Kenali Perbedaan Tekanan Darah Berdasarkan Usia

Kenali Perbedaan Tekanan Darah Berdasarkan Usia

Penulis: Faruq

Setiap orang mempunyai tekanan darah berbeda-beda karena dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah usia. Secara umum, tekanan darah akan meningkat seiring bertambahnya usia. Hal ini juga dipengaruhi oleh aktivitas fisik, jenis kelamin, berat badan, maupun tingkat stres yang tentunya berbeda antara anak-anak dan dewasa.

Tekanan Darah Normal Berdasarkan Usia

Saat Anda melakukan pemeriksaan, hasilnya ditulis dengan dua angka (misalkan 120/80 mmHg). Angka pertama (120) menunjukkan tekanan sistolik dan angka kedua (80) menunjukkan tekanan diastolik.

Sistolik adalah tekanan saat jantung berkontraksi untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Sedangkan diastolik adalah tekanan saat otot jantung berelaksasi sebelum kembali memompa darah. Keduanya mempunyai nilai normal pada rentang usia tertentu.

1. Anak dan Balita

Seorang bayi yang baru lahir mempunyai tekanan darah sangat rendah. Tekanan darah normal pada bayi umumnya berkisar antara:

  • Bayi (usia kurang dari 1 bulan) mempunyai tekanan darah antara 45-80/35-55 mmHg.
  • Bayi dengan usia kurang dari satu tahun mempunyai tekanan darah 65-100/35-65 mmHg.

Seiring bertambahnya usia, tekanan darah juga ikut meningkat. Bahkan tekanan darah bayi dalam waktu satu bulan dapat meningkat mencapai 85 mmHg dan akan terus berlanjut hingga masa anak-anak.

  • Anak balita (usia 1-5 tahun) mempunyai tekanan darah antara 80-110/55-80 mmHg.
  • Anak-anak dengan usia 6-13 tahun mempunyai tekanan darah antara 80-120/45-80 mmHg.

Perlu diketahui bahwa tinggi badan juga berpengaruh terhadap tekanan darah. Anak yang mempunyai postur lebih tinggi memiliki tekanan yang lebih tinggi. Begitu pula sebaliknya. Maka jangan heran jika anak Anda tumbuh disertai dengan peningkatan tekanan darah yang signifikan.

2. Remaja

Tekanan darah pada remaja normalnya berada di bawah 120/80 mmHg. Namun, tekanan darah setiap remaja dapat bervariasi, tergantung pada tingkat aktivitas, postur tubuh, maupun jenis kelamin.

Remaja usia 14-18 tahun mempunyai tekanan darah antara 90-120/50-80 mmHg. Biasanya remaja laki-laki mempunyai tekanan darah lebih tinggi daripada perempuan.

Remaja yang menderita hipertensi biasanya dipengaruhi kebiasaan hidup tidak sehat. Namun, stres menjadi faktor utama penyebab tingginya tekanan darah. Stres dapat muncul dari berbagai sumber baik sekolah, keluarga, atau kehidupan sosial.

3. Dewasa

Orang dewasa normalnya mempunyai tekanan darah dibawah 120/80 mmHg. Namun, aktivitas dan kondisi emosional sangat memengaruhi tekanan darah.

Ketika rutinitas padat, besar kemungkinan tekanan darah akan naik, begitu pula sebaliknya. Selain itu, tekanan darah pada wanita hamil cenderung lebih tinggi.

  • Dewasa dengan usia 19-40 tahun mempunyai tekanan darah antara 95-135/60-80 mmHg.
  • Dewasa dengan usia 41-60 tahun mempunyai tekanan darah antara 110-145/70-90 mmHg.

Baca Juga : Mengatasi Tekanan Darah Rendah pada Ibu Hamil

4. Usia Lanjut

Usia lanjut biasanya mempunyai tekanan darah yang lebih tinggi. Tekanan sistolik meningkat sepanjang hidup, sedangkan tekanan darah diastolik menurun. Hal ini menyebabkan arteri menjadi kaku sehingga jantung memerlukan kerja ekstra untuk memompa darah.

Pada usia lanjut (diatas 61 tahun) rata-rata mempunyai tekanan darah normal antara 95-145/70-90 mmHg.

Lansia memiliki risiko tinggi terhadap serangan jantung atau gangguan otak yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi. Kebiasaan mengkonsumsi makanan tidak sehat, dan riwayat penyakit berkontribusi besar dalam meningkatkan tekanan darah.

Baca Juga : Berapa Angka Tekanan Darah Normal Dewasa?

Cara Menjaga Tekanan Darah

Menjaga tekanan darah tetap normal tidaklah rumit. Perubahan gaya hidup yang simpel berikut ini dapat membantu Anda menjaga tekanan darah tetap normal.

  • Olahraga secara rutin. Secara umum cara ini direkomendasikan untuk semua kalangan usia. Setidaknya olahraga dilakukan selama 20-30 menit per hari.
  • Menjaga berat badan tetap ideal. Menurunkan berat badan, di mana setiap 2 pounds atau 0,9 kg akan membantu menurunkan tekanan darah sebesar 1 mmHg.
  • Konsumsi makanan sehat dan mengurangi konsumsi garam. Dengan memperbanyak konsumsi sayuran, buah-buahan, biji-bijian, ikan, dan makanan rendah lemak akan membantu Anda untuk membatasi konsumsi sodium (tidak lebih dari 2300 mg per hari).
  • Berhenti mengonsumsi alkohol dan merokok. Ini karena alkohol terbukti dapat meningkatkan tekanan darah. Sedangkan kandungan tembakau pada rokok dapat merusak dinding arteri.
  • Mengelola stres dengan baik. Anda dapat mengelola stres dengan melakukan teknik relaksasi seperti meditasi atau teknik pernapasan dalam.

Selain menerapkan gaya hidup sehat, Anda juga perlu memantau tekanan darah secara berkala untuk mencegah terjadinya hipertensi (tekanan darah tinggi) maupun hipotensi (tekanan darah rendah). Ini karena keduanya seringkali tidak menunjukkan gejala, sehingga dikhawatirkan dapat memicu terjadinya komplikasi.

Selain itu, konsultasikan dengan dokter tentang kebiasaan baru yang ingin Anda lakukan, seperti seberapa banyak olahraga yang diperlukan atau diet apa yang sebaiknya diterapkan.

Baca Juga : Waspada Tekanan Darah Rendah, Ketahui Gejala dan Penyebabnya

 

Sumber

American Heart Association. Low Blood Pressure – When Blood Pressure Is Too Low. www.heart.org
American Heart Association. Understanding Blood Pressure Readings. www.heart.org
A Place for Mom. Elderly Blood Pressure Chart: Normal & High Blood Pressure by Age. www.aplaceformom.com
Harvard Medical School. 2018. Reading the new blood pressure guidelines. www.health.harvard.edu
Lapum, J.L., Verkuyl, M., Garcia W., St-Amant O., & Tan A. 2019. Vital Sign Measurement across the Lifespan. 1st Canadian edition.
Medical News Today. 2020. What is considered high blood pressure different groups? www.medicalnewstoday.com
Very Well Health. 2020. What is blood pressure? www.verywellhealth.com
Very Well Health. 2019. Measuring Blood Pressure in Children. www.verywellhealth.com