Sebelum Terlambat, Kenali Gejala dan Penyebab Alzheimer

Image: cnn.com

Penulis: Dhiya | Editor: Niahappy

Alzheimer atau disebut demensia adalah sindrom yang berkaitan dengan penurunan fungsi otak. Penderitanya akan mengalami penurunan terus menerus dalam keterampilan berpikir, berperilaku, dan kemampuan sosial maupun mental. Biasanya alzheimer dialami oleh lansia atau seseorang yang berusia 65 tahun ke atas.

Tanda-tanda umum yang dialami penderita alzheimer mulai dari lupa dengan kejadian atau percakapan yang baru terjadi bahkan mengalami kehilangan kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Penyebab pasti penyakit alzheimer belum sepenuhnya dipahami, meskipun terdapat sejumlah hal yang diperkirakan meningkatkan risiko seseorang terkena alzheimer. Supaya penyakit pikun ini tidak terlalu dini Anda alami, ketahui dulu yuk apa saja gejala dan penyebab alzheimer.  

Gejala Alzheimer

Penyakit Alzheimer mengalami perkembangan secara perlahan selama beberapa tahun. Terkadang, gejalanya dapat diperparah dengan kondisi lain yang di mana tingkat berkembangnya gejala tersebut berbeda pada setiap orang. Penderitanya mengalami gejala secara bertahap seperti di bawah ini.

Gejala Awal

Setiap orang tentunya pernah mengalami penyimpangan memori atau lupa. Hal itu normal, misalnya Anda lupa meletakkan kunci mobil. Namun, kehilangan ingatan yang dialami penderita alzheimer akan terus berlanjut dan memburuk. Gejala awal ini meliputi lupa dengan percakapan yang baru saja terjadi, mengulangi pertanyaan berulang-ulang, tersesat di tempat yang sangat dikenali, lupa dengan nama anggota keluarga atau seseorang yang akrab, sulit membuat keputusan, sulit memikirkan kata yang tepat, dan sering meletakkan barang pada tempat yang tidak masuk akal.

Gejala Menengah

Selain masalah memori atau ingatan, pada gejala menengah ini biasanya penderita akan mengalami meningkatkan kebingungan atau disorientasi, perilaku obsesif, selalu merasa paranoid atau curiga terhadap orang terdekat, mengalami perubahan suasana hati, berhalusinasi, dan sering merasa gelisah atau cemas. Bahkan penderitanya membutuhkan bantuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari mereka seperti perlu bantuan untuk makan, mencuci pakaian, serta saat ke toilet.

Gejala Akhir

Gejala alzheimer pada tahap ini akan membuat penderitanya semakin parah bahkan dapat menyusahkan orang disekitarnya. Terkadang halusinasi dan delusi mungkin akan terjadi, tetapi bisa menjadi lebih buruk ketika kondisi berlanjut.

Gejalanya berkembang meliputi kesulitan makan dan menelan, kesulitan bergerak, penurunan berat badan, buang air kecil yang tidak disengaja, dan kehilangan kemampuan berbicara secara bertahap. Jika seseorang sudah mengalami alzheimer pada tahap ini, mereka membutuhkan perawatan dan bantuan penuh untuk menunjang kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga : Cara Tingkatkan Serotonin Agar Terhindar dari Depresi

Penyebab Alzheimer

1. Usia

Usia merupakan faktor utama yang paling signifikan. Kemungkinan penyakit alzheimer menyerang seseorang yang sudah mencapai usia 65 tahun. Tetapi bukan hanya lansia saja yang berisiko terkena penyakit ini, bahkan sebagian orang yang berusia di bawah 65 tahun juga mengalaminya. Bertambahnya usia memang tidak dapat Anda hindari. Namun, Alzheimer bukanlah bagian dari penuaan yang normal, karena jika Anda sudah terkena alzheimer, kemungkinan penyakit ini akan terus meningkat.  

2. Genetik atau Riwayat Keluarga

Jika Anda memiliki anggota keluarga yang terkena alzheimer, Anda pun  akan lebih tinggi mengalami risikonya. Gen yang Anda warisi dari orang tua dapat berkontribusi pada Anda yang berisiko terkena penyakit alzheimer meskipun peningkatan risiko yang sebenarnya terbilang cukup kecil. Tetapi dalam beberapa keluarga, penyakit alzheimer disebabkan oleh pewarisan gen tunggal dan risiko yang diturunkan jauh lebih tinggi.

3. Gaya Hidup

Sesuatu yang berhubungan dengan kesehatan banyak terpengaruh dari gaya hidup yang biasa dijalani. Para penelitian mengeksplorasi bagaimana olahraga, pengelolaan kondisi medis, makanan, kegemukan, merokok dan faktor gaya hidup lainnya berisiko terhadap perkembangan risiko alzheimer. Tidak hanya itu, beberapa penyakit seperti diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan diabetes tipe 2 pun dapat menyebabkan Anda menderita alzheimer.

4. Down Syndrome

Seseorang dengan down syndrome lebih berisiko tinggi terkena penyakit alzheimer. Hal ini terjadi karena orang dengan down syndrome memiliki salinan tambahan kromosom 21 yang mengandung gen yang menghasilkan protein yang diduga berkontribusi pada perkembangan penyakit alzheimer. Selain itu, down syndrome juga menyebabkan plak amiloid yang menumpuk pada otak seiring waktu yang dapat menyebabkan penyakit alzheimer pada sebagian orang. Tanda Alzheimer cenderung muncul 10 hingga 20 tahun lebih awal pada orang dengan down syndrome.

5. Cedera Kepala

Jika Anda pernah mengalami cedera kepala seperti akibat olahraga atau kejadian apa pun, maka efeknya mencakup gejala yang juga terlihat pada alzheimer. Gejalanya meliputi kebingungan, kehilangan ingatan atau perubahan dalam berbicara. Tergantung pada tingkat keparahan cedera tersebut, gejala tersebut dapat hilang dengan cepat, dapat bertahan lama, atau bahkan tidak pernah hilang sama sekali.

Jika Anda mengalami cedera kepala yang lebih parah maka dapat meningkatkan risiko terkena penyakit alzheimer. Namun, baru-baru ini cedera akibat olahraga telah memicu banyak kekhawatiran jika peristiwa tersebut dapat menyebabkan penurunan kesehatan otak pada waktunya.

Penyakit alzheimer bukanlah kondisi yang bisa dicegah. Namun, terdapat beberapa faktor gaya hidup yang bisa Anda perbaiki mulai sekarang. Penelitian menunjukkan bahwa perubahan pola makan, olahraga, dan kebiasaan sehat lainnya merupakan langkah untuk mengurangi penyakit alzheimer dan gangguan lainnya yang menyebabkan demensia.

Sumber:
Mayo Clinic. Alzheimer’s Disease. www.mayoclinic.org
NHS. Alzheimer’s Disease. www.nhs.uk
WebMD. (2018). Causes of Alzheimer’s Disease. www.webmd.com
Brightfocus Foundation. What Causes Alzheimer’s Disease? www.brightfocus.org
Health Direct. What Causes Alzheimer’s Disease?. www.healthdirect.gov.au
Mayo Clinic. Alzheimer’s: Can a Head Injury Increase My Risk?. www.mayoclinic.org