Penyebab Nyeri Ulu Hati dan Cara Mengatasinya

Penyebab Nyeri Ulu Hati dan Cara Mengatasinya

Image: Thenoakesfoundation.com

Penulis : Dhiya | Editor : Niahappy

Salah satu masalah kesehatan yang sering dikeluhkan oleh banyak orang adalah gangguan pencernaan seperti nyeri ulu hati. Nyeri ulu hati adalah kondisi yang menyakitkan dan membakar yang terjadi di daerah dada bagian bawah. Penyakit ini merupakan gejala refluks asam, yaitu suatu kondisi asam lambung keluar ke kerongkongan.

Umumnya nyeri ulu hati disertai dengan sendawa, mual, atau perut kembung. Namun, nyeri ulu hati juga bisa menjadi pertanda bahwa Anda mengidap penyakit lainnya. Sebaiknya ketahui terlebih dahulu penyebab penyakit ulu hati berikut ini:

Baca Juga: Atasi Perut Kembung dan Cegah Terjadinya Kembali

1. Penyakit Kantong Empedu

Kantong kecil yang berada di bawah hati merupakan kantong empedu. Kantong ini sebagai tempat menyimpan cairan untuk membantu tubuh mencerna lemak. Jika kantong empedu Anda bermasalah, maka akan memicu rasa sakit perut yang hebat terutama di bagian ulu hati. Salah satu penyakit kantong empedu yang perlu diwaspadai adalah batu empedu.

Batu empedu atau peradangan pada kantong empedu ini memblokir saluran kantong empedu yang dapat menyebabkan sakit ulu hati. Biasanya akan timbul rasa nyeri di daerah perut bagian kanan, rasa sakitnya seperti menggerogoti. Gejalanya disertai dengan mual, muntah, demam, tubuh gemetar, nyeri dada, dan feses berwarna tanah liat. Untuk mengatasi penyakit ini harus ditangani lewat pembedahan untuk membuang batu empedu.

2. Tukak Lambung

Tukak lambung merupakan luka yang terbuka pada lapisan dinding lambung atau sebagian usus kecil yang disebabkan oleh infeksi bakteri  H. pylori. Selain itu tukak lambung juga bisa disebabkan oleh penggunaan obat tertentu secara berlebih seperti ibuprofen, ketoprofen, naproxen, dan bisphosphonates. Sehingga dapat menimbulkan rasa sakit yang menjalar hingga ulu hati.

Selain itu, rasa sakit juga akan terasa pada area pusar dan dada. Gejalanya rasa panas dan nyeri perasaan di bagian atas atau tengah perut. Saat perut Anda kosong, rasa sakit akan lebih terasa. Jika Anda mengalami tukak lambung biasanya akan disertai dengan rasa lelah, mual, selera makan berkurang, pucat, dan berat badan yang menurun.

3. Pankreatitis

Pankreatitis merupakan kondisi dimana pankreas meradang. Penyakit ini ditandai dengan nyeri ulu hati yang menjalar hingga ke belakang atau bagian punggung. Peradangan pankreas ini dapat berupa radang akut atau radang kronis. Radang akut menimbulkan gejala seperti mual, diare, sakit kuning, nyeri pada perut, demam tinggi, dan gangguan pencernaan.

Sedangkan radang kronis bisa menyebabkan tinja yang berbau busuk dan penurunan berat badan. Bahkan pankreatitis yang paling parah bisa menyebabkan syok, perdarahan, hingga kematian.

4. Preeklamsia

Tidak hanya terjadi pada orang biasa, ibu hamil justru rentan terkena penyakit nyeri ulu hati. Karena seiring berkembangnya janin yang terus membesar dapat menimbulkan rasa sakit di perut. Preeklamsia merupakan masalah kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi pada ibu hamil serta pembengkakan pada tangan dan kaki.

Jika ibu hamil merasakan sakit yang terjadi secara terus-menerus, bisa saja menjadi pertanda preeklamsia. Gejalanya timbul rasa mual dan muntah, nyeri perut bagian atas, penglihatan kabur, penurunan jumlah urin, terdapat protein dalam urin, dan pembengkakan pada wajah, kaki, tangan, dan mata. Penyakit ini sangat fatal bagi ibu hamil dan janin, sebaiknya Anda segera melakukan pemeriksaan ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

5. Makanan Tinggi Lemak

Tidak hanya penyakit, makanan juga menjadi salah satu penyebab nyeri ulu hati. Makanan yang berlemak dapat menyebabkan nyeri ulu hati, bahkan termasuk makanan yang mengandung lemak sehat seperti keju, kacang-kacangan, dan alpukat. Terdapat dua alasan mengapa makanan tinggi lemak dapat memicu nyeri ulu hati.

Pertama, makanan berlemak mengandung sfingter esophagus, bagian bawah otot yang bertindak sebagai penghalangan antara esophagus dan lambung. Saat otot ini rileks, asam lambung dapat keluar ke kerongkongan dan menyebabkan nyeri ulu hati. Kedua, makanan tinggi lemak dapat merangsang pelepasan hormon cholecystokinin (CCK). Hormon ini juga menyebabkan refluks asam yang menyebabkan nyeri ulu hati.

Cara Mengatasi Nyeri Ulu Hati

Saat Anda mengalami penyakit nyeri ulu hati, Anda bisa melakukan beberapa cara di rumah, seperti:

  • Mengkonsumsi makanan sehat seperti buah-buahan, sayuran, madu mentah organik, teh chamomile, dan mengunyah daun kemangi segar. Hindari mengkonsumsi kafein, alkohol, cokelat, dan makanan pedas.
  • Mengatur pola makan dan porsi makan supaya lebih teratur. Usahakan untuk membiasakan diri makan dengan porsi yang sedikit namun lebih sering. Hal ini bertujuan untuk mencegah peningkatan asam lambung.
  • Jangan berolahraga setelah makan, beri waktu jeda beberapa sambil melakukan aktivitas ringan lainnya namun jangan berbaring. Karena akan memperburuk refluks lambung.
  • Obat antasida doen bisa Anda gunakan untuk membantu menetralkan asam lambung. Selain itu dapat mengurangi rasa sakit. Dianjurkan untuk mengkonsumsi obat antasida doen dalam bentuk cair daripada bentuk tablet. Sebaiknya dikonsumsi satu jam setelah makan dan sebelum tidur.
  • Mengunyah permen karet tanpa gula setelah makan. Permen karet mampu meningkatkan air liur yang membantu menetralkan asam, menenangkan kerongkongan dan mencuci asam kembali ke perut. Namun hindari permen yang beraroma peppermint karena akan meningkatkan rasa mulas berlebih.
  • Jika Anda mengalami rasa nyeri ulu hati setelah makan, sebaiknya perlu hindari beberapa hal seperti jangan langsung berbaring yang dapat memperparah sensai perut panas, kenakan pakaian yang longgar supaya tidak menekan bagian perut, dan tinggikan kepala dan tubuh saat berbaring untuk mencegah isi lambung naik kembali ke esophagus.

Itulah beberapa penyebab dari nyeri ulu hati. Setelah Anda mengetahuinya, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter atau lakukan pencegahan seperti menghindari ngemil diantara waktu makan, mengunyah makanan dengan benar, dan jangan terlalu banyak minum air putih saat makan. Semoga bermanfaat!

Baca Juga: Ketahui Makanana Apa saja yang Harus Dihindari Penderita Kolesterol Tinggi

Sumber:
Healthline. 11 Foods That Can Cause Heartburn. www.healthline.com
Halodoc. (2018). 6 Penyebab Ulu Hati Terasa Sakit. www.halodoc.com
Alodokter. (2018). Enam Penyebab Sakit di Ulu Hati dan Tips Mengatasinya. www.alodokter.com
Solluna. (2012). Quick and Easy Tips to Prevent Acid Reflux and Heart Burn. mysolluna.com
Harvard Medical School. 8 Ways to Quell the Fire of Heartburn. www.health.harvard.edu

 



Add Your Comment