5 Tips Atasi ASI Tidak Keluar Setelah Melahirkan

Image: time.com

Saat baru melahirkan, perasaan bahagia pasti dirasakan semua ibu. Rasa lelah setelah perjuangan hebat tergantikan dengan kehadiran buah hati.

Setelah melahirkan, tanggung jawab selanjutnya adalah menyusui bayi agar tumbuh kembangnya terjamin. Hanya saja pada beberapa ibu, proses menyusui ini tidaklah mudah.

Permasalahan muncul saat ASI sulit keluar. Ibu pasti panik dan mulai cemas, khawatir bayi kelaparan. Lalu bagaimana cara merangsang produksi ASI?

Alasan ASI Susah Keluar & Produksinya Menurun

Ada banyak penyebab ASI sulit keluar. Diantaranya karena stres mental pasca melahirkan, bayi belum mampu menyedot dan menelan ASI, atau karena ibu pengidap diabetes.

Luka pada puting dan obat pengontrol kehamilan yang mengandung hormon estrogen juga dapat pengaruhi produksi susu. Ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter atau bidan tentang penggunaan obat pengontrol kehamilan saat menyusui.

Penyebab lainnya adalah bayi lahir prematur dan obesitas pada ibu.

Tips Merangsang Produksi ASI

1. Segera Berikan ASI Setelah Melahirkan

Setelah melahirkan, segera sentuh bayi anda dan berikan ASI. ini disebut dengan inisiasi menyusu dini (IMD). Tujuannya agar bayi bisa beradaptasi mencari puting ibunya.

Selain itu, ASI pertama yang keluar merupakan ASI terbaik. ASI ini disebut dengan kolostrum dan hanya muncul sedikit saja. Di dalamnya terkandung zat antibodi serta kaya nutrisi.

2. Tetap Berikan ASI secara Berkala

Memang awalnya ibu akan panik dan khawatir. Diantaranya malah berhenti menyusui dan ganti ke susu formula karena takut bayi tidak suka ASI. Padahal banyak tidaknya ASI memang terkadang naik turun.

Hal yang perlu diingat, semakin lama berhenti menyusui, ASI akan semakin tidak keluar. Oleh karena itu, usahakan tetap memberikan ASI secara berkala.

      Nah, karena ASI yang diminum sedikit, maka anda perlu perbanyak frekuensi pemberian ASI. Semakin sering menyusui, ASI akan semakin lancar.

3. Gunakan Pompa Payudara

Pompa Payudara dapat menstimulasi produksi ASI ibu. Pada ibu bekerja, sebaiknya rutin memompa payudara. Hal ini untuk cegah terhentinya produksi ASI karena tidak ada rangsangan.

Biasanya kurang dari 10 menit, bayi akan tertidur dan berhenti menyusu. Saat hal itu terjadi, berikan pijatan kecil di payudara anda. Efeknya, aliran ASI meningkat dan menstimulasi bayi untuk menyedot ASI kembali.

4. Berikan ASI Bergantian Kanan dan Kiri

Tips selanjutnya adalah menyusui bergantian dengan payudara kanan dan kiri. Hal ini untuk cegah salah satu payudara bengkak dan nyeri.

Setelah bayi selesai menyusu di salah satu sisi, tawarkan sisi lainnya. Jika bayi menolak, anda bisa pompa sisi tersebut dengan pompaan payudara. Bisa juga saat bayi tengah menyusu, dialihkan ke sisi lainnya.

Yang penting, jangan sampai bayi terlalu kenyang atau mengganggu kenyamanannya. Saat menyusui, pastikan posisi leher bayi harus lebih tinggi dibanding perutnya. Perhatikan apakah bayi bisa menelan dengan baik atau hanya menyusu saja.

5. Penuhi Kebutuhan Gizi Ibu

Untuk memproduksi ASI dan bertenaga saat menyusui, penting agar ibu menjaga konsumsi makanannya. Perbanyak asupan sumber zat besi, kalsium, kalium, dan vitamin.

Tidak ada salahnya konsumsi makanan yang bisa mendorong produksi ASI seperti daun katuk, gandum utuh, dan susu. Jika menyusui saat puasa, pastikan kebutuhan zat gizi terpenuhi saat sahur dan berbuka. Bila perlu konsultasi terlebih dulu dengan dokter atau bidan anda.

Tetap tenang dan jangan panik saat ASI sulit keluar. Semakin tinggi stres ibu, produksi ASI akan semakin menurun. Dukungan keluarga pun penting untuk mendampingi kondisi mental ibu yang kadang berubah setelah melahirkan. Tetap semangat!

 

Sumber:
Why Some Women Don’t Have Enough Breast Milk for Baby. 2013. Cincinnati Children’s Hospital Medical Center
All About Your Breast Milk Supply. 2018. https://www.parents.com/
How to Make More Breast Milk. 2018. https://breastfeeding.support/
Low Milk Supply: What Causes It? 2018. https://www.mayoclinic.org/