Ketahui 9 Faktor Penyebab Tumor Otak

Ketahui 9 Faktor Penyebab Tumor Otak

Penulis: Opie | Editor: Handa

Tumor otak merupakan penyakit yang timbul akibat tumbuhnya jaringan tidak normal di dalam atau di sekitar otak. Sel-sel tidak normal tersebut tumbuh tidak wajar dan tidak terkendali. Tumor otak ada yang bersifat ganas maupun jinak.

Munculnya tumor di otak bisa berasal dari jaringan otak itu sendiri (tumor otak primer), atau berasal dari organ tubuh lain yang menyebar ke otak (tumor otak sekunder). Ada berbagai macam faktor yang menyebabkan penyakit tumor otak, di antaranya:

1. Paparan Radiasi

Faktor risiko lingkungan yang paling dikenal dapat menyebabkan tumor otak adalah paparan radiasi. Selain itu, seseorang yang pernah melakukan pengobatan radiasi di kepala juga berisiko lebih tinggi mengidap tumor otak.

Misalnya, paparan radiasi untuk mengobati kanker lain, seperti leukimia saat masih kanak-kanak.Umumnya, tumor otak akan berkembang sekitar 10-15 tahun setelah terapi radiasi. Walau begitu, terkadang resiko ini tidak muncul sampai beberapa dekade.

2. Usia

Tumor otak lebih sering terjadi pada anak-anak dan lansia. Dilansir dari Cancer Research UK, risiko tumor otak paling besar terjadi pada orang dewasayang berusia antara 85 dan 89 tahun. Meskipun begitu, orang-orang dari segala usia juga memiliki resiko terkena tumor otak kapanpun.

3. Jenis Kelamin

Secara umum, pria lebih mungkin terkena tumor otak daripada wanita. Meskipun begitu, beberapa jenis tumor otak tertentu, seperti meningioma, lebih sering terjadi pada wanita.

4. Paparan Zat Kimia

Paparan zat kimia, seperti pelarut, pestisida, produk minyak, karet, atau vinil klorida (bahan kimia yang digunakan untuk memproduksi plastik) dapat meningkatkan risiko terkena tumor otak. Meskipun belum ada bukti ilmiah yang mendukung pernyataan ini, tidak ada salahnya jika Anda berhati-hati terhadap paparan zat tersebut.

Baca Juga : Mengenal Penyebab dan Gejala Kanker Otak Glioblastoma

5. Faktor Genetik

Sekitar 5 persen tumor otak dapat dikaitkan dengan faktor genetik seseorang. Beberapa keadaan-keadaan genetik tersebut adalah sebagai berikut:

  • Sindrom Li-Fraumeni. Seseorang dengan kondisi ini berisiko lebih tinggi untuk mengalami glioma, kanker payudara, sarkoma jaringan lunak, leukemia, kanker kelenjar adrenal, dan jenis kanker tertentu lainnya. Keadaan  Ini disebabkan oleh perubahan gen TP53.
  • Neurofibromatosis Tipe 1 (NF1). Sindrom ini merupakan sindrom yang paling umum dikaitkan dengan tumor otak atau sumsum tulang belakang. Seseorang dengan kondisi ini memiliki risiko schwannoma, meningioma, dan jenis glioma tertentu yang lebih tinggi, serta neurofibromas (tumor jinak saraf perifer).
  • Neurofibromatosis Tipe 2 (NF2). Kondisi ini lebih jarang terjadi jika dibandingkan dengan NF1. Keadaan ini dikaitkan dengan schwannomas vestibular (neuroma akustik), yang hampir selalu terjadi di kedua sisi kepala. Selain itu, kondisi ini juga dikaitkan dengan peningkatan risiko meningioma atau ependymoma sumsum tulang belakang.
  • Sklerosis tuberosa. Kondisi ini disebabkan oleh perubahan gen TSC1 atau TSC2.  Orang tua dengan gen sklerosis tuberosa dapat memiliki anak dengan penyakit yang lebih ringan atau berat.
  • Sindrom Turcot (sindrom poliposis-tumor otak). Keadaan ini digambarkan dengan munculnya banyak polip usus besar. Kondisi ini meningkatkan risiko kanker kolorektal dan jenis tumor otak lainnya.
  • Penyakit von Hippel-Lindau. Orang dengan kondisi ini cenderung mengembangkan tumor jinak atau kanker di berbagai bagian tubuh, termasuk hemangioblastoma (tumor pembuluh darah jinak) di otak, sumsum tulang belakang, atau retina, serta tumor pada telinga bagian dalam, ginjal, kelenjar adrenal, dan pankreas.

6. Infeksi Virus

Infeksi virus Epstein-Barr (EBV) diketahui meningkatkan risiko limfoma sistem saraf pusat (SSP), yaitu kanker sel darah putih yang terletak pada otak atau urat saraf tulang belakang. Namun, EBV lebih dikenal sebagai virus yang menyebabkan mononukleosis atau demam kelenjar. Selain EBV, virus cytomegalovirus (CMV) juga telah ditemukan di beberapa jaringan tumor otak.

7. Sistem Imun yang Lemah

Seseorang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah memiliki risiko lebih tinggi terkena limfoma sistem saraf pusat (SSP). Hal ini juga terjadi pada pengidap AIDS atau seseorang yang telah menjalani transplantasi organ.

Selain itu, sistem kekebalan  tubuh yang melemah dapat bersifat bawaan (terjadi saat lahir) atau disebabkan oleh pengobatan untuk jenis kanker lain.

Baca Juga : 5 Cara Meningkatkan Imun Tubuh

8. Obesitas

Kelebihan berat badan atau obesitas meningkatkan risiko beberapa jenis kanker, termasuk jenis tumor otak yang disebut meningioma. Sekitar 2 dari 100 tumor otak yang didiagnosis di Inggris setiap tahun disebabkan oleh kelebihan berat badan atau obesitas.

Oleh sebab itu, jika Anda memiliki berat badan lebih, mulailah untuk memiliki pola hidup sehat, seperti olahraga secara rutin dan mengonsumsi makanan sehat (seperti buah dan sayuran). Selain itu, hindari makanan dan minuman yang dapat meningkatkan berat badan bertambah, seperti makanan atau minuman yang manis, serta makanan yang berlemak.

9. Senyawa N-nitroso

Senyawa diet N-nitroso dapat meningkatkan risiko tumor otak di masa kanak-kanak dan dewasa. Senyawa N-nitroso sendiri terbentuk di dalam tubuh dari nitrit atau nitrat yang ditemukan dalam beberapa daging yang diawetkan, asap rokok, atau kosmetik.

Baca Juga : Kenali Perbedaan dan Persamaan Tumor, Miom dan Kista

Sumber


American Cancer Society. 2020. Risk Factors for Brain and Spinal Cord Tumors.www.cancer.org 
Cancer.Net.2019.Brain Tumor: Risk Factors.www.cancer.net 
Cancer Research UK.Risks and causes of brain tumours.www.cancerresearchuk.org 
Ostrom QT, Adel Fahmideh M, Cote DJ, et al. Risk factors for childhood and adult primary brain tumors. Neuro Oncol. 2019;21(11):1357-1375. www.pubmed.ncbi.nlm.nih.gov 
Strong, M.J., Garces, J., Vera, J.C., Mathkour, M., Emerson, N. and Ware, M.L., 2015. Brain tumors: epidemiology and current trends in treatment. Brain Tumors Neurooncol, 1(1).www.researchgate.net 
University of Rochester Medical Center.Brain Tumors: Risk Factors.www.urmc.rochester.edu 
Cancer Research UK.Risks and causes of brain tumours.www.cancerresearchuk.org 
 

 



Add Your Comment