Ketahui 7 Penyebab dan Cara Mencegah Gusi Berdarah

Image : smilepoint.com.sg

Penulis : Adhenda | Editor : Nia Happy

Pernahkah Anda melihat darah di sekitar gusi saat sedang menyikat gigi? Jika ya, berarti ada yang tidak beres dengan gusi Anda. Kebanyakan orang menganggap remeh dan mengabaikan hal ini. Padahal, gusi berdarah mengindikasikan adanya masalah dengan kesehatan mulut dan perlu lebih banyak perhatian. Meskipun begitu, Anda tidak perlu panik jika melihat gusi berdarah. Berikut ini  beberapa penyebab gusi berdarah dan cara pencegahannya yang bisa Anda lakukan, antara lain:

1. Menyikat Gigi Terlalu Keras

Untuk menjaga gigi tetap bersih, Anda mungkin sering tidak sadar saat menyikat gigi terlalu keras. Padahal, menyikat gigi terlalu keras merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan gusi berdarah. Namun, hal itu dapat diatas dengan memilih sikat gigi dengan bulu yang lembut (soft). Karena sikat yang berbulu lembut tidak akan membuat gusi Anda menjadi iritasi. Pastikan juga untuk mengganti sikat gigi setiap tiga bulan sekali untuk memastikan kebersihannya.

2. Teknik Menyikat Gigi yang Kurang Tepat

Jangan salah, menyikat gigi dengan teknik yang kurang tepat dapat menyebabkan gusi berdarah. Saat menyikat gigi, pastikan Anda melakukan gerakan memutar dengan perlahan dan lembut untuk menghilangkan plak pada gigi dan gusi. Jangan lupa untuk menyikat bagian lidah karena memungkinkan masih adanya sisa-sisa makanan yang menempel. Tidak disarankan untuk menyikat gigi dengan gerakan maju dan mundur karena dapat mengiritasi serta merusak gusi Anda.

3. Kekurangan Vitamin C atau K

Gusi berdarah bisa menjadi salah satu pertanda bahwa tubuh Anda kekurangan vitamin. Mengkonsumsi vitamin C atau K sangat penting bagi Anda yang sering mengalami gusi berdarah. Mengapa? Karena keduanya mampu melawan infeksi penyebab gusi berdarah dan menghambat pendarahan pada gusi. Vitamin C dapat Anda dapatkan dengan mengkonsumsi buah-buahan, seperti jeruk, stoberi, tomat, kiwi sedangkan vitamin K banyak terdapat pada sayuran berdaun hijau, diantaranya sayur bayam, sawi, kale, kubis, dan kembang kol.

4. Tidak Menjaga Kebersihan Gigi dan Mulut

Jika Anda malas untuk menyikat gigi, maka yang terjadi adalah sisa-sisa makanan yang tertinggal di sela-sela gigi akan semakin menumpuk. Hal tersebut dapat memicu terbentuknya plak dan karang gigi. Plak yang dibiarkan menumpuk dapat menjadikan radang gusi sehingga menyebabkan gusi berdarah. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut.

Usahakan untuk menyikat gigi setiap selesai makan, termasuk makanan ringan agar plak tidak menumpuk. Selain menyikat gigi, flossing secara teratur dan menggunakan obat kumur sangat dianjurkan untuk menghambat peradangan dan masalah gigi lainnya. Lakukan pemeriksaan rutin dengan dokter gigi setiap enam bulan hingga satu tahun

5. Mengalami Perubahan Hormon

Perubahan hormon rentan terjadi pada kaum wanita. Kebanyakan wanita mengalami perubahan hormon pada masa pubertas, selama menstruasi, kehamilan, menopause, bahkan stres. Menggunakan alat kontrasepsi atau pil KB juga dapat memicu perubahan hormon. Perubahan hormon yang tidak menentu disebabkan oleh meningkatnya aliran darah ke gusi sehingga gusi menjadi sangat sensitif, meradang, hingga berdarah.

Anda tidak perlu khawatir, banyak cara untuk mengatasi perubahan hormon tersebut, salah satunya adalah tidur yang cukup. Apabila Anda tidur kurang dari 7 jam dalam sehari, hal ini bisa mengganggu sistem endokrin tubuh yang bertugas untuk mengatur pembentukan hormon.

6. Kebiasaan Merokok

Kebiasaan merokok sudah terbukti dapat mengganggu kesehatan tubuh. Selain meningkatkan resiko kanker paru-paru, penyakit jantung, dan stroke, merokok juga sering dikaitkan dengan penyebab munculnya masalah kesehatan pada mulut, khususnya gusi. Faktanya, merokok dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh dan membuat tubuh Anda sulit untuk melawan bakteri plak. Padahal, plak tersebut dapat menyebabkan gusi berdarah.

Dalam beberapa kasus, biasanya perokok tidak menyadari kondisi ini sampai mereka sudah kehilangan giginya. Berhenti merokok dapat membantu gusi Anda sembuh dan berhenti berdarah. Konsultasikan dengan dokter tentang metode terbaik untuk membantu Anda berhenti merokok.

7. Trauma Pada Gusi

Cedera pada gigi atau trauma menyebabkan gigi dan jaringan pada gigi terkena benturan yang berlebihan akibatnya gigi mudah patah dan berpindah tempat. Tak hanya itu, trauma pada gigi juga mengakibatkan luka pada gusi. Karena itu, jaringan pada gusi Anda mengalami iritasi sehingga terjadi peradangan bahkan pendarahan. Jika hal tersebut dilakukan secara terus-menerus, maka dapat membahayakan kesehatan gusi Anda.

Penyebab cedera gigi biasanya akibat terjatuh, kecelakaan, adanya tindak kekerasan dan olahraga.  Dalam  hal ini, Anda dapat mencegahnya dengan menggunakan pelindung mulut saat berolahraga. Apabila sudah terlanjur mengalami cukup dengan mengompres air dingin pada gusi yang berdarah gunanya untuk mengurangi pembengkakan dan menghambat aliran darah. Tempelkan kompresan air dingin itu ke gusi Anda beberapa kali sampai aliran darahnya berhenti atau selama 20 menit.

Setelah mengetahui penyebab dan cara pencegahan gusi berdarah, Anda disarankan untuk selalu menjaga kesehatan mulut, termasuk gusi. Jika Anda mengalami gusi berdarah dalam jangka panjang atau bahkan semakin parah, maka segera periksakan ke dokter karena gusi berdarah harus segera diobati. Jika tidak diobati, dapat menyebabkan keropos tulang di sekitar gigi dan akhirnya kehilangan gigi. Bahaya kan?

Baca Juga : 8 Penyebab Bau Mulut dan Tips Menghilangkannya

Sumber:
Besthealthmag (2018). 6 Reasons Why Your Gums Are Bleeding. www.besthealthmag.ca
Deltadentalwa (2018). 10 Causes of Bleeding Gums. www.deltadentalwa.com
Healthline (2018). 10 Ways to Stop Bleeding Gums. www.healthline.com
Visihow (2018). Understand The Causes of Bleeding Gum and How to Prevent It. www.visihow.com
Walbridgedental (2018). Common Bleeding Gum Causes & How You Can Prevent Them. www.welbridgedental.com