Permethrin: Dosis, Cara Pemakaian, dan Efek Samping

Permethrin: Dosis, Cara Pemakaian, dan Efek Samping

Penulis: Audrie | Editor: Opie

Infeksi pada kulit dapat menimbulkan rasa tidak nyaman yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Namun, infeksi ini mudah diatasi dengan menggunakan obat permethrin. Permethrin adalah obat topikal, atau obat yang dioleskan pada kulit, untuk mengatasi infeksi kulit yang disebabkan oleh parasit, seperti scabies, atau kudis, dan kutu rambut. Obat ini tersedia dalam bentuk krim dan losion.

Permethrin termasuk dalam kelompok obat piretrin, yaitu obat-obatan yang mempunyai kandungan kimia yang beracun bagi serangga. Obat ini bekerja dengan melumpuhkan dan membunuh parasit beserta telur-telurnya.

Baca Juga: 7 Obat Gatal Alami Efektif Redakan Ruam dan Gatal

Dosis Penggunaan Permethrin

Permethrin tersedia dalam dua bentuk, yaitu:

  1. Obat resep dalam bentuk krim (untuk kudis)
  2. Obat bebas dalam bentuk losion dan cairan (untuk kutu rambut)

Obat ini dapat digunakan baik oleh anak-anak maupun dewasa, dengan dosis yang ditentukan oleh dokter. Dilansir dari Mayo Clinic, berikut adalah dosis umum untuk permethrin:

1. Permethrin Krim

  • Dewasa dan anak-anak di atas 2 bulan: Aplikasikan pada kulit dalam satu kali pemakaian
  • Anak usia 0-2 bulan: Dosis tergantung oleh dokter

2. Permethrin Losion atau Cair

  • Dewasa dan anak-anak di atas dua tahun: Gunakan losion atau cairan permethrin pada kulit kepala dalam satu kali pemakaian
  • Anak 0-2 tahun: Dosis tergantung oleh dokter

Cara Menggunakan Permethrin

Sementara itu, masing-masing jenis permethrin mempunyai cara penggunaannya tersendiri, yaitu:

1. Permethrin Krim

  • Pastikan Anda telah membersihkan dan mengeringkan kulit sebelum memakai krim ini.
  • Oleskan krim secara tipis pada kulit mulai dari kepala hingga telapak kaki, terutama pada lipatan di bagian tangan, kaki, jari tangan, jari kaki, ketiak, dan selangkangan.
  • Diamkan selama 8-14 jam. Setelah itu, bersihkan krim ketika Anda mandi.
  • Hindari pemakaian krim yang melebihi dosis dari dokter. Namun, jika tungau kembali muncul setelah 7-14 hari, Anda dapat kembali memakainya setelah berkonsultasi dengan dokter.

2. Permethrin Losion atau Cair

  • Cuci rambut dan kulit kepala terlebih dahulu dengan sampo.
  • Setelah itu, keringkan dengan handuk sebelum mengaplikasikan permethrin.
  • Pastikan untuk membasahi kulit kepala dengan permethrin secara menyeluruh, termasuk di area belakang leher dan telinga
  • Diamkan selama kurang lebih 10 menit.
  • Setelah itu, bilas kembali kulit kepala dan keringkan.
  • Anda juga bisa menggunakan sisir serit untuk memeriksa dan membuang sisa kutu dan telur kutu yang telah mati.
  • Jika masih menemukan kutu yang hidup setelah tujuh hari pemakaian, Anda dapat kembali menggunakan permethrin.
  • Untuk mencegah tungau maupun kutu yang dapat muncul kembali, bersihkan pakaian, pakaian dalam, handuk, seprai, sisir, dan barang lain yang sering digunakan pada kulit dengan menggunakan air panas.

Baca Juga: Ketahui Berbagai Bahan Alami untuk Mengatasi Kudis

Sebelum Menggunakan Permethrin

Sebelum menggunakan permethrin, sebaiknya Anda mengindahkan hal-hal berikut ini: 

1. Alergi

Konsultasi dengan dokter terlebih dahulu jika Anda mempunyai alergi apa pun, termasuk alergi terhadap obat ini. Pasalnya, permethrin mengandung beberapa bahan yang tidak aktif yang dapat menyebabkan reaksi alergi. Permethrin juga dapat memicu gangguan pernapasan bagi Anda yang memiliki alergi serbuk sari.

2. Riwayat Kesehatan

Beri tahu dokter mengenai riwayat kesehatan Anda, terutama jika Anda mempunyai asma atau infeksi lain pada kulit.

3. Konsumsi Suplemen dan Obat

Anda juga disarankan untuk memberitahu obat atau suplemen lain yang sedang digunakan agar tidak terjadi interaksi yang dapat menghambat fungsi permethrin.

4. Ibu Hamil dan Menyusui

Sementara itu, jika Anda sedang mengandung atau menyusui, konsultasikan dengan dokter sebelum memakai obat ini.

Efek Samping Permethrin

Permethrin dapat menimbulkan beberapa efek samping setelah pemakaian, terutama pada kulit dan kulit kepala. Namun, efek samping ini mampu hilang dengan sendirinya selama perawatan dengan obat ini berlangsung. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Rasa gatal
  2. Rasa terbakar atau tersengat
  3. Kemerahan
  4. Mati rasa atau kesemutan
  5. Ruam
  6. Bengkak

Permethrin juga dapat menyebabkan efek samping yang lebih serius, seperti:

  1. Sulit bernapas
  2. Reaksi alergi
  3. Iritasi pada kulit dan kulit kepala yang berkelanjutan
  4. Ada infeksi atau nanah yang muncul di area kulit dan kulit kepala

Jika efek samping yang Anda rasakan tidak kunjung mereda dalam beberapa hari, segera kunjungi dokter.

Aturan Penyimpanan Permethrin

Berikut adalah aturan penyimpanan permethrin dengan benar, agar lebih awet dan aman:

  1. Simpan permethrin dalam wadah yang tertutup rapat.
  2. Pastikan wadah tersebut jauh dari jangkauan anak-anak.
  3. Selain itu, letakkan pada suhu ruangan dan jauh dari suhu panas dan lembab yang berlebihan, seperti di kamar mandi. Hal ini dapat menjaga kandungan dalam obat untuk jangka waktu yang lebih lama.

Baca Juga: Penyebab Kutu Rambut, Cara Menghilangkan dan Mencegahnya Datang Kembali

Sumber

Mayo Clinic. (2021). Permethrin (Topical Route) Description and Brand Names. www.mayoclinic.org

MedlinePlus. (2018). Permethrin Topical: MedlinePlus Drug Information. www.medlineplus.gov.

RxList. (2021). Permethrin. www.rxlist.com

WebMD. (2021). Permethrin Topical: Uses, Side Effects, Interactions, Pictures, Warnings & Dosing. www.webmd.com