Sering Buang Air Kecil? Berikut 8 Cara Mengobatinya

Sering Buang Air Kecil? Berikut 8 Cara Mengobatinya

Penulis: Mustika | Editor: Handa

Kandung kemih overaktif atau Overactive bladder (OAB) sering juga disebut beser. OAB merupakan kondisi di mana Anda merasa ingin buang air kecil terus menerus dan tidak terkendali. Kondisi ini memang tampaknya sepele, namun sangat mengganggu.

Beser dapat mengganggu pekerjaan Anda, kehidupan sosial, kegiatan sehari-hari, bahkan waktu tidur. Walaupun gejalanya tidak begitu serius, beser dapat membuat hari Anda sangat sulit karena rasa ingin buang air kecil secara terus-menerus. Lantas, bagaimana cara merawat dan mengobati beser?

1. Melatih Kandung Kemih

Melatih kandung kemih menjadi salah satu cara paling umum yang tidak melibatkan obat sama sekali. Cara melatih kandung kemih cukup sederhana, yaitu dengan mengatur jarak waktu buang air kecil.

Untuk itu, cobalah cara ini dan mulailah secara bertahap. Misalnya, setiap dua hingga empat jam sekali dalam sehari Anda harus buang air kecil walaupun belum ada keinginan untuk buang air kecil.

2. Latihan Otot Dasar Panggul

Latihan otot dasar panggul, seperti senam kegel memiliki manfaat untuk mengencangkan otot-otot di bawah rahim, kandung kemih, dan usus besar. Dengan mengencangkan otot, Anda dapat menghentikan kontraksi secara tdak sadar dari kandung kemih.

Senam ini tidak membutuhkan peralatan yang rumit sehingga mudah dilakukan. Untuk itu, jika Anda memiliki gejala sering buang air kecil, cobalah untuk melakukan senam ini.

Baca Juga : Infeksi Saluran Kemih pada Ibu Hamil

3. Mengonsumsi Suplemen Herbal

Salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk mengobati OAB yaitu dengan mengonsumsi suplemen herbal. Namun, sebelum mengonsumsinya, pastikan Anda telah berkonsultasi dengan dokter. Hal ini untuk menghindari efek samping dari suplemen tersebut.

Beberapa suplemen herbal yang bisa Anda konsumsi, seperti:

  • Magnesium hidroksida. Suplemen ini dapat mengurangi kontraksi otot secara spontan yang menyebabkan inkontinensia, yaitu kondisi di mana seseorang tidak bisa menahan rasa ingin buang air kecil. Magnesium hidroksida memiliki efek samping, seperti muntah, diare, dan kram.
  • L-arginin. Suplemen L-arginin berperan penting dalam kesehatan saluran kemih bagian bawah. Suplemen ini mudah didapat dan tersedia di beberapa makanan, seperti daging, produk olahan susu, kacang, dan kelapa. Namun, jika Anda memiliki alergi pada makanan tersebut, sebaiknya Anda menghindarinya.
  • Biji labu. Ekstrak biji labu merupakan pengobatan yang alami untuk penderita OAB. Pasalnya, minyak biji labu dapat mengobati dan mencegah gejala pada OAB dan gangguan kemih lainnya.

4. Mengubah Pola Makan

Mengubah pola makan sangat menentukan kondisi kesehatan Anda dan menjadi cara efektif untuk mengurangi buang air kecil yang berlebihan. Misalnya, Anda harus mengurangi makanan dan minuman yang mengandung kafein, seperti teh, kopi, dan cola karena dapat meningkatkan jumlah urin.

Selain itu, perbanyaklah mengonsumsi makanan yang mengandung serat dan cukupi kebutuhan air putih. Hindari terlalu banyak atau sedikit mengonsumsi air putih, karena dapat membuat inkontinensia semakin memburuk.

5. Menjaga Berat Badan Ideal

Jika Anda memiliki berat badan berlebih, maka sebaiknya Anda menurunkan berat badan. Pasalnya, berat badan berlebih atau obesitas dapat meningkatkan tekanan pada kandung kemih. Kondisi tersebut menyebabkan inkontinensia stres.

Inkontinensia stres merupakan kondisi ketika urin bocor setelah Anda melakukan sesuatu yang meningkatkan tekanan pada kandung kemih, seperti tertawa, bersin, atau mengangkat. Oleh sebab itu, miliki pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan sehat dan rutin berolahraga untuk menghindari obesitas.

Baca Juga : Waspada Beser: Ketahui Gejala dan Penyebabnya

6. Mengonsumsi Obat-obatan

Untuk mengobati OAB, biasanya dokter akan meresepkan obat yang dapat membantu menurunkan gejala kandung kemih yang terlalu aktif dan inkontinensia. Beberapa obat-obatan tersebut, seperti tolterodine, oxybutynin, trospium, solifenacin, atau darifenacin.

Namun, sebagian besar obat-obatan tersebut memiliki efek samping, seperti mulut dan mata kering. Selain itu, jika dikonsumsi terlalu sering, dapat membuat gejala OAB memburuk.

7. Akupuntur

Pengobatan dari Tiongkok ini dapat digunakan untuk mengobati OAB dengan memanipulasi titik tertentu pada permukaan tubuh. Perawatan ini dapat dilakukan sekali atau dua kali dalam seminggu hingga gejalanya membaik.

8. Operasi

Prosedur pembedahan akan dilakukan jika gejala OAB sudah parah dan tidak bisa dikendalikan dengan pengobatan. Oleh sebab itu, jika Anda memiliki gejala sering buang air kecil, maka segera bawa diri Anda ke dokter untuk mendapat perawatan sebelum gejala semakin memburuk.

Baca Juga : Tips Mencegah Infeksi Saluran Kemih dan Cara Mengobati

Sumber


Urology Care Foundation. What is Overactive Bladder (OAB)?. www.urologyhealth.org
Healthline. 2019. What Home Remedies Work for an Overactive Bladder?. www.healthline.com
Healthline. 2017. Alternative Treatments for an Overactive Bladder. www.healthline.com
Medical News Today. 2020. How to treat an overactive bladder. www.medicalnewstoday.com
National Health Service. Non-surgical Treatment. www.nhs.uk
 



Add Your Comment