Seputar Dokter Reumatologi dan Penyakit yang Ditangani

Seputar Dokter Reumatologi dan Penyakit yang Ditangani

Penulis: Umi Fatimah

Dokter reumatologi adalah dokter penyakit dalam yang memiliki spesialisasi khusus dalam mendiagnosis, mengobati, dan menangani penyakit sendi, otot, dan tulang. Dikenal juga sebagai ahli reumatologi, dokter reumatologi berfokus dalam menangani berbagai penyakit rematik yang disebabkan oleh penyakit autoimun, yang dapat menyebabkan peradangan pada sistem muskuloskeletal termasuk sendi, tulang, tendon, dan otot.

Artikel ini membahas peran dokter reumatologi, jenis kondisi yang ditanganinya, dan prosedur yang dilakukannya. Hal ini juga menjelaskan mengapa orang mungkin perlu menemui ahli reumatologi.

Baca Juga: Kenali Berbagai Macam Dokter Spesialis beserta Tugasnya

Apa yang Dilakukan Dokter Reumatologi?

Dokter reumatologi bertugas mengevaluasi kondisi pasien dan menangani kondisi muskuloskeletal tertentu yang termasuk dalam kategori penyakit autoimun. Dokter spesialis ini akan melakukan evaluasi secara luas dan mendalam, seperti riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, dan tes diagnostik, untuk mendiagnosis penyakit rematik dan membedakannya dari kondisi lain.

Tak hanya mengobati pasien, banyak ahli reumatologi juga melakukan penelitian untuk mencari penyebab dan pengobatan penyakit rematik yang lebih baik. Spesialis reumatologi juga berkolaborasi dengan dokter spesialis lainnya, seperti dokter bedah ortopedi dan terapis.

Kondisi yang Ditangani oleh Dokter Reumatologi

Ada lebih dari 100 jenis jenis radang sendi dan kondisi muskuloskeletal, tetapi kondisi umum yang ditangani oleh dokter reumatologi meliputi:

Dokter reumatologi juga memberikan perawatan untuk kondisi rematik lain yang kurang umum dan berkolaborasi dengan spesialis lain untuk mengatasi komplikasi terkait.

Jenis Tes dan Prosedur Medis yang Dilakukan oleh Dokter Reumatologi

Dokter reumatologi melakukan berbagai tes dan prosedur medis untuk membantu diagnosis dan pengobatan kondisi rematik. Tes dan prosedur medis yang dilakukan oleh dokter reumatologi bergantung pada gejala masing-masing pasien, riwayat kesehatan, dan dugaan diagnosis.

Tes dan prosedur medis ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi yang relevan untuk membuat diagnosis yang akurat dan mengembangkan rencana pengobatan yang efektif untuk pasien. Berikut beberapa tes dan prosedur medis yang dilakukan oleh ahli reumatologi:

  • Pemeriksaan fisik
  • Tes darah
  • Tes pencitraan seperti sinar-X, ultrasound, atau pemindaian magnetic resonance imaging (MRI).
  • Aspirasi sendi/analisis cairan sinovial
  • USG muskuloskeletal
  • Biopsi
  • Pemindaian kepadatan tulang (pemindaian DXA).

Baca Juga: Gangguan Sistem Muskuloskeletal (Tulang, Sendi, Otot)

Kapan Anda Harus Menemui Dokter Reumatologi?

Anda harus mempertimbangkan untuk menemui dokter reumatologi jika mengalami gejala atau situasi berikut:

  • Nyeri sendi yang terus-menerus
  • Pembengkakan pada sendi atau sendi kaku
  • Kondisi autoimun (seperti rheumatoid arthritis, lupus, atau psoriatic arthritis)
  • Gejala sistemik (seperti kelelahan yang tidak diketahui penyebabnya, demam, dan penurunan berat badan)
  • Penyakit jaringan ikat yang dicurigai atau dikonfirmasi secara medis
  • Ruam atau lesi kulit yang berlangsung lama dan tidak normal
  • Rambut rontok yang tidak bisa dijelaskan
  • Rujukan dari dokter umum: Jika dokter umum mencurigai adanya penyakit rematik atau merekomendasikan rujukan ke dokter reumatologi berdasarkan gejala dan riwayat kesehatan Anda, penting untuk mengikuti rekomendasi tersebut dan melanjutkan pemeriksaan ke dokter reumatologi.

Persiapan Sebelum ke Dokter Reumatologi

Jika Anda seorang pasien baru, mungkin perlu beberapa minggu sebelum Anda bisa membuat jadwal periksa ke dokter reumatologi. Berikut ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk mempersiapkan sebelum ke dokter reumatologi:

  • Hasil laboratorium sebelumnya, hasil pemeriksaan radiografi X-ray/USG/MRI, dan catatan dokter untuk diperiksa. Dokter yang merujuk Anda terkadang mengirimkan rekam medis, meski tidak selalu. Penting bagi Anda untuk memastikan sebanyak mungkin informasi tersedia bagi dokter reumatologi pada kunjungan pertama Anda.
  • Daftar obat dengan dosis spesifik yang Anda gunakan atau konsumsi. Sertakan juga daftar obat-obatan yang telah Anda gunakan (untuk mengurangi duplikasi pengobatan sebelumnya).
  • Daftar alergi dan intoleransi terhadap obat-obatan.
  • Membuat catatan mengenai gejala yang Anda rasakan.Anda mungkin mengalami berbagai gejala. Dan gejala-gejala tersebut bisa berubah dengan cepat atau datang dan pergi. Menuliskan gejala yang Anda rasakan dan seberapa sering Anda mengalaminya akan membantu Anda mengingat semua detailnya.
  • Riwayat keluarga Anda, termasuk kerabat yang diketahui menderita penyakit reumatologi/autoimun. Cari tahu dan buatlah daftar semua riwayat kesehatan keluarga, tidak peduli betapa sepelenya hal itu menurut Anda.
  • Daftar semua masalah medis sebelumnya, riwayat operasi, riwayat perjalanan, kebiasaan tidur, pola makan, olahraga, dan riwayat sosial (misalnya, pendidikan, pekerjaan, olahraga, hingga penggunaan obat-obatan terlarang.

Saat berkonsultasi dengan dokter reumatologi, jangan ragu untuk bertanya atau mengungkapkan kekhawatiran Anda. Komunikasi terbuka dan jujur antara pasien dan dokter adalah kunci untuk mendapatkan perawatan yang terbaik dan paling sesuai dengan kebutuhan Anda.

Penting untuk tidak menunda mencari perawatan. Beberapa penyakit rematik, seperti radang sendi, dapat menyebabkan kerusakan sendi permanen. Menerima perawatan pada tahap awal dapat menurunkan risiko kondisi yang Anda alami semakin memburuk.

Baca Juga: Yuk Ketahui Peran Dokter Bedah Saraf

 

Sumber

Better Health Channel. Rheumatologist. betterhealth.vic.gov.au

Cleveland Clinic. Rheumatologist.clevelandclinic.org

Hospital for Special Surgery. What Is a Rheumatologist and What Conditions Do They Treat?. hss.edu

Healthline. What Is a Rheumatologist and When Should You See One?. healthline.com

WebMD. What Is a Rheumatologist?. webmd.com