Telinga Terasa Berdengung? Ketahui Cara Mengatasi Tinnitus

Telinga Terasa Berdengung? Ketahui Cara Mengatasi Tinnitus

Penulis: Dita | Editor: Umi

Anda mungkin pernah mengalami telinga berdengung karena terlalu lama mendengarkan musik keras atau karena penyebab yang tidak diketahui. Kondisi telinga berdengung atau juga disebut tinnitus ini bisa sangat mengganggu dan bahkan bisa menjadi kronis bagi beberapa orang, yang berlangsung terus-menerus selama berbulan-bulan.

Untuk mengobati tinnitus, dokter akan mencoba mengidentifikasi penyebab tinnitus yang Anda derita. Jika tinitus disebabkan oleh masalah kesehatan, dokter mungkin akan mengambil langkah-langkah yang dapat mengurangi kebisingan tersebut. Caranya bisa dengan:

  • Membersihkan kotoran telinga. Pada beberapa kasus, langkah ini bisa mengurangi gejala tinnitus.
  • Mengobati masalah pada pembuluh darah. Anda mungkin memerlukan pengobatan, pembedahan, atau perawatan lainnya untuk mengatasi masalah tersebut.
  • Mengganti obat-obatan. Jika obat yang Anda konsumsi menjadi penyebab munculnya tinnitus, maka dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk mengganti, menghentikan, atau mengurangi obat-obatan yang menjadi pemicunya.

Baca Juga : 9 Penyebab Telinga Berdengung (Tinnitus)

Selain itu, dokter dapat menawarkan kombinasi perawatan, tergantung pada tingkat keparahan tinitus Anda, seperti:

1. Peredam Kebisingan

Dalam beberapa kasus, penggunaan perangkat peredam bising dapat membantu meredam suara sehingga tidak terlalu mengganggu. Beberapa alat peredam kebisingan yang mungkin dianjurkan termasuk:

  • White Noise Machines. Perangkat ini dapat menghasilkan suara alam (seperti hujan turun atau gelombang laut), yang seringkali efektif untuk meringankan tinnitus. Selain itu, kipas angin, humidifier, dan AC di kamar tidur juga dapat membantu Anda menutupi kebisingan internal di malam hari.
  • Alat Bantu Dengar. Alat ini bisa sangat membantu jika Anda memiliki masalah pendengaran dan tinnitus.
  • Perangkat Masking. Perangkat ini mirip dengan alat bantu dengar dan dapat menghasilkan derau putih tingkat rendah yang terus-menerus sehingga mampu meredakan gejala tinnitus.

2. Terapi Pelatihan Ulang Tinnitus (TRT)

Terapi pelatihan ulang tinnitus (TRT) melibatkan pelatihan ulang sistem pendengaran untuk menerima suara bising sebagai suara alami sehingga menjadi tidak mengganggu dan memungkinakan Anda lebih terbiasa. Terapi ini melibatkan bantuan dari seorang profesional terlatih dan memakai perangkat yang mengeluarkan derau putih tingkat rendah.

Derau putih (white noise) merupakan sinyal acak dengan intensitas yang sama pada frekuensi yang berbeda. Secara sederhana derau putih adalah kombinasi berbagai suara dari berbagai frekuensi. Derau putih sering digunakan untuk menutupi suara lain sehingga beberapa orang menggunakannya sebagai alat bantu tidur untuk meredam suara-suara mengganggu di sekitarnya.

Keberhasilan terapi TRT ini sebanding dengan tingkat keparahan tinitus dan kesehatan mental penderitanya secara keseluruhan. Hal ini diperkuat dalam studi yang menunjukkan bahwa TRT memberikan kelegaan bagi sekitar 80 persen orang dengan tinnitus.

3. Terapi Perilaku

Tingkat stres emosional yang tinggi juga dapat memicu telinga berdengung. Bahkan depresi, kecemasan, dan insomnia juga sering terjadi pada penderita tinnitus.

Terapi perilaku kognitif (CBT) merupakan jenis terapi bicara yang membantu penderita tinnitus belajar hidup dengan kondisinya. Daripada mengurangi suara bising yang dirasakan, CBT melatih Anda cara menerimanya. Tujuan terapi ini adalah untuk meningkatkan kualitas hidup Anda dan mencegah tinnitus membuat Anda stres.

CBT sendiri dilakukan dengan instruksi dari terapis atau konselor dengan cara mengidentifikasi dan mengubah pola pikir negatif. Beberapa studi, termasuk yang diterbitkan dalam Korean Journal of Audiology, menemukan bahwa CBT secara signifikan meningkatkan iritasi dan gangguan yang sering muncul bersamaan dengan tinnitus.

Baca Juga : Cara Menurunkan Hormon Kortisol untuk Atasi Stres

4. Atasi Gangguan Sendi Temporomandibular

Tinnitus terkadang bisa menjadi tanda adanya masalah pada sendi temporomandibular (TMJ). Jika tinitus Anda disebabkan oleh TMJ, TMJ Association mencantumkan beberapa kemungkinan pengobatan untuk gangguan TMJ, seperti menggunakan kompres es atau hangat, akupunktur, dan prosedur perawatan gigi.

5. Perubahan Gaya Hidup

Anda juga dapat mengambil langkah-langkah untuk menangani tinnitus dengan mengurangi stres. Stres tidak menyebabkan tinitus tetapi dapat memperburuknya. Melakukan relaksasi atau merencanakan waktu untuk bersantai dapat membantu mengurangi stres dalam hidup Anda.

6. Pengobatan

Obat-obatan memang tidak dapat menyembuhkan tinnitus, tetapi dalam beberapa kasus obat dapat membantu mengurangi keparahan gejala atau komplikasi. Umumnya, obat yang direkomendasikan oleh dokter adalah obat antidepresan trisiklik atau antiansietas (obat untuk mengatasi gangguan kecemasan).

Namun, hal yang perlu diperhatikan juga bahwa tidak semua orang merespons terapi obat dan efek sampingnya bisa mengganggu. Bahkan dalam kasus yang jarang terjadi, obat-obatan ini juga dapat menyebabkan masalah jantung.

Pencegahan Tinnitus

Dalam banyak kasus, tinitus merupakan kondisi yang tidak dapat dicegah. Namun, beberapa tindakan pencegahan dapat mencegah kerusakan pendengaran berkembang atau memburuk. Tindakan pencegahan yang bisa Anda lakukan antara lain:

  • Gunakan Pelindung Pendengaran. Seiring waktu, paparan suara keras dapat merusak saraf di telinga, menyebabkan gangguan pendengaran, dan tinitus. Jika Anda bekerja di industri yang menggunakan mesin keras atau berada di area dengan suara keras, selalu gunakan pelindung pendengaran di atas telinga.
  • Kecilkan Volume Musik. Paparan musik yang keras dalam jangka panjang tanpa pelindung telinga atau mendengarkan musik dengan volume sangat tinggi melalui headphone dapat menyebabkan gangguan pendengaran dan tinitus. Karena itu, atur volume headphone agar kurang dari 60%.
  • Jaga Kesehatan Pembuluh Darah. Olahraga teratur, makan dengan gizi seimbang, dan langkah lain untuk menjaga pembuluh darah tetap sehat dapat membantu mencegah tinnitus yang disebabkan oleh gangguan pembuluh darah.

Baca Juga : Kenali 17 Makanan untuk Mencegah Penyumbatan Pembuluh Darah

 

Sumber

Healthline (2012). Why Are My Ears Ringing? www.healthline.com
Mayo Clinic (2019). Tinnitus. www.mayoclinic.org
Medical News Today (2017). What You Need to Know About Tinnitus. www.medicalnewstoday.com
Webmd (2019). Understanding Tinnitus: the Basics. www.webmd.com
Audiology Online (2000). Tinnitus Retraining Therapy. www.audiologyonline.com