Mengenal Gejala dan Penyebab Seseorang Menjadi Seks Maniak, Bisakah Disembuhkan?

Mengenal Gejala dan Penyebab Seseorang Menjadi Seks Maniak, Bisakah Disembuhkan?

Penulis: Anggita | Editor: Opie

Pada dasarnya, setiap orang memiliki naluri atau dorongan seksual. Namun jika terjadi secara berlebihan, seseorang bisa menjadi maniak seks.

Maniak seks atau hiperseks adalah istilah yang disematkan pada orang-orang yang memiliki kecanduan seksual. Orang-orang dengan perilaku ini sulit mengontrol perilakunya, sehingga bisa mempengaruhi kehidupannya sehari-hari.

Baca Juga: Wanita Hiperseks: Apakah Sama dengan Wanita Libido Tinggi?

Tanda-Tanda Perilaku Maniak Seks

Sayangnya, kecanduan seks tidak terdaftar dalam diagnosis klinis dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM) oleh American Psychiatric Association.

Hal ini membuat diagnosis kecanduan seks sering tak jelas dan gejalanya bisa berbeda di setiap tempat.

Beberapa gejala yang umum diasosiasikan sebagai perilaku kecanduan atau maniak seks di antaranya:

  • Seks menjadi kebutuhan utama seseorang sehingga ia menyampingkan kegiatannya yang lain
  • Sering mengonsumsi konten pornografi saat sedang sendiri
  • Menjadikan masturbasi sebagai kebiasaannya
  • Melakukan tindak eksibisionisme, seks di depan umum, seks dengan prostitusi atau banyak orang
  • Memiliki fantasi atau dorongan seksual yang berlebihan
  • Mendapat dorongan untuk melakukan aktivitas seksual, namun setelah melakukan Anda merasa bersalah, malu, cemas, atau depresi
  • Menggunakan perilaku seksual sebagai pelepas stres
  • Sulit menjaga hubungan yang sehat
  • Melakukan tindakan yang berisiko atau tak wajar
  • Selingkuh dari pasangan

Karena gejalanya bisa bervariasi pada setiap individu, Anda perlu berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater untuk mendapat diagnosis yang pasti.

Penyebab Kecanduan Seks

Hiperseksualitas belum sepenuhnya dipahami oleh para ahli, namun ada beberapa hal yang berpotensi menjadi penyebab perilaku ini, seperti:

  • Abnormalitas otak

Beberapa penelitian menunjukkan adanya keterkaitan antara cedera atau tumor di otak besar dan perilaku maniak seks.

Meski begitu, tidak semua orang yang mengalami ketidaknormalan otak besarnya memiliki dorongan seksual yang tak terkontrol.

  • Ketidakseimbangan zat kimia di tubuh

Perubahan besar pada neurotransmiter di tubuh bisa membuat seseorang mengalami perilaku seksual yang tak terkontrol.

  • Efek penggunaan obat-obatan tertentu

Menurut sebuah penelitian pada 2020, obat untuk mengatasi penyakit Parkinson dikaitkan dengan peningkatan perilaku seksual kompulsif dan berbagai perilaku kompulsif lainnya. Namun, dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memahaminya.

  • Kesulitan seseorang untuk mengelola emosi

Cara seseorang merespon suatu hal dan bagaimana ia mengontrolnya bisa memicu perilaku tertentu, salah satunya perilaku seksual kompulsif.

Peningkatan perilaku kompulsif serta impulsif juga dikaitkan dengan tingkat emosi seseorang, baik itu emosi yang menyenangkan maupun tidak menyenangkan.

  • Hubungan dengan anggota keluarga yang buruk

Trauma di masa kecil dapat mempengaruhi hubungan seseorang dengan anggota keluarganya, sehingga hubungan ini bisa berkontribusi terhadap munculnya gejala-gejala hiperseksualitas. Meski begitu, hal ini belum dipastikan.

  • Trauma seksual di masa lalu¬†

Seseorang yang pernah mendapat pelecehan di masa lalu bisa mempengaruhi perilaku seksualnya di masa mendatang.

Ketika seseorang sering merasa malu atau bersalah akibat traumanya, maka perilaku hiperseksual bisa muncul pada dirinya sebagai bentuk pertahanan diri dari gangguan stress pasca trauma.

Baca Juga: Kenali Tanda-tanda Hiperseks dan Langkah Menanganinya

Dampak Buruk Kecanduan Seks

Menjadi maniak seks memiliki beberapa efek yang berbahaya pada diri sendiri maupun orang lain. Misalnya, Anda bisa mengalami masalah psikologis, seperti kepercayaan diri yang menurun.

Tidak hanya masalah pada psikologis, apabila Anda terbiasa melampiaskan naluri seksual dengan siapa saja, maka risiko terjadinya infeksi menular seksual akan meningkat.

Selain infeksi menular seksual, kecanduan seks juga bisa menyebabkan hubungan yang buruk dengan orang lain, seperti hubungan dengan orang-orang terdekat atau rekan kerja Anda.

Bisakah Perilaku Ini Disembuhkan?

Untungnya, perilaku seksual kompulsif atau maniak seks bisa disembuhkan. Walau begitu, Anda memerlukan pengobatan dari penyedia layanan medis seperti psikolog, psikiater, atau pun terapis seksual.

Metode pengobatan perilaku ini bisa berbeda bagi setiap orang, maka itu Anda perlu mengetahui apa yang mendasari atau menjadi penyebab perilaku tersebut.

Beberapa macam metode pengobatan yang umum dilakukan di antaranya seperti:

  • Psikoterapi, bisa melalui terapi perilaku kognitif (CBT), psikoterapi psikodinamik, serta terapi penerimaan dan komitmen.
  • Pemberian obat-obatan, umumnya menggunakan obat yang biasa diresepkan untuk kondisi lain seperti antidepresan.

Sambil menjalani pengobatan, Anda juga perlu banyak belajar mengenai perilaku maniak seks, menghindari kegiatan yang berisiko, serta meluapkan emosi Anda ke arah yang lebih baik dan sehat.

Baca Juga: Kecanduan Film Porno: Fakta, Penyebab dan Pengobatan

Sumber

Very Well Mind. (2022). Signs and Symptoms of Sex Addiction. www.verywellmind.com

Mayo Clinic. (2020). Compulsive sexual behavior – Symptoms and causes – Mayo Clinic. www.mayoclinic.org

Web MD. (2020). Signs of a Sex Addict. www.webmd.com

PsychCentral. (2021). What Causes Sex Addiction? | Psych Central. psychcentral.com

HealthMatch. (2022). Is Hypersexuality An Effect Of PTSD?. healthmatch.io