Waspada Penyakit Akibat Banjir

Waspada Penyakit Akibat Banjir

Penulis: Dita | Editor: Atsa

Beberapa hari ke belakang, banjir besar yang melanda Jakarta dan sekitarnya memunculkan banyak sekali polemik. Selain kerusakan sarana dan prasarana termasuk perumahan penduduk, hal yang tak kalah mengkhawatirkan adalah penyebaran berbagai macam penyakit yang semakin riskan.

Karena air yang mengalir ke segala penjuru, berbagai tempat-tempat kotor pun ikut tersapu banjir. Aliran air inilah yang mungkin akan membawa banyak sumber penyakit. 

Selain mewaspadai air yang semakin meninggi, ada baiknya penduduk yang tinggal di kawasan rawan banjir juga bersiap dengan berbagai  wabah yang mungkin menyerang. Simak beberapa penyakit yang harus diwaspadai saat musim hujan dan banjir datang berikut ini!

1. Malaria

Malaria adalah salah satu penyakit yang muncul akibat infeksi dari nyamuk Anopheles. Di musim penghujan, banyaknya tempat tergenang menjadi tempat hidup yang nyaman untuk spesies nyamuk ini. Terlebih jika daerah rumah di sekitar Anda mengalami banjir, risiko serangan malaria akan semakin tinggi. Beberapa gejala seperti demam, sakit kepala hingga menggigil patut Anda waspadai karena mungkin itu disebabkan oleh malaria.

2. Hepatitis A

Penyakit yang menyebar lewat virus ini biasanya menyebar dari kotoran/feses orang yang terinfeksi. Saat banjir, aliran air sangat rentan membawa virus ini. Jika Anda mengalami gejala seperti nafsu makan yang berkurang, sakit perut, demam dan lain sebagainya saat banjir, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke pusat kesehatan.

Baca Juga: Hepatitis A, Gejala dan Penyebabnya

3. Flu

Musim penghujan selain dikenal sebagai musim banjir juga merupakan musim di mana virus flu atau influenza merajalela. Baik anak-anak maupun orang dewasa sangat rentan terkena virus. 

Penyebaran virus flu terjadi lewat cairan tubuh seseorang yang terinfeksi ini akan semakin tinggi saat Anda melakukan kontak dengan air yang terbawa saat banjir. Pastikan tubuh Anda tetap terhidrasi dan makan cukup makanan bergizi agar tidak tertular flu selama musim banjir datang.

4. Leptospirosis

Saat banjir datang, urin dan darah binatang sangat mungkin ikut terbawa bersama air bahkan tanah. Inilah yang dapat menjadi sumber infeksi leptospirosis yang harus diwaspadai. Beberapa gejala yang mungkin muncul pada penderita antara lain adalah sakit perut, demam, mual, mata merah hingga otot betis yang terasa nyeri.

5. Diare

Penyakit yang ditandai dengan meningkatnya frekuensi buang air besar ini juga kerap mewabah di musim hujan dan banjir. Beberapa jenis bakteri seperti kolera, shigella hingga salmonella dianggap sebagai penyebab diare paling umum. 

Meski bisa diobati dengan mudah, namun diare yang berlangsung lama bisa membahayakan penderitanya. Segera lakukan pertolongan jika Anda menemukan kasus diare parah yang dialami oleh Anda maupun orang-orang di sekitar.

6. Penyakit Kulit

Udara yang basah dan lembap adalah ladang yang subur untuk berkembangnya berbagai jenis bakteri dan jamur penyebab berbagai penyakit kulit. Selain itu kontak dengan polutan dan limbah berbahaya lewat air genangan banjir juga dapat menyebkan infeksi pada kulit. Ada beberapa jenis penyakit kulit yang rentan menyerang saat musim banjir yakni dermatitis kontak, infeksi bakteri dan jamur, gigitan serangga hingga trauma yang menyebabkan infeksi sekunder di permukaan kulit.

7. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

Infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh bakteri, virus dan mikroba sifatnya sangat menular. Infeksi ini bisa menyerang berbagai area di saluran pernapasan seperti sinus, laring, faring hingga trachea. Bagi korban banjir yang tinggal di tempat pengungsian, keberadaan satu penderita ISPA bisa dengan mudah menularkannya kepada orang lain di sekitarnya.

8. Tifus

Virus tifus atau demam tifoid bisa menyebar karena kontak dengan virus Salmonella typhi yang terjadi lewat makanan. Jika tidak ditangani dengan baik, tifus bisa menimbulkan beragam komplikasi serius mulai dari infeksi hati hingga gangguan katup jantung dan meningitis.

Jika banjir mengharuskan Anda dan keluarga mengungsi, perlu diperhatikan kembali kondisi rumah begitu Anda akan kembali. Saat rumah ditinggalkan karena banjir, meskipun airnya sudah surut, beragam risiko yang mengancam kesehatan dan keselamatan jiwa mungkin masih tertinggal di bekas genangan airnya. 

Mulai dari instalasi listrik yang mungkin korslet, jamur, virus, bakteri dan udara yang lembap juga bisa menimbulkan risiko kesehatan yang tidak kalah membahayakan. Pastikan rumah sudah dalam kondisi bersih dan higienis sebelum ditinggali kembali.

Baca Juga: Penyebab dan Tips Mencegah Flu

 

Sumber:

Healthline (2016). Flooded Homes Present Big Health Hazards. www.healthline.com

World Health Organization (2019). Flooding and Communicable Diseases Fact Sheet. www.who.int

Oxford Academic (2018). Health Risks of Flood Disasters. www.academic.oup.com

Republika (2020). Waspadai Bahaya Penyakit yang Sering Muncul saat Banjir dan di Musim Hujan. www.republika.co.id