Penyebab serta Cara Mengatasi Nyeri Leher dan Pundak

Penyebab serta Cara Mengatasi Nyeri Leher dan Pundak

Penulis: Opie

Leher dan bahu Anda didukung oleh otot, tulang, saraf, pembuluh darah, serta banyak ligamen dan struktur pendukung lainnya.

Tidak heran, ketika Anda merasakan nyeri di area tersebut, terdapat berbagai macam kondisi yang bisa menjadi penyebab utamanya.

Beberapa penyebab yang mendasari munculnya rasa nyeri di area leher dan bahu adalah hal yang tidak perlu Anda khawatirkan dan dapat mereda dengan mudah, namun terkadang keadaan ini merupakan hal yang dapat mengancam jiwa Anda, seperti serangan jantung dan trauma tertentu yang cukup parah.

Baca Juga: Ketahui Penyebab Nyeri Leher dan Cara Mengatasinya

Penyebab Nyeri Leher dan Pundak

Penyebab dari timbulnya rasa nyeri di area leher dan pundak Anda sangat bervariasi. Mulai dari yang sepele hingga hal-hal yang perlu diwaspadai.

Berikut adalah berbagai penyebab dari nyeri leher dan nyeri pundak yang mungkin terjadi pada diri Anda:

Baca Juga: Pundak Terasa Nyeri dan Kaku? Ketahui 10 Penyebabnya!

1. Postur dan Posisi Tidur

Membiarkan leher Anda berada pada posisi canggung dalam waktu lama, khususnya selama Anda tidur, dapat menyebabkan ketegangan pada otot, tendon leher serta bahu Anda yang berujung pada timbulnya rasa nyeri.

Berikut adalah beberapa postur dan aktivitas yang umumnya menimbulkan nyeri pada leher dan bahu Anda:

  • Tidur di atas tumpukan bantal yang terlalu tinggi
  • Menggeretakkan atau mengatupkan gigi di malam hari
  • Duduk di depan komputer atau kebiasaan menelpon dengan leher tegang ke depan atau miring ke atas
  • Menyentak leher Anda saat berolahraga secara tiba-tiba
  • Kebiasaan menggendong tas ransel dengan beban yang berat.

2. Patah Tulang Selangka (klavikula)

Tulang selangka atau klavikula merupakan tulang yang berbentuk sedikit melengkung di bagian atas dada, yang membentang dari tulang belikat ke tulang rusuk Anda.

Fraktur klavikula sering terjadi saat Anda terjatuh dan mengenai lengan Anda yang sedang terulur. Berikut adalah beberapa tanda patahnya klavikula:

  • Rasa sakit yang hebat di area bahu dan sekitarnya
  • Ketidakmampuan untuk mengangkat lengan Anda
  • Bahu yang kendur
  • Memar, bengkak, dan nyeri tekan.

3. Cedera Jaringan Lunak

Rasa sakit yang timbul pada leher dan bahu sering kali disebabkan oleh cedera pada jaringan lunak.

Jaringan lunak sendiri meliputi otot, tendon, serta ligamen Anda. Istilah jaringan lunak digunakan untuk membedakan dari jaringan keras tulang dan tulang rawan.

Cedera pada jaringan lunak bisa menimbulkan berbagai macam keadaan, seperti:

  • kekakuan
  • sakit kepala
  • kejang otot.

4. Herniasi Diskus (Cedera Hernia Tulang Belakang)

Herniasi diskus adalah keadaan di mana bagian tengah yang berwujud seperti gel dari cakram tulang belakang Anda mengalami kebocoran. Kondisi ini kemudian menekan saraf bahu, atau menyembul keluar di area leher Anda.

Gejala herniasi diskus sangat bervariasi, tergantung pada lokasi herniasi dan respons Anda terhadap nyeri. Rasa nyeri tersebut bisa jadi muncul di area-area seperti:

  • Area lengan yang menjalar ke tangan
  • Area tulang belikat
  • Area leher, terlebih ketika Anda menoleh atau menekuk leher.

5. Angina Stabil (Stable Angina)

Nyeri di area bahu, leher, punggung, atau rahang juga bisa menjadi gejala angina stabil. Keadaan ini terjadi ketika jantung tidak mendapatkan cukup oksigen karena penyempitan arteri koroner.

Keadaan ini pada umumnya muncul dengan rasa nyeri di bagian tengah dada, yang bisa jadi menyebar ke lengan kiri, bahu, leher, punggung, hingga rahang Anda. Segeralah menghubungi dokter jika Anda mengalami kondisi yang cukup berbahaya ini.

Selain hal-hal yang telah disebutkan di atas, nyeri pada leher dan pundak juga dapat disebabkan oleh hal-hal lain yang mendasarinya, yakni:

  • Batu empedu atau kantung empedu yang membesar
  • Dislokasi bahu
  • Tendinitis bahu atau bursitis
  • Frozen shoulder (adhesive capsulitis)
  • Skapula patah
  • Stroke atau diseksi arteri serviks
  • Serangan jantung
  • Dan lain sebagainya

Cara Mengatasi Nyeri Leher dan Pundak di Rumah 

Jika yang Anda alami adalah nyeri leher dan bahu ringan, Anda dapat membantu meredakan nyeri tersebut dengan pengobatan rumahan. Sedangkan untuk gejala nyeri yang lebih parah, Anda sebaiknya segera menghubungi dokter terdekat.

Berikut adalah beberapa tips dan metode pencegahan rumahan yang dapat Anda coba:

  • Berhentilah sejenak dari segala jenis olahraga atau aktivitas lain yang dapat memperburuk keadaan.
  • Gunakan kompres es di area terjadinya nyeri selama tiga hari pertama sejak rasa sakit Anda mulai muncul.
  • Bungkus kantong es dengan handuk dan kompreskan pada area nyeri selama 20 menit, 5 kali sehari. Tindakan ini akan membantu mengurangi pembengkakan.
  • Beri sensasi hangat di area nyeri menggunakan bantal pemanas atau kompres hangat.
  • Minum obat, serta krim pereda nyeri otot yang dijual bebas tanpa resep dokter.
  • Kenakan pembungkus bahu pereda nyeri untuk mengurangi pembengkakan dan rasa nyeri.
  • Beri pijatan di area leher dan bahu dengan lembut.

Baca Juga: Ketahui Penyebab Nyeri Otot (Myalgia) dan Cara Mengatasinya

Sumber

Healthline. (2019). What Causes Concurrent Neck and Shoulder Pain, and How Do I Treat It?. www.healthline.com

Mayfield Clinic. Herniated cervical disc. www.mayfieldclinic.com

Medicenenet. (2019). Shoulder and Neck Pain. www.medicinenet.com

Penn Medicine. (2019). 5 Possible Causes of Neck and Shoulder Pain. www.pennmedicine.org

Verywell Health. (2019). Common Causes of Neck and Shoulder Pain. www.verywellhealth.com