Perbedaan Susu Penambah Berat Badan dan Susu Biasa

Perbedaan Susu Penambah Berat Badan dan Susu Biasa

Penulis: Gradita | Editor: Alhasbi

Saat Anda ingin menambah berat badan, Anda akan melakukan berbagai cara agar berat badan kian meningkat. Salah satu cara yang dapat Anda lakukan adalah dengan mengonsumsi susu penambah berat badan.

Jenis susu ini dipercaya mampu membantu menambah berat badan secara cepat dengan melengkapi nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh Anda.

Namun, tahukah Anda apa yang membedakan jenis susu penambah berat badan dengan susu biasa? Berikut penjelasannya.

Perbedaan Susu Penambah Berat Badan dengan Susu Biasa

Banyak orang percaya bahwa Susu merupakan salah satu minuman yang dapat membantu menambah berat badan. Pasalnya kandungan protein, karbohidrat, dan lemak di dalamnya dapat menaikan massa otot. Dengan begitu, berat badan pun akan bertambah.

Berdasarkan kandungan lemak di dalamnya, susu terbagi dalam beberapa jenis meliputi susu skim, susu 1%, susu 2%, dan susu utuh atau whole milk.

Susu jenis whole milk terkenal paling efektif dalam menambah berat badan karena kandungan lemak dan kalorinya paling tinggi di antara susu jenis lain.

Perlu Anda ketahui, kandungan nutrisi dalam susu penambah berat badan dibuat beberapa kali lipat. Dengan begitu, susu penambah berat badan dapat meningkat berat badan dengan cepat dan maksimal.

Untuk itu, berikut penjelasan mengenai perbedaan kandungan pada susu penambah berat badan dengan susu biasa atau whole milk dalam satu gelas takar.

1. Kalori

Saat ingin menambah berat badan, Anda membutuhkan asupan kalori yang lebih banyak. Susu biasa mengandung sekitar 80-140 kalori dalam satu gelas sedangkan susu penambah berat badan umumnya mengandung lebih dari 600 kalori per gelas.

Bahkan terdapat beberapa merek susu penambah berat badan yang mengandung sekitar 1.280 kalori dalam satu gelas. Jumlah kalori yang tinggi ini sangatlah efektif untuk menambah berat badan dengan cepat.

2. Protein

Perlu Anda ketahui, protein merupakan salah satu nutrisi yang penting untuk meningkatkan berat badan. Protein dapat membantu meningkatkan massa otot dan memperbaiki jaringan tubuh.

Kandungan protein yang pada susu biasa hanya sekitar 5-8 gram per gelas. Sedangkan kandungan protein pada susu penambah berat badan bisa mencapai 50-63 gram.

Oleh sebab itu, para atlet dan binaragawan (bodybuilder) biasanya mengonsumsi susu tinggi protein untuk membantu menambah massa otot.

3. Karbohidrat

Karbohidrat merupakan sumber energi bagi tubuh. Kandungan karbohidrat dalam satu gelas susu biasa adalah sekitar 8-13 gram. Sedangkan pada susu penambah berat badan sekitar 80-100 gram.

4. Lemak

Tidak hanya karbohidrat, lemak juga menjadi sumber energi bagi tubuh. Kandungan lemak pada susu biasa hanya sekitar 5-8 gram dalam satu gelas, sementara pada susu penambah berat badan hampir 2x lipatnya, yaitu sekitar 10-17 gram.

Baca Juga : 8 Makanan Sehat Penambah Berat Badan dengan Cepat

Perlu Anda ketahui, selain mempunyai kandungan kalori, protein, karbohidrat, serta lemak yang lebih tinggi, susu penambah berat badan juga mengandung nutrisi lain, yaitu asam amino.

Asam amino berfungsi untuk memproduksi energi, menunjang penyerapan berbagai mineral, serta membentuk dan memperbaiki jaringan tubuh. Oleh karena itu, mengonsumsi susu penambah berat badan dapat menjadi solusi efektif untuk menambah berat badan.

Namun perlu Anda perhatikan, meskipun sudah mengonsumsi susu penambah berat badan, sebaiknya Anda tetap berolahraga untuk menaikan massa otot. Dengan begitu, bukan hanya bobot badan saja yang bertambah, tetapi juga bentuk tubuh Anda akan terlihat lebih kencang.

Tips menambah berat badan

Selain mengonsumsi susu penambah berat badan, terdapat beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk memaksimalkan penambahan berat badan, meliputi:

  • Olahraga secara rutin, minimal 30 menit sehari. Anda dapat berolahraga ringan seperti jogging, bersepeda, atau yoga.
  • Pilihlah makanan tinggi nutrisi terutama kalori, protein, karbohidrat, dan lemak.
  • Makan lebih sering dengan porsi kecil serta mulai mencamil makanan ringan. Namun, pastikan makanan tersebut bergizi dan tidak mengandung garam yang terlalu tinggi.
  • Menambah asupan kalori pada makanan seperti menaburkan keju parut pada roti, mentega pada tumisan, atau susu dan krim pada sup.
  • Menggunakan suplemen yang aman untuk penambah berat badan.
  • Mengonsumsi susu sebelum tidur.
  • Konsumsi minuman padat kalori dan nutrisi seperti smoothies, yogurt, ataupun jus segar.
  • Hindari kopi, soda, dan minuman lain yang tinggi kalori namun sedikit nutrisi.
  • Jangan minum sebelum makan, karena akan membuat Anda kenyang lebih cepat.
  • Selalu mengontrol stres dan tidur yang cukup.
  • Konsultasi dengan dokter gizi.

Baca Juga : Penyebab Badan Kurus dan Cara Sehat Mengatasinya

Sumber

Healthline. (2019). Does Milk Help You Gain Weight?. www.healthline.com

Healthline. (2017). 6 Health Risks of Being Underweight. www.healthline.com

Live Strong. (2019). Drinking Milk Before Bed to Gain Weight. www.livestrong.com

Mayo Clinic (2020). What’s a good way to gain weight if you’re underweight?. www.mayoclinic.org

Verywellfit. (2021). Milk Nutrition Facts and Health Benefits. www.verywellfit.com