Penyebab dan Cara Menghilangkan Keloid

Penulis: Dita | Editor: Atsa

Anda mungkin pernah mendengar istilah keloid. Keloid sendiri terbentuk dari luka yang kemudian sembuh namun meninggalkan bekas berupa tonjolan daging. Keloid bisa tumbuh melebihi ukuran luka yang menjadi penyebabnya.

Meskipun tidak terlalu tampak, namun orang-orang yang memiliki keloid terutama di area terbuka akan merasa tidak nyaman karena tampilannya. Keloid juga bisa menyebabkan rasa risih, kulit yang mengetat bahkan bisa membatasi area gerak jika lokasinya di dekat persendian seperti lutut atau pergelangan kaki.

Penyebab Keloid

Keloid bisa muncul ketika kulit memberikan respon berlebih terhadap luka. Ketika kulit terluka, ia akan mengirimkan sel-sel pembentuk kolagen untuk menyembuhkan. Dalam keadaan normal, sel-sel ini hanya menutup luka saja dengan meninggalkan bekas kecil. Itulah yang jadi penyebab keloid. Adanya keloid membuat sel-sel terus bertambah banyak bahkan setelah luka sembuh. Jaringan parut ini terus tumbuh, membentuk luka besar dan menonjol.

Beberapa penyebab keloid paling umum antara lain:

  • Luka atau tusukan, termasuk goresan saat Anda terkena pisau cukur
  • Luka bakar
  • Sayatan bekas operasi
  • Gigitan serangga
  • Masalah kulit seperti jerawat
  • Cacar air atau penyakit yang menyebabkan munculnya jaringan parut pada permukaan kulit
  • Tato atau tindikan.

Ada kasus di mana keloid muncul tanpa sebab yang jelas. Sebuah tinjauan dari Journal of Medical Investigations and Practice menyatakan bahwa beberapa keloid diketahui muncul tanpa adanya cedera kulit. Keloid bahkan bisa muncul bertahun-tahun setelah cedera terjadi.

Meskipun bisa terjadi pada jenis kulit apa saja, keloid biasanya lebih besar berisiko muncul jika Anda memiliki keluarga dengan riwayat serupa. Orang-orang yang berusia di bawah 30 tahun terutama remaja juga rentan memiliki keloid. Wanita hamil serta orang-orang yang memiliki warna kulit cenderung gelap juga memiliki risiko lebih tinggi terkena keloid.

Meskipun termasuk ke dalam jenis tumor jinak, keloid sebenarnya tidak berbahaya. Keloid juga tidak akan berubah menjadi kanker atau menyebabkan masalah kesehatan yang serius.

Cara Menghilangkan Keloid

Orang-orang yang memiliki keloid dan merasa tidak nyaman dengannya bisa melakukan penyembuhan untuk menipiskan, melembutkan hingga menghilangkannya. Banyak dokter melakukan kombinasi beberapa jenis treatment untuk mendapatkan hasil terbaik. Treatment tersebut antara lain:

  1. Suntikan Kortikosteroid. Obat yang digunakan untuk suntikan ini dapat membantu mengecilkan bekas luka.
  2. Cryotherapy. Cryotherapy merupakan proses membekukan bekas luka untuk mengurangi ukuran keloid. Terapi ini bekerja dengan baik untuk menghilangkan keloid berukuran kecil.
  3. Menggunakan Silikon. Anda mungkin akan diberi lembaran silikon atau gel untuk diletakkan di atas bekas luka. Ini dapat membantu meratakan tonjolan dari keloid.
  4. Terapi Laser. Terapi dengan menggunakan laser juga banyak dilakukan tenaga medis untuk membantu meratakan keloid dan memudarkan warnanya agar seragam dengan warna kulit di sekelilingnya.
  5. Operasi Pengangkatan. Melakukan operasi pengangkatan untuk menghilangkan keloid kerap dilakukan. Namun ada kemungkinan keloid akan muncul kembali setelahnya.
  6. Pressure Treatment. Setelah melakukan operasi pengangkatan, Anda bisa terus menekan area luka untuk mengurangi peredaran darah di sana. Ini bisa mencegah kembalinya keloid.
  7. Ligatur. Ligatur adalah benang bedah yang diikatkan di sekitar dasar keloid yang besar. Seiring berjalannya waktu, benang itu akan memotong keloid dan melepaskannya. Ikatan ini harus diganti setiap tiga hingga empat minggu sampai keloid Anda lepas.
  8. Krim Retinoid. Dokter mungkin akan meresepkan krim retinoid untuk membantu mengurangi ukuran dan tampilan menonjol keloid. Sumber dari StudyTrusted menunjukkan bahwa retinoid dapat sedikit mengurangi ukuran dan gejala yang muncul akibat keloid seperti gatal.

Jika Anda memiliki keloid dan ingin menghilangkannya, dokter mungkin akan menggunakan beragam metode, termasuk salah satu dari yang sudah disebutkan di atas.

Baca Juga: Cara Ampuh Menghilangkan Jerawat di Punggung

 

Sumber:
Medical News Today (2017).  How Do You Get Rid of Keloids. www.medicalnewstoday.com
Healthline (2018). How Do I Get Rid of Keloid on My Ear? www.healthline.com
American Academy of Dermatology Association (2018). Keloids. www.aad.org
Family Doctor (2018). Keloids. www.familydoctor.org
MedicineNet (2019). Keloid.www.medicinenet.com