5 Obat Pelancar Haid yang Perlu Anda Ketahui

5 Obat Pelancar Haid yang Perlu Anda Ketahui

Penulis: Devita | Editor: Handa

Periode menstruasi setiap wanita sangat bervariasi. Namun, rata-rata wanita mengalami siklus menstruasi setiap 28 hari sekali. Satu kali siklus menstruasi biasanya berlangsung 2-8 hari. Siklus tersebut masih dianggap normal jika terjadi dalam 21-40 hari.. Pola hidup dan stres sangat memengaruhi siklus bulanan Anda.

Apa yang harus dilakukan jika siklus menstruasi sering telat? Selain menggunakan cara alami, seperti memperbanyak olahraga, mengurangi stres, dan makan makanan bergizi, Anda juga perlu mengonsumsi obat pelancar haid. Akan tetapi untuk mengonsumsi obat tersebut harus sesuai dengan resep dokter. Beberapa obat pelancar haid, meliputi:

1. Clomiphene (Serophene)

Pemberian obat ini ditujukan kepada wanita yang memiliki ovarium tidak teratur. Clomiphene atau serophene dikenal sebagai obat penghambat hormon estrogen.

Penghambatan estrogen memungkinkan hipotalamus dan kelenjar pituitari yang terdapat di otak melepaskan hormon GnRH, FSH, dan LH. Ketiga hormon tersebut berperan merangsang ovarium untuk memperbanyak produksi sel telur (ovum).

Sebanyak 60-80 persen wanita yang mengonsumsi obat ini bisa mempercepat masa ovulasinya, sehingga siklus menstruasi akan lancar dan membantu meningkatkan potensi kehamilan. Walaupun demikian, clomiphene memiliki efek samping, seperti kembung, mual, sakit kepala, tubuh terasa panas. Efek ini tidak tergolong serius dan akan cepat hilang.

2. Gonadotropin

Obat ini berupa hormon sintetis yang disuntikan ke tubuh. Hormon ini meliputi gonadotropin-releasing hormone agonist (GnRH agonist), follicle-stimulating hormone (FSH), atau human chorionic gonadotropin (hCG). Sebenarnya hormon tersebut secara alami diproduksi tubuh tapi jumlahnya tidak terlalu banyak.

Peran ketiganya adalah merangsang ovarium agar memproduksi ovum sehingga memperlancar siklus menstruasi. Setelah menggunakan obat ini efek samping yang mungkin timbul adalah pembengkakan sementara dan kemerahan di area bekas suntikan. Selain itu, rahim juga lebih lunak karena adanya penumpukan cairan.

3. Pil KB

Tidak hanya digunakan untuk mencegah kehamilan, pil KB juga bisa digunakan untuk melancarkan menstruasi. Biasanya, menstruasi akan lancar setelah mengonsumsi pil KB selama 6 bulan.

Pil KB berperan meningkatkan protein globulin yang berperan dalam hormon seks. Protein globulin bisa mengikat salah satu penyebab haid tidak lancar yaitu kelebihan hormon androgen. Beberapa efek samping mengonsumsi pil KB, seperti:

  • Memengaruhi suasana hati
  • Meningkatkan atau menurunkan berat badan
  • Bengkak
  • Payudara terasa nyeri
  • Pendarahan yang tidak teratur

Baca Juga : Berbagai Obat Radang Tenggorokan yang Bisa Diperoleh di Apotek

4. Metformin

Metformin bermanfaat merangsang insulin dan mengendalikan gula penderita diabetes. Obat ini juga memiliki manfaat menyeimbangkan hormon estrogen dan androgen pada wanita penderita polycystic ovarian syndrome (PCOS).

PCOS adalah salah satu penyebab menstruasi tidak teratur. Kondisi ini berupa tingginya kadar hormon androgen sehingga mengganggu kinerja hormon lainnya.  PCOS banyak diderita wanita obesitas dengan indeks massa tubuh melebihi 35 yang mengalami resistensi insulin.  Resistensi insulin tersebut dapat mengganggu proses ovulasi sehingga haid tidak lancar.

5. Progestin

Progestin adalah versi buatan dari hormon progesteron. Obat ini merupakan kandungan aktif pada suntik KB dan IUD. Hormon progesteron diproduksi ovarium, plasenta, dan kelenjar adrenal.

Fungsi hormon progesteron adalah menyiapkan pembuahan, mengatur libido, dan siklus menstruasi. Konsumsilah progestin saat haid tidak lancar untuk menyeimbangkan hormon estrogen dalam tubuh agar menormalkan siklus menstruasi. Efek samping mengonsumsi progestin, yaitu:

  • Sakit kepala
  • Mengalami bengkak
  • Hilangnya seksualitas
  • Nyeri pada payudara

Penyebab Siklus Menstruasi Tidak Lancar

Ada banyak faktor yang menyebabkan siklus menstruasi Anda tidak lancar. Perubahan hormon estrogen dan progesteron dapat mengganggu siklus normal menstruasi seseorang. Itulah mengapa siklus haid tidak teratur kerap terjadi pada perempuan yang sedang berada di fase pubertas atau yang akan menopause.

Beberapa penyebab lain siklus menstruasi tidak lancar, di antaranya:

  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu atau berganti pil kontrasepsi
  • Mengidap sindrom ovarium polikistik (PCOS)
  • Mengidap penyakit fibroid rahim
  • Penebalan polip di dinding rahim
  • Hamil
  • Menyusui
  • Stres

Baca Juga : 6 Cara Membedakan Flek Tanda Kehamilan dan Menstruasi

Sumber

Kenya News. 6 Menstrual Smoothing Drugs for Those of You Who are Often Late for Your Period. www.kenyanews.co.ke
Medline Plus. Medroxyprogesterone. www.medlineplus.gov
National Health Service (2019). Periods and Fertility in the Menstrual Cycle. www.nhs.uk
WebMD. Why Is My Period So Random?. www.webmd.com



Add Your Comment