Apa Bedanya? Whey vs Casein Protein

image : www.stayfitcentral.com
Susu protein whey dan casein sama-sama kelompok protein yang kaya akan asam amino esensial, meskipun dalam proporsi yang berbeda. Penelitian menunujukan bahwa whey dan casein sama-sama memiliki pengaruh untuk menekan rasa lapar dan mengurangi asupan makanan. Kedua protein ini makin marak dikonsumsi saat program penurunan berat badan dengan protein tinggi menjadi populer. Meski marak dikonsumsi, bahkan mungkin sering anda lihat di gym, informasi mengenai kedua jenis susu protein ini masih kurang. Bahkan ada yang mengira keduanya sama saja, sama-sama susu protein dengan fungsi yang sama. Ada juga yang tidak mengetahui kalau whey protein saja memiliki berbagai level, karena itu harga susu protein selalu bervariasi. Baca Juga : Mengenal Whey Protein dan Manfaatnya

1. Cara Kerja

Whey dan Casein memiliki cara kerja yang sangat berbeda. Whey protein mengandung asam amino yang lebih mudah diserap dibandingkan casein protein. Protein ini memungkinkan untuk absorbsi secara cepat oleh usus langsung setelah konsumsi. Proses ini menghasilkan lonjakan cepat kadar asam amino yang diangkut ke berbagai jaringan tubuh untuk meningkatkan sintetis protein secara langsung. Jika whey protein sangat cepat diserap oleh tubuh, casein protein justru lebih lambat dicerna. Tubuh memerlukan waktu 5-7 jam untuk mencerna casein. Casein berubah menjadi gel di perut sehingga proses penyerapannya menjadi lebih perlahan. Dengan demikian, kadar protein dalam tubuh lebih terjaga keseimbangannya.

2. Kandungan Protein

Whey protein memiliki beberapa level protein mulai dari 70 – 90%. Sedangkan, rata-rata produk susu casein memiliki kandungan protein 30-50%. Namun ingat, setiap jenis casein memiliki kelebihan dan kekurangan satu sama lain. Whey protein memiliki protein yang lebih tinggi dan mudah diserap tubuh, tapi juga mudah hilang. Casein sendiri memiliki kandungan protein yang lebih sedikit, tapi bersifat stabil untuk menjaga keseimbangan protein dalam tubuh.

3. Waktu Konsumsi

Penyerapan yang cepat pada whey protein juga menghasilkan kerja whey dalam jangka waktu pendek, hanya beberapa jam setelah konsumsi. Karena itu whey protein paling efektif dikonsumsi sebelum olahraga untuk meningkatkan massa otot dan membakar lemak secara langsung. Lain dengan whey, penyerapan casein yang perlahan akan membuat kenyang lebih lama. Karena itu casein biasa dikonsumsi sebelum tidur untuk mencegah rasa lapar, serta untuk menjaga keseimbangan protein dalam tubuh saat beristirahat. Sekarang, sudah jelas perbedaan whey protein dan casein protein. Jadi mana yang lebih baik untuk dikonsumsi? Tidak ada yang lebih baik, keduanya sama sama baik dan memiliki kelebihan masing-masing. Kombinasikan saja supaya hasilnya maksimal. Minum whey protein saat akan beraktivitas atau berolahraga. Kemudian, sebelum tidur konsumsi casein protein supaya protein tetap terjaga, pembakaran tubuh dan pembentukan otot juga tetap berlangsung saat beristirahat. Baca Juga : Kenali Manfaat Casein Protein

Sumber : Bill Campbell. (2013). Sports Nutrition: Enhancing Athletic Performance Jay R. Hoffman. (2004). Protein – Which is Best?. Journal of Sports Science and Medicine : Las Vegas Pasha Gurevich. (2014). Fast vs Slow Protein : Understanding the Effects of Absorption. www.labdoor.com S Pal, et al. (2014). Comparative effects of whey and casein proteins on satiety in overweight and obese individuals: a randomized controlled trial. Supplemets Ranking. www.labdoor.com