Tips untuk Mengatasi Tantrum Pada Anak

Tips untuk Mengatasi Tantrum Pada Anak

Penulis: Ratna

Tantrum adalah ekspresi frustasi anak karena tidak bisa mendapatkan apa yang diinginkannya. Frustasi bisa memicu ledakan sehingga mengakibatkan amukan. Umumnya anak akan menangis, berteriak, menjerit, memukul, menendang, atau meronta-ronta. Ini adalah periode masa perkembangan anak ketika mereka mulai belajar mandiri.

Kondisi ini sangat umum dialami oleh anak-anak sehingga Anda tidak perlu khawatir. Kondisi ini biasanya muncul sekitar usia 12 hingga 18 bulan, dan akan sangat parah saat usia 2 hingga 3 tahun. Hal ini akan mulai berkurang saat anak menginjak usia 4 tahun.

Baca Juga: 9 Nutrisi Bantu Optimalkan Tumbuh Kembang Anak Usia 1-10 Tahun

Penyebab Tantrum

Penyebab utama tantrum adalah saat anak tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan. Hal ini termasuk saat mereka memiliki kesulitan saat ingin melakukan sesuatu. Mungkin mereka tidak memiliki kontrol emosi sehingga mengamuk adalah cara untuk mengekspresikan kekesalannya. Amukan akan diperburuk jika anak belum dapat mengucapkan kosa kata untuk menyampaikan perasaannya.

Beberapa anak lebih mudah mengamuk, terutama anak-anak yang hiperaktif, pemurung, atau anak-anak yang tidak beradaptasi dengan baik di lingkungan baru. Kelelahan, lapar, mengantuk, dan sakit juga dapat memperparah amukan mereka.

Baca Juga: Tanda Tanda Anak Terlambat Bicara (Speech Delay) dan Penyebabnya

Bagaimana Meresponnya?

Cara yang paling benar untuk merespon anak yang mengamuk adalah dengan tetap tenang. Anda dapat menenangkan anak Anda dengan memeluk atau menggendongnya. Respon yang keras, memarahi, atau berteriak kepadanya justru akan memperburuk keadaan. Anda dapat mengalihkan perhatian pada hal-hal yang dia suka atau membawanya ke tempat yang lebih tenang.

Jika penyebab amukannya adalah kesulitan mengerjakan sesuatu, Anda dapat menawarkan bantuan. Jika amukan terjadi untuk mendapatkan perhatian orang tua, salah satu cara terbaik untuk mengatasinya adalah dengan mengabaikannya. Tunggu hingga anak tenang barulah Anda dapat memberi penjelasan. Lakukan hal ini secara konsisten.

Cara Mencegah

Tantrum adalah hal tidak dapat kita hindari pada masa tumbuh kembang anak. Namun, tips berikut mungkin dapat Anda terapkan untuk mengurangi intensitas anak mengamuk, antara lain:

  • Berikan banyak perhatian positif. Biasakan untuk mengungkapkan bahwa anak Anda adalah anak yang baik. Anda dapat memberikannya pujian atas perilaku positifnya.
  • Cobalah memberinya kendali atas hal-hal kecil dengan memberikannya penawaran. Misalnya memberi pilihan menu makanan atau minuman yang dia inginkan. Atau pilihan waktu untuk mengerjakan tugasnya, misalnya pilihan apakah si anak mau merapikan mainan sebelum makan atau sesudah makan saja.
  • Jauhkan objek terlarang dari pandangan dan jangkauan mereka.
  • Jadilah panutan. Anak-anak umumnya akan mengamati perilaku Anda. Jika mereka melihat Anda menangani amarah dan frustasi Anda dengan tenang, mereka akan lebih cenderung meniru perilaku Anda saat mengalami perasaan yang sama.
  • Pastikan mereka makan dengan benar dan cukup tidur. Ini akan membantu mencegah tantrum yang disebabkan oleh kelelahan dan mudah tersinggung.
  • Perhatikan nada suara Anda. Jika Anda ingin anak melakukan sesuatu, buatlah itu terdengar seperti undangan, bukan perintah.
  • Pilih Hindari bertengkar karena hal-hal yang sepele atau tidak penting.Terkadang Anda bisa mengalah sedikit, terutama jika menyangkut hal-hal kecil. Misalnya memberikan waktu tambahan untuk menonton televisi selama 15 menit, daripada Anda akan mendengarkan mereka berteriak selama 30 menit?

Baca Juga: Anak Susah Makan? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

Sumber

Healthline. 2019. Temper Tantrums. www.healthline.com

Kids Health. 2018. Temper Tantrums. www.kidshealth.org

Mayo Clinic. 2020. Temper tantrums in toddlers. www.mayoclinic.org

Medline Plus. 2019. Temper Tantrums. www.medlineplus.gov

Grow by WebMD. 2020. How to Handle a Temper Tantrum. www.webmd.com



Add Your Comment