Perbedaan Diabetes Mellitus dan Insipidus

Image : medicalnewstoday.com

Penulis : Dita Safitri | Editor : Atsa

Diabetes mellitus adalah penyakit yang terjadi ketika kandungan glukosa atau gula dalam darah kita terlalu tinggi. Glukosa sendiri merupakan sumber utama energi untuk kita beraktivitas. Sumbernya bisa kita dapatkan melalui beraneka jenis makanan yang kita santap setiap harinya.

Untuk membantu glukosa masuk ke sel dan mengubahnya jadi energi, tumbuh memerlukan hormon insulin yang dihasilkan oleh pankreas. Ada kalanya tubuh tidak menghasilkan cukup insulin atau insulin tidak berfungsi dengan baik. Inilah yang menyebabkan gula tidak terkonversi jadi energi hingga akhirnya menumpuk dalam darah. Seiring berjalannya waktu, gula darah yang terlalu banyak ini bisa menimbulkan banyak masalah kesehatan yang berbahaya.

Baca Juga : Mengapa Tes Golongan Darah itu Penting?

Apa Perbedaan Diabetes Melitus dan Diabetes Insipidus?

Diabetes mellitus dan diabetes insipidus seringkali membuat orang kebingungan. Meski namanya sama-sama diabetes, kedua penyakit ini tidak ada hubungannya sama sekali. Baik dari segi penyebab, gejala hingga penanganannya pun berbeda.

Jika kasus diabetes mellitus sangat mudah kita temui, diabetes insipidus adalah penyakit yang tergolong langka. Diabetes insipidus disebabkan adanya masalah yang berkaitan dengan hormon antidiuretik (ADH) atau reseptornya yang menyebabkan penderitanya sering buang air kecil.

Volume urin yang banyak ini biasanya sangat encer dan terdiri dari air. Karena frekuensinya yang sering, seseorang dengan masalah diabetes insipidus akan merasa sering haus, cenderung buang air kecil bahkan di malam hari hingga mengompol.

Diabetes insipidus ringan bisa ditangani dengan membatasi konsumsi air 2 hingga 2,5 liter per hari. Sampai saat ini belum ada penelitian atau kasus yang diabetes insipidus yang membahayakan nyawa.

Jenis-Jenis Diabetes Mellitus

Ada 3 jenis diabetes mellitus yang dikenal dalam dunia kesehatan yakni diabetes tipe 1, diabetes tipe 2 dan diabetes gestasional.

Diabetes Tipe 1

Jika Anda menderita diabetes tipe 1, tubuh tidak bisa memproduksi insulin. Ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh menyerang dan menghancurkan sel penghasil insulin yang ada di pankreas. Kasus diabetes tipe 1 bisa terjadi pada anak-anak hingga remaja, namun juga bisa muncul di usia berapa pun. Penderita diabetes tipe 1 harus mengonsumsi insulin setiap hari untuk bertahan hidup.

Diabetes Tipe 2

Pada kasus diabetes tipe 2, tubuh tidak bisa menggunakan insulin dengan baik. Diabetes tipe 2 bisa diderita oleh berbagai rentang usia, bahkan anak-anak. Kasus diabetes ini paling sering terjadi pada orang paruh baya atau lanjut usia. Ditambah lagi, diabetes tipe 2 merupakan kasus yang paling umum terjadi.

Diabetes Gestasional

Diabetes gestasional adalah jenis diabetes yang sering dialami oleh wanita ketika hamil. Setelah bayi lahir, penyakit ini  biasanya akan hilang dengan sendirinya. Jika Anda menderita diabetes gestasional selama periode kehamilan, ada risiko lebih besar Anda akan terserang diabetes tipe 2 nantinya. Untuk mencegah, ada baiknya Anda mulai mengatur pola makan dan mengurangi konsumsi gula berlebih.

Jenis-jenis Diabetes Insipidus

Ada 3 jenis diabetes insipidus yakni :

Diabetes Insipidus Pusat

Ini merupakan kasus yang paling sering terjadi. Penyebabnya adalah adanya kerusakan pada kelenjar pituitari yang menyebabkan pelepasan hormon ADH jadi tidak normal. Kerusakan kelenjar pituitari bisa terjadi karena cedera kepala, bedah saraf hingga kelainan genetik.

Diabetes Insipidus Nefrogenik

Diabetes insipidus jenis ini terjadi ketika ginjal tidak bisa merespon ADH. Penyebabnya bisa karena obat, gagal ginjal hingga kelainan genetik bawaan.

Diabetes Insipidus Gestasional

Kasus diabetes jenis ini hanya dialami oleh beberapa ibu di masa kehamilan. Ini terjadi karena enzim yang dibuat oleh plasenta menghancurkan hormon ADH yang dihasilkan oleh tubuh ibu.

Polidipsia Primer

Dikenal juga dengan sebutan diabetes insipidus dipsogenik, kondisi ini menyebabkan penderitanya memproduksi urin encer dalam jumlah besar. Penyebabnya adalah karena minum terlalu banyak cairan. Polidipsia primer dapat disebabkan oleh kerusakan mekanisme pengaturan rasa haus di otak. Kondisi ini juga dikaitkan dengan penyakit mental, seperti skizofrenia.

Diabetes mellitus dan diabetes insipidus adalah dua jenis penyakit yang berbeda dan tidak berhubungan sama sekali. Meskipun jika dilihat dari segi gejala ada kemiripan di antara keduanya yakni mudah haus dan sering buang air kecil.

Diabetes mellitus berhubungan dengan kadar gula dalam darah, sementara diabetes insipidus adalah ketidakmampuan tubuh mengelola cairan. Pastikan Anda melakukan pemeriksaan untuk mendapatkan penanganan yang tepat untuk masalah diabetes yang Anda alami.

Baca Juga : Diabetes: Makanan yang Dianjurkan & Dilarang

 

Sumber :
Diffen (2013). Diabetes Insipidus VS Diabetes Mellitus. www.diffen.com
NIDDK NIH (2016). What is Diabetes? www.niddk.nih.gov
Cleveland Clinic (2018). Diabetes Mellitus: An Overview. www.clevelandclinic.org
Medicine Net (2016). Diabetes Insipidus. www.medicine.net
Mayo Clinic (2019). Diabetes Inspidus. www.mayoclinic.org