Prosedur Menjalani Kemoterapi

Prosedur Menjalani Kemoterapi

Penulis: Meimei | Editor: Opie

Masyarakat umum sering memahami kemoterapi sebagai tahapan pengobatan untuk penderita kanker.

Walaupun begitu, kemoterapi sesungguhnya adalah bentuk agresif dari terapi obat kimia yang dimaksudkan untuk menghancurkan sel-sel yang tumbuh dengan cepat di dalam tubuh.

Baca Juga: Pengobatan Kemoterapi dan Efek Sampingnya

Fakta Singkat Tentang Kemoterapi

Untuk menambah pemahaman Anda, berikut adalah fakta singkat tentang kemoterapi:

  1. Metode ini cocok diterapkan pada penderita kanker, mengingat penyakit ini membuat sel dalam tubuh Anda membelah lebih cepat dari seharusnya.
  2. Kemoterapi hanya bisa dilakukan oleh dokter spesialis pengobatan kanker yang disebut sebagai ahli onkologi.
  3. Kemoterapi dilakukan dengan kombinasi berbagai metode lainnya termasuk pembedahan, radiasi, atau terapi hormon.
  4. Metode-metode ini biasanya akan disesuaikan dengan kondisi pasien, termasuk stadium dan jenis kanker yang diderita.
  5. Kemoterapi telah terbukti efektif menyerang sel kanker, meski tidak menjamin kesembuhannya.
  6. Proses ini dapat menyebabkan efek samping serius yang dapat sangat mempengaruhi kualitas hidup Anda.
  7. Karena itu, dokter akan selalu menjelaskannya secara detail kepada pasien tentang efek samping kemoterapi sebelum memutuskan untuk menjalankan prosedur ini.

Manfaat Kemoterapi

Kemoterapi adalah proses pengobatan yang panjang dan melelahkan, terlebih  jika Anda merasa terpaksa untuk menjalaninya.

Efek samping yang dirasakan dari kemoterapi dapat mempengaruhi seluruh organ tubuh Anda. Namun, ahli kesehatan tidak mungkin menerapkannya jika efeknya tidak optimal bagi penyembuhan penyakit.

Berikut adalah beberapa manfaat kemoterapi yang telah diakui di dunia kesehatan:

1. Menyembuhkan kanker tanpa pengobatan lain

Kemoterapi dapat digunakan sebagai pengobatan utama atau satu-satunya untuk kanker.

Biasanya ini diterapkan setelah pengobatan lainnya terbukti tidak memberikan hasil yang optimal kepada pasien.

2. Membunuh sel kanker yang tersembunyi

Kemoterapi dapat membunuh sel kanker yang tersembunyi khususnya setelah kesembuhan.

Dokter menyebutnya terapi adjuvant, dilakukan setelah metode perawatan lainnya, untuk membunuh sel kanker yang mungkin tertinggal di dalam tubuh.

3. Tahapan awal metode pengobatan lainnya

Kemoterapi juga sering disarankan sebagai tahapan awal untuk pengobatan lainnya seperti radiasi dan pembedahan.

Cara ini disebut terapi neoadjuvant yang biasanya dilakukan untuk mengecilkan ukuran tumor.

4. Meringankan gejala kanker

Kemoterapi yang dilakukan untuk meringankan gejala disebut dengan kemoterapi paliatif.

Khususnya dilakukan pada pasien yang baru mengalami stadium awal dengan keluhan yang cenderung ringan.

5. Pengobatan penyakit sumsum tulang

Terapi ini bukan hanya dilakukan kepada pasien kanker namun juga dipakai untuk pengobatan penyakit sumsum tulang.

Metode ini khususnya digunakan untuk mempersiapkan transplantasi sumsum tulang.

6. Gangguan sistem kekebalan tubuh

Manfaat lain dari terapi ini adalah untuk penyembuhan penyakit yang berkaitan dengan sistem imunitas tubuh, seperti lupus dan rheumatoid arthritis.

Biasanya, obat kemoterapi dipakai dengan dosis yang jauh lebih rendah untuk membantu mengendalikan sistem kekebalan yang terlalu aktif.

Baca Juga: Berbagai Gejala Kanker Mulut dan Pengobatannya

Efek Samping Kemoterapi

Disamping dari kemampuannya dalam membunuh sel-sel yang membelah dengan cepat akibat kanker, kemoterapi sayangnya juga mampu mempengaruhi kondisi tubuh Anda, seperti:

  1. Darah
  2. Rambut
  3. Kulit
  4. Lapisan saluran usus
  5. Kuku
  6. Memori
  7. Konsentrasi
  8. Pola tidur
  9. Kesuburan dan kondisi seksual Anda

Efek samping yang kerap dirasakan pasien adalah adalah kondisi-kondisi seperti:

  1. Kecenderungan tubuh yang mudah memar
  2. Pendarahan berlebihan
  3. Diare
  4. Mulut kering
  5. Sariawan
  6. Anemia
  7. Penurunan berat badan
  8. Rasa sakit karena kerusakan saraf

Tak perlu khawatir, biasanya dokter akan membantu mengurangi efek ini melalui pemberian obat-obatan tertentu atau saran untuk melakukan perubahan pola hidup.

Efek ini pun akan mereda setelah pengobatan selesai Anda lakukan, walau tidak menutup kemungkinan jika ada efek samping jangka panjang yang mungkin akan Anda rasakan.

Hal dapat dapat berkembang bahkan bertahun-tahun setelah perawatan, tergantung pada jenis kemoterapi yang digunakan. Efek jangka panjang tersebut umumnya berupa:

  1. Kerusakan pada jantung, ginjal, paru-paru, saraf dan organ reproduksi
  2. Munculnya kanker baru karena pernah melakukan kemoterapi

Persiapan Sebelum Menjalani Kemoterapi

Kemoterapi adalah proses pengobatan yang membutuhkan waktu panjang, konsentrasi serta tenaga.

Terlebih, Anda akan mengalami banyak perubahan ketika menjalaninya. Untuk itu, ada baiknya Anda melakukan sejumlah persiapan berikut ini sebelum menjalani kemoterapi:

1. Sesuaikan dengan jadwal pekerjaan

Anda mungkin saja harus tetap bekerja selama menjalani kemoterapi atau di sela-sela sesinya.

Lakukan penyesuaian dengan rekan kerja atau atasan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang muncul.

Jika memungkinkan, minta beban kerja yang lebih ringan sampai Anda terbiasa dengan efek sampingnya.

2. Kondisikan keadaan rumah 

Anda mungkin saja tidak pulang dalam keadaan bugar sepenuhnya setelah menjalani sesi terapi.

Sebaiknya, lakukan persiapan agar rumah dalam keadaan siap dan nyaman ditempati saat pulang nanti.

Bersihkan rumah, cuci pakaian, siapkan semua kebutuhan bulanan dan berbagai hal domestik lainnya agar Anda bisa fokus beristirahat setelah kemoterapi.

3. Minta bantuan orang terdekat

Jangan ragu untuk minta bantuan pada keluarga, teman atau sahabat ketika Anda menjalani kemoterapi. Misalnya saja mendampingi proses di rumah sakit atau sekedar menitipkan anak sehingga Anda bisa fokus pada pengobatan.

4. Antisipasi efek samping

Cari tahu soal semua kemungkinan efek samping yang mungkin Anda rasakan setelah kemoterapi.

Dengan demikian, Anda bisa melakukan persiapan yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan. Misalnya saja membeli wig atau rambut palsu jika mungkin akan mengalami kerontokan rambut.

5. Ikut terapi atau bergabung dengan kelompok penderita kanker

Proses kemoterapi bisa sangat melelahkan bagi kondisi psikologis dan emosional Anda.

Siapkan diri dengan mengikuti sesi terapi khusus atau bergabung dengan kelompok penderita kanker agar bisa berbagi pengalaman satu sama lain.

Berbicara dengan seseorang di luar keluarga dan lingkaran pertemanan Anda dapat membantu Anda menjadi tetap optimis.

Hal ini juga efektif untuk menyisihkan semua ketakutan dan kekhawatiran yang mungkin akan Anda rasakan.

Baca Juga: 5 Tips untuk Menangani Rambut Rontok Akibat Kemoterapi

Sumber

Mayo Clinic. Chemotherapy. www.mayoclinic.org

Healthline. (2021). Chemotherapy. www.healthline.com

Web MD. (2021). Chemotherapy: How It Works and How You’ll Feel. www.webmd.com

National Cancer Institute. Chemotherapy to Treat Cancer. www.cancer.gov