Teknik Membersihkan Telinga oleh Dokter THT

Teknik Membersihkan Telinga oleh Dokter THT

Penulis: Justina | Editor: Ratna

Anda tentu pernah merasakan adanya kotoran telinga, dan sering membersihkannya. Padahal, kotoran telinga sendiri adalah suatu pelumas yang diproduksi oleh tubuh untuk membantu melindungi telinga. Sebetulnya, Anda tidak memerlukan pembersihan telinga secara rutin. Akan tetapi, terkadang kotoran telinga justru mengganggu karena sudah menumpuk.

Tubuh kita sebetulnya juga memiliki mekanisme tertentu untuk membantu menghilangkan kotoran telinga atau serumen. Mekanisme tersebut yaitu seperti gerakan mengunyah dan menggerakkan rahang, karena dapat mendorong kotoran telinga dari saluran menuju ke telinga luar. Saat kotoran telinga dan kulit mati telah terkumpul mencapai telinga luar, maka kotoran tersebut akan mengering dan mengelupas.

Kotoran telinga juga sebenarnya memiliki sifat anti bakteri yang alami, sehingga dapat digunakan untuk melindungi telinga dari infeksi. Ada banyak saran yang menyebutkan bahwa sebaiknya Anda tidak terlalu sering membersihkan telinga. Hal ini karena jika Anda membersihkan telinga terlalu sering maka justru dapat membuat telinga jadi kering dan gatal. Apalagi jika membersihkan telinga menggunakan alat seperti kapas, maka benda tersebut justru dapat mendorongnya kembali ke dalam telinga. Membersihkan kotoran telinga yang tidak menimbulkan gejala tertentu pada umumnya juga tidak diperlukan dan tidak direkomendasikan.

Akan tetapi, ada kalanya Anda perlu membersihkan telinga saat kotoran telinga sudah menumpuk yang dapat menimbulkan gejala kemampuan pendengaran menjadi berkurang karena suara seperti teredam. Cara paling aman untuk membersihkan telinga adalah dengan meminta bantuan dokter THT. Hal ini karena dokter bisa menggunakan teknik serta alat atau instrumen khusus yang dapat menghilangkan kotoran telinga yang berlebihan dengan aman.

Baca Juga: 6 Tips Merawat Telinga Demi Pendengaran yang Tetap Sehat

Teknik Membersihkan Telinga yang Biasa Dilakukan oleh Dokter THT

Anda sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter jika telah mengalami penyumbatan kotoran telinga dan sudah tidak merasa nyaman menggunakan larutan pembersih di rumah. Selain itu, Anda juga harus segera mengunjungi dokter jika terjadi tanda-tanda infeksi pada telinga seperti telinga bagian dalam terasa sakit, ada cairan yang mengalir dari telinga, dan merasa kesulitan untuk mendengar.

Selain terjadi infeksi akut, Anda juga sebaiknya tetap berkonsultasi kepada dokter jika penyumbatan pada telinga kembali terulang. Dokter akan mendiskusikan cara untuk mencoba mencegah hal ini terjadi. Anda juga bisa mendapatkan jadwal pembersihan telinga secara rutin dengan dokter untuk menjaga telinga Anda tetap bersih dan bebas dari penyumbatan.

Saat Anda mengunjungi dokter, biasanya dokter akan menggunakan teknik pembersihan telinga menggunakan instrumen atau alat seperti perangkat hisap, alat pengambil kotoran yang berbentuk seperti sendok dan forceps.

1. Alat Hisap atau Microsuction

Alat pengisap kecil yang berbentuk seperti vakum dapat dengan lembut menghilangkan kotoran telinga berlebih. Sebelum memulai teknik pembersihan kotoran telinga ini, dokter akan melihat saluran telinga Anda menggunakan mikroskop untuk menemukan penyumbatan di telinga. Dokter juga bisa menggunakan kamera kecil yang memiliki cahaya yang sesuai dengan saluran telinga, alat ini sering disebut sebagai endoskopi.

Selama prosedur pembersihan ini, dokter akan menggunakan alat vakum kecil untuk menghisap dengan lembut kotoran telinga, lalu dikeluarkan. Akan tetapi, terkadang teknik microsuction kurang tersedia secara luas dibandingkan teknik lain, karena peralatannya yang harganya lebih mahal untuk dibeli oleh klinik.

Microsuction hingga kini sering menjadi teknik yang disukai untuk menghilangkan kotoran telinga di kalangan profesional. Akan tetapi, hingga saat ini tidak ada bukti klinis bahwa microsuction lebih efektif daripada metode irigasi telinga. Jika dokter Anda tidak memiliki alat untuk melakukan teknik tersebut, Anda bisa menggunakan teknik alternatif yaitu metode irigasi.

2. Teknik Irigasi

Teknik ini menggunakan cairan untuk mengeluarkan kotoran telinga. Anda bisa melakukan teknik ini sendiri di rumah, dengan cara menggunakan air biasa atau kombinasi air dan larutan garam. Anda juga bisa menghubungi dokter untuk mendapatkan pertolongan menggunakan teknik ini. Pada umumnya, dokter menggunakan obat tetes telinga terlebih dahulu sebelum memulai tindakan pembersihan telinga.

Sebelum memulai prosedur, Anda perlu menghangatkan air dan obat tetes telinga sampai suhunya sama dengan suhu tubuh sebelum digunakan, untuk menghindari efek samping yang timbul seperti pusing. Akan tetapi, hati-hatilah agar tidak menggunakan larutan yang terlalu panas karena dapat menimbulkan luka bakar.

Saat mengairi telinga, biasanya menggunakan alat bantu seperti jarum suntik, lalu air dan larutan garam disemprotkan ke dalam saluran telinga. Sebelum dilakukan pemberian cairan ke dalam telinga, sebelumnya tetes telinga harus digunakan terlebih dahulu selama sekitar 15 sampai 30 menit sambil menjaga kepala tetap miring di satu sisi.

Akan tetapi, teknik ini tidak bisa digunakan untuk semua orang. Ada beberapa kondisi yang menyebabkan Anda tidak bisa mendapatkan metode perawatan ini, seperti:

  • Ada lubang pada gendang telinga
  • Memiliki kondisi diabetes
  • Terdapat eksim atau kondisi kulit lainnya di dalam atau di dekat telinga
  • Sistem kekebalan tubuh sedang melemah
  • Ada tabung di gendang telinga

3. Pemindahan atau Pengambilan Kotoran Telinga

Untuk metode ini, dokter akan membantu menghilangkan kotoran telinga menggunakan suatu alat berukuran kecil berbentuk sendok yang kerap disebut sebagai kuret. Alat ini digunakan untuk mengeluarkan atau mengikis kotoran dari saluran telinga.

Baca Juga: Dokter Spesialis THT, Apa Tugasnya?

Sumber

Healthline. (2019). Black Earwax. www.healthline.com

Healthline. (2019). Tips for Cleaning Your Ears Safely. www.healthline.com

Healthline. (2021). What is Microsuction for Earwax Removal?. www.healthline.com

Medical News Today. (2018). How to clean your ears safely. www.medicalnewstoday.com