Waspadai Efek Samping Obat Diet

Waspadai Efek Samping Obat Diet

Penulis: Emy | Editor: Atsa

Efek samping obat penurun berat badan dapat berbeda-beda tergantung pada jenis obat yang Anda konsumsi dan cara kerja obat tersebut. Beberapa obat dapat menyebabkan insomnia, peningkatan tekanan darah, detak jantung cepat, kegelisahan, dan ketergantungan obat, sering buang gas, dan tinja lunak. Pil diet yang memengaruhi neurotransmitter di otak untuk menurunkan nafsu makan, sebagian juga memiliki efek samping seperti sakit kepala, mual dan muntah, sembelit, mulut kering, dan pusing.

Apakah Anda memang membutuhkan obat diet untuk menurunkan berat badan? Berikut tujuh alasan mengapa bahaya obat diet jauh lebih besar daripada manfaatnya:

1. Tidak ada jaminan sukses diet

Banyak sekali obat pelangsing yang dijual bebas secara online. Bahan-bahan yang berbahaya juga banyak ditemukan. Bisa jadi berat badan turun dengan cepat, namun bisa naik dengan lebih cepat jika berhenti dan ada efek samping berbahaya lainnya.

Obat penurun berat badan juga ada yang aman digunakan jangka pendek, namun memerlukan diet rendah kalori dan olahraga rutin untuk hasil terbaik. Anda mungkin melihat penurunan berat badan beberapa kilo dengan penggunaan obat diet. Namun, penting untuk diketahui bahwa kebanyakan orang akan menaikan berat badannya kembali setelah berhenti menggunakan obat penurun berat badan, kecuali jika diet dan olahraga dilanjutkan. 

2. Meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke

Bahan utama dalam banyak obat diet yang dijual bebas adalah stimulan yang terbukti meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Seringkali stimulan ini adalah obat dengan resep yang telah dilarang dari pasaran.

3. Anda bisa menjadi kecanduan obat diet

Pil diet sering kali mengandung amfetamin, obat anti cemas, dan anti depresan. Tidak hanya campuran ini yang berbahaya, tetapi obat-obatan ini juga sangat adiktif.

Baca Juga: 10 Kesalahan Diet yang Harus Dihindari

4. Banyak efek samping yang bisa terjadi bersamaan

Beberapa pil diet mengandung penghambat lemak yang menurunkan penyerapan nutrisi dan menyebabkan sakit perut. Efek samping lain yang dilaporkan dari pil diet termasuk sembelit, sakit kepala, pusing, tremor, dan insomnia.

5. Tidak benar-benar efektif

Banyak pil diet hanyalah kombinasi kafein dan diuretik (obat untuk menghilangkan penumpukan air melalui urin). Awalnya ini akan membuat Anda senang karena skala timbangan menunjukan penurunan, tetapi yang menurun bukanlah lemak tubuh, tapi berat air, dan berat air tersebut akan mudah kembali. Selain itu, kehilangan air yang ekstrim karena pil diet dapat menyebabkan dehidrasi yang berbahaya.

6. Tidak merubah pola hidup 

Penurunan berat badan jangka panjang membutuhkan perubahan dalam pola makan yang lebih sehat dan olahraga. Meminum pil diet sebagai metode perbaikan cepat tidak mendorong Anda untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana makanan dan olahraga memengaruhi berat badan Anda. Anda cenderung tidak memeriksa label makanan, tidak memperhatikan kalori dan nutrisi dari asupan makanan Anda, dan jarang olahraga.

Baca Juga: Diet Cepat atau Diet Sehat

 

Sumber

Everyday Health. 2017. The Risky Side of Weight-Loss Drugs: Disrupting Heart Rhythm. www.everydayhealth.com

Futures Recovery Healthcare. 2018. Harmful Effects of Diet Pills and Supplements. www.futuresrecoveryhealthcare.com

WebMD. 2020. Prescription Weight Loss Drugs. www.webmd.com

Drugs.com. 2019. Side Effects of Weight Loss Drugs (Diet Pills). www.drugs.com