Kenali Perbedaan Demam Biasa dengan Demam Berdarah

Image: onlymyhealth.com

Penulis: Dhiya | Editor: Niahappy

Penyakit demam bisa menyerang siapa saja termasuk anak-anak. Suhu tubuh yang terjadi saat demam dapat sama sepanjang hari atau bahkan bisa meningkat sewaktu-waktu. Pada dasarnya demam terjadi karena infeksi seperti virus flu atau infeksi bakteri radang tenggorokan atau juga karena suatu penyakit.

Demam yang sering menyerang sebagian besar anak-anak ini seringkali dianggap sebagai demam biasa. Padahal sudah banyak kasus kematian yang disebabkan demam karena ketidakpahaman sebagian besar masyarakat. Demam berbahaya tersebut merupakan demam berdarah atau demam dengue. Seringkali demam berdarah disamakan dengan demam biasa, karena tanda-tandanya hampir sama dengan demam berdarah.

Untuk mencegah sekaligus membantu Anda membedakan demam biasa dengan demam berdarah, sebaiknya kenali terlebih dahulu perbedaannya berikut ini.

Baca Juga : Musim Hujan Tiba, Cegah Demam Berdarah dengan 6 Langkah Berikut

Demam Biasa

Demam merupakan kondisi suhu tubuh lebih tinggi dari keadaan normal yang menandakan bahwa tubuh sedang bekerja aktif melawan peradangan dari infeksi. Pada umumnya, gejala yang terjadi oleh penderita demam biasa adalah sakit kepala, kelemahan, nafsu makan berkurang, tubuh berkeringat, dehidrasi, dan merasa kedinginan. Demam biasa akan hilang dalam beberapa hari, baik menggunakan obat atau tidak.

Umumnya demam biasa disebabkan oleh flu, sakit tenggorokan, cacar air, efek samping dari obat, stroke panas, keracunan makanan, paparan sinar matahari yang berlebihan, dan penyakit rheumatoid.

Anak-anak berisiko mengalami demam karena sistem kekebalan tubuh mereka yang masih lemah. Kontak dengan orang sakit, serta mengkonsumsi makanan dan air yang tidak bersih pun menjadi faktor seseorang berisiko terkena penyakit demam.

Demam Berdarah

Demam berdarah atau DBD adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue yang berasal dari nyamuk. Penyakit demam berdarah biasanya terjadi di daerah tropis dan sub-tropis. Penyakit demam berdarah dapat menyebabkan tekanan darah yang tiba-tiba drastis bahkan menyebabkan kematian. Gejala demam berdarah biasanya ditandai dengan demam yang mendadak tinggi hingga 40 derajat celcius yang terjadi sampai tujuh hari. Nyeri pada otot dan sendi yang berujung tubuh menggigil dan berkeringat.

Setelah mengalami demam, penderita DBD akan mengalami sakit kepala parah dan sakit pada bagian belakang mata. Bahkan rasa sakitnya sampai terasa di sekitar dahi. Tidak hanya itu, perut dan punggung juga terasa tidak nyaman hingga menyebabkan mual dan muntah. Serta merasa kelelahan yang dapat menurunkan nafsu makan dan sistem imun tubuh yang melemah.

Seseorang yang terserang demam berdarah akan melewati 3 fase, yaitu :

1. Fase demam

Demam tinggi yang mencapai 40 derajat celcius hingga 7 hari. Disertai dengan muka kemerahan, ruam kulit, sakit kepala, dan nyeri di seluruh tubuh. Gejala ini dapat menghambat aktivitas sehari-hari dan kegiatan rutin lainnya.

2. Fase kritis

Setelah melewati fase demam, penderita demam berdarah akan mengalami fase kritis yang dimana banyak sebagian orang yang terkecoh. Karena fase ini ditandai dengan penuruan suhu tubuh hingga 37 derajat celcius ke suhu normal.

Fase ini tidak bisa diabaikan dan jika tidak segera mendapatkan pengobatan akan mengalami penuruan trombosit yang akan mengakibatkan pendarahan yang sering tidak disadari.  Fase kritis ini berlangsung tidak lebih dari 24 – 38 jam.

Fase ini berisiko tinggi mengalami kebocoran pembuluh darah. Indikasi dini dapat dilihat saat penderita mengalami muntah secara terus menerus, mimisan, atau nyeri perut yang hebat.

3. Fase penyembuhan

Setelah penderita mengalami penurunan suhu tubuh, penderita akan mengalami demam kembali di fase penyembuhan. Namun, kondisi ini merupakan fase trombosit akan perlahan naik dan normal kembali. Saat memasuki fase penyembuhan, penderita demam berdarah akan perlahan membaik yang ditandai dengan penuruan gejala nyeri perut, nafsu makan yang meningkat, dan fungsi diuretik yang membaik.

Itulah perbedaan demam berdarah dengan demam biasa. Jika orang terdekat Anda mengalami gejala berbahaya seperti demam berdarah, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Saat demam berdarah, disarankan penderita banyak minum air putih, susu, minuman elektrolit, dan jus buah yang mengandung vitamin serta kalori.

Pertolongan pertama yang bisa dilakukan adalah dengan meminum minuman tersebut, lalu kompres tubuh dengan air hangat. Setelah mengetahui perbedaannya, Anda perlu menyadari dan lebih peka dengan orang sekitar yang terserang penyakit demam.

Baca Juga : 9 Makanan untuk Mempercepat Penyembuhan Demam Berdarah

Sumber:
Hello Sehat. (2016). Demam. www.hellosehat.com
BangkaPos.com. (2019). Obat Demam Berdarah DBD dan Demam Biasa: Banyak Minum Air Putih, Susu, dan Jus Buah. www.Bangka.tribunnews.com
Hello Sehat. (2018). Berbagai Gejala Demam Berdarah yang Tidak Boleh Diabaikan. www.hellosehat.com
Dokter Sehat. (2018). Perbedaan Demam Biasa dengan Demam Berdarah. www.doktersehat.com
Fimela. (2015). Sekedar Demam Biasa atau Demam Berdarah Ini Perbedaannya. www.fimela.com
Nova.id. (2016). Ini Bedanya Gejala Demam Biasa dengan Demam Berdarah. www.Nova.grid.id