Transfusi Darah: Fakta, Manfaat & Resiko yang Mungkin Terjadi

Image: livestrong.com

Transfusi darah biasanya diperlukan saat keadaan genting, seperti operasi dan penyakit tertentu. Prosedur transfusi darah tidak biasa dilakukan secara asal-asalan, lho! Sebelum berani memberikan darah anda, pahami dulu info seputar transfusi darah berikut ini.

Seputar Transfusi Darah

Transfusi darah merupakan proses pemindahan darah dari satu orang ke orang lainnya. Prosedur yang dilakukan sangat aman dan bermanfaat bagi sesama.

Orang yang kekurangan darah tidak bisa salurkan oksigen ke jaringan tubuh dengan maksimal. Sebab salah satu fungsi darah adalah sebagai pengangkut oksigen. Akibatnya jaringan jadi rusak dan berdampak buruk terhadap tubuh.

Proses transfusi darah ini memakan waktu 1-4 jam. Berbeda dengan donor darah yang hanya perlu waktu 15 menit saja. Jadi, persiapkan diri pada saat transfusi darah ya!

Jenis Transfusi Darah

Transfusi darah hanya bisa dilakukan dengan darah yang sesuai, yaitu ABO dan rhesus positif atau negatif. Jika tidak sama, darah yang masuk ke tubuh bisa ditolak karena dianggap benda asing.

Namun bila diperlukan sesegera mungkin, bisa digunakan darah tipe O negatif. Oleh karena itu, darah tipe ini disebut sebagai tipe darah universal.

Transfusi darah pun terdiri dari beberapa jenis, disesuaikan dengan kebutuhan si pengguna.

  • Sel darah merah

Ini adalah transfusi yang paling sering dilakukan. Sel darah merah berfungsi untuk mengalirkan oksigen ke setiap jaringan tubuh. Orang yang sedang dioperasi, melahirkan, dan anemia adalah yang biasa menerima transfusi sel darah merah.

  • Trombosit

Guna trombosit adalah menghentikan pendarahan. Baik luka internal maupun eksternal butuh bantuan trombosit agar cepat sembuh. Bagi penderita hemofilia (kondisi darah sukar membeku), transfusi trombosit sangat diperlukan.

  • Plasma

Plasma adalah bagian cair darah yang mengandung protein, zat pembeku darah, dan lainnya. Transfusi plasma diperlukan oleh bila seseorang terbakar atau punya penyakit hati.

Syarat Pendonor Darah

Selain kesamaan tipe darah, ada beberapa syarat lagi untuk bisa jadi pendonor. Hal tersebut adalah:

  • Berusia 16-70 tahun
  • Berat minimal 75 kg
  • Sehat jasmani, tekanan darah dan suhu tubuh normal
  • Tidak punya penyakit infeksi menular
  • Setuju dengan syarat dan aturan yang ditetapkan dokter

Pastikan seluruh syaratnya terpenuhi. Jika tidak, bisa saja terjadi penolakan tubuh terhadap darah yang masuk. Sehingga, efek negatif bisa terjadi pada tubuh anda.

Manfaat Transfusi Darah

Transfusi darah bermanfaat bagi pemberi maupun penerima. Penerima tentu bisa lebih sehat dan terbantu dengan cadangan darah. Sedangkan pemberi bisa dapatkan manfaat kesehatan berupa:

  • Cek kesehatan gratis

Orang yang akan diambil darahnya pasti di cek terlebih dahulu. Pengecekan umum yang dilakukan meliputi level hemoglobin, tekanan darah, ritme jantung, dan suhu tubuh.

Beberapa penyakit menular seperti HIV, hepatitis, dan sifilis juga di cek pada darah anda.

  • Turunkan resiko kanker

Penelitian temukan data bahwa resiko kanker meningkat seiring tingginya kadar zat besi dalam tubuh. Oleh karena itu, donor darah baik untuk atur keseimbangan kadar zat besi.

  • Turunkan resiko penyakit jantung

Tingginya cadangan zat besi dan kekentalan darah bisa tingkatkan resiko serangan jantung. Dengan donor darah, kadar zat besi seimbang serta cegah kekentalan darah. Sehingga, resiko terkena penyakit jantung pun menurun.

Resiko Transfusi Darah

Segala tindakan pasti ada resikonya, termasuk mendonorkan darah. Beberapa efek setelah transfusi darah bisa jadi tidak terlalu menyusahkan. Seperti sedikit pusing, lemas, dan nyeri pada bagian yang disuntik.

Namun, resiko yang lebih besar mengintai penerima darah. Misalnya alergi (karena penolakan imun tubuh terhadap darah yang masuk), tertular virus atau bakteri  darah pendonor, dan nyeri paru-paru yang amat sangat hingga sulit bernapas.

Baca Juga: 6 Makanan yang Harus Dikonsumsi Setelah Donor Darah

Proses transfusi darah memang sangat riskan. Oleh karena itu perlu persiapan yang matang baik sebelum, saat, maupun sesudah pelaksanaan. Semoga sehat selalu!

 

Sumber:

Blood Transfusion. 2016. www.nhlbi.nih.gov
Blood Transfusion. 2016. www.nhs.uk
Receiving Blood Transfusion. 2016. www.sahealth.sa.gov.au
Benefit of Donating Blood. 2018. www.healthline.com
Blood Transfusion. 2018. www.betterhealth.vic.gov.au