi

Jika Anda mempunyai hobi camping atau mendaki di area tempat tinggal hewan yang terjangkit bakteri pes juga dapat meningkatkan risiko Anda tergigit kutu yang terinfeksi dan menjadi penyebab pes.

Pencegahan

Sampai saat ini belum ada vaksin untuk wabah pes yang efektif. Umumnya antibiotik dapat membantu mencegah infeksi jika Anda telah terpapar penyakit pes. Lakukan tindakan pencegahan berikut jika Anda tinggal di daerah dimana wabah tengah terjadi:

  • Hancurkan area potensial hewan pengerat untuk bersarang, seperti tumpukan batu, kayu bakar, dan sampah. Jangan menaruh makanan di area yang mudah diakses hewan pengerat.
  • Dengan menjaga kebersihan hewan peliharaan Anda, agar terbebas dari kutu.
  • Memakai sarung tangan saat menangani hewan yang berpotensi terinfeksi, dengan mengenakan sarung tangan Anda dapat mencegah kontak antara kulit Anda dan bakteri berbahaya.
  • Gunakan obat nyamuk, karena bakteri Y. pestis dapat menyebar melalui gigitan nyamuk yang sebelum telah menggigit hewan pengerat yang terinfeksi.

Baca Juga: Waspadai Infeksi Bakteri Escherichia Coli (E. Coli) Pada Pencernaan

Sumber

Healthline. (2018). The Plague. www.healthline.com

Mayo Clinic. (2021). Plague. www.mayoclinic.org

Medical News Today. (2020). What to know about plague. www.medicalnewstoday.com

MSD MANUAL. (2020). Plague and Other Yersinia Infections. www.msdmanuals.com