Waspada Tanda-tanda Penyakit Serius Benjolan di Leher

Waspada Tanda-tanda Penyakit Serius Benjolan di Leher

Image: medicalnewstoday.com

Penulis: Dhiya | Editor: Niahappy

Benjolan di leher dapat menyerang sebagian orang. Terkadang tidak menimbulkan rasa sakit. Umumnya banyak yang mengira benjolan di leher adalah gondok atau gondongan. Namun, gondok bukanlah satu-satunya penyakit yang menimbulkan benjolan di leher. Jika Anda mengalami benjolan di leher maupun sakit atau tidak, sebaiknya Anda perlu waspada. Ada beberapa penyebab yang membuat Anda mengalami benjolan di leher. Simak penjelasan di bawah ini: 

Baca Juga : Kelenjar Tiroid Membesar? Ini Penyebab dan Penyembuhannya

1. Nodul Tiroid

Nodul tiroid atau yang disebut kelenjar tiroid adalah benjolan yang dapat berkembang di kelenjar tiroid Anda. Benjolan ini bisa padat atau berisi cairan. Nodul tiroid relatif umum dan merupakan penyakit non-kanker. Penyakit ini diklasifikasikan sebagai dingin, hangat, atau panas tergantung pada menghasilkan hormon tiroid atau tidak.

Sebagian besar penyakit ini tidak menyebabkan beberapa gejala. Bahkan mungkin Anda tidak menyadarinya. Jika nodul tiroid membesar umumnya Anda akan kesulitan menelan, kesulitan bernafas, dan bersuara serak.

2. Radang Amandel

Amandel adalah dua kelenjar getah bening yang berada di sisi belakang tenggorokan Anda. Amandel berfungsi sebagai mekanisme pertahanan yang membantu mencegah tubuh Anda dari infeksi. Ketika amandel terinfeksi, hal itu disebut sebagai radang amandel. Penyakit ini dapat disebabkan oleh virus seperti flu biasa, atau infeksi bakteri seperti radang tenggorokan. Gejalanya meliputi demam, bau mulut, panas dingin, sakit kepala, leher kaku, tenggorokan sakit, dan amandel yang berbintik putih atau kuning.

3. Kanker Tiroid

Kanker tiroid adalah jenis kanker endokrin yang paling umum. Kanker ini terjadi ketika sel-sel normal di tiroid menjadi abnormal dan mulai tumbuh di luar kendali. Kanker tiroid dini tidak memiliki gejala. Anda tidak akan bisa merasakan kelenjar tiroid Anda jika itu sehat. Ketika kanker ini berkembang, gejala-gejala yang dapat terjadi seperti batuk, suara serak, sulit menelan, benjolan di tenggorokan, sakit di tenggorokan dan leher, serta pembengkakan getah bening di leher.

4. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Kelenjar getah bening adalah kelenjar kecil yang menyaring getah bening, yaitu cairan bening yang bersirkulasi melalui sistem limfatik. Mereka menjadi bengkak sebagai respon terhadap infeksi dan tumor. Kelenjar getah bening menjadi bengkak sebagai respon terhadap penyakit, infeksi, obat-obatan, dan stres. Atau lebih jarang kanker dan penyakit autoimun. Jika Anda mengalami penyakit ini, kemungkinan bertekstur lunak dan tidak nyeri bisa terjadi di satu atau lebih di sebagian tubuh.

Umumnya bentuk benjolan kecil, keras, berbentuk seperti kacang dan muncul di ketiak, di bawah rahang, di sisi leher, di pangkal paha, dan di atas tulang selangka. Kelenjar getah bening dianggap bengkak bila ukurannya lebih dari 1 hingga 2 cm.  

5. Kanker Tenggorokan

Kanker tenggorokan mengacu pada kanker kotak pita suara, kotak suara, dan bagian lain dari tenggorokan seperti amandel dan orofaring. Kanker ini sering dikelompokan ke dalam dua kategori yaitu kanker faring dan kanker laring. Gejalanya meliputi perubahan suara, kesulitan menelan, kehilangan berat badan, sakit tenggorokan, batuk, dan mengi.

Penyakit ini paling umum menyerang seseorang dengan gaya hidup tidak sehat seperti merokok, konsumsi alkohol, gizi buruk, paparan asbes, kebersihan gigi yang buruk, dan sindrom genetik. Jika kanker tenggorokan sudah menyebar ke kelenjar getih bening di leher, salah satu tanda yang dapat diamati adalah munculnya benjolan di leher dibarengi oleh kesulitan menelan, bernapas, hingga pendarahan di hidung. 

6. Kista

Kista adalah nodul di bawah kulit yang mengandung protein keratin. Kista bisa tumbuh sangat besar. Sebagian besar tidak menyakitkan tetapi jika kista terinfeksi, kemungkinan akan menyerupai bentuk jerawat yang besar. Kista bisa datang dan pergi atau dapat terus tumbuh lebih besar. Beberapa kista memuncak atau keluar saat diremas.

Namun, mengeluarkan kista tidak akan menyembuhkannya, justru dapat membuat infeksi. Dalam kebanyakan kasus, dokter dapat menggunakan prosedur sederhana untuk menghilangkan kista. Jika kista berwarna merah dan sakit, Anda harus memeriksakan diri ke dokter karena itu merupakan tanda infeksi.

7. Reaksi Alergi dan Iritasi Kulit

Reaksi alergi pada leher bagian belakang akibat banyak zat yang mengiritasi. Zat tersebut meliputi produk sampo, produk perawatan rambut, deterjen pakaian, dan tabir surya. Gesekan dari pakaian juga terkadang mengiritasi leher dan menyebabkan ruam. Jika benjolan kecil dan terasa gatal di leher, ini bisa menunjukan kulit yang teriritasi atau reaksi alergi. Sebaiknya Anda menjaga leher tetap bersih dengan mengurangi jumlah produk yang digunakan pada rambut dan kulit.

Benjolan di leher terkadang membuat sebagian orang panik. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena benjolan di leher relatif tidak berbahaya. Jika benjolan tidak sakit dan Anda tidak mengalami gejala apapun, sebaiknya tunggu beberapa hari untuk memeriksakan ke dokter.

Baca Juga : Kenali, Ciri-ciri Kanker Payudara Stadium Satu

Sumber:
Medical News Today. (2019). Cause of a lump on the back of the neck. www.medicalnewstoday.com
Healthline. What’s Causing This Lump on My Neck?. www.healthline.com
Healthline. What Is Throat Cancer?. www.healthline.com
Healthline. What’s Causing My Swollen Lymph Nodes?. www.healthline.com
Healthline. Thyroid Cancer. www.healthline.com
Healthline. Tonsillitis. www.healthline.com
Healthline. What You Should Know About Thyroid Nodules. www.healthline.com