Penyebab dan Gejala Trigliserida Tinggi (Hipertrigliseridemia)

Penyebab dan Gejala Trigliserida Tinggi (Hipertrigliseridemia)

Penulis: Emy | Editor: Atsa

Tingkat trigliserida yang sangat tinggi (hipertrigliseridemia) dikaitkan dengan masalah hati dan pankreas. Selain itu, trigliserida yang tinggi juga cenderung muncul bersamaan dengan masalah lain, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, obesitas, kadar kolesterol jahat (LDL) yang tinggi, dan kadar kolesterol baik (HDL) yang rendah. Karena itu, trigliserida juga kerap berhubungan dengan masalah jantung.

Secara keseluruhan, penting untuk diingat bahwa memperbaiki pola makan dan gaya hidup akan sangat membantu menurunkan trigliserida dan menurunkan risiko masalah jantung dan pembuluh darah secara keseluruhan. Khususnya jika belum terlanjur terlambat.

Penyebab Hipertrigliseridemia

Hipertrigliseridemia dapat disebabkan oleh banyak hal yang berbeda. Umumnya disebabkan karena faktor genetik, kondisi medis, dan obat-obatan. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa penyebab utama hipertrigliseridemia.

  • Gaya hidup: Obesitas, makanan kaya karbohidrat dan lemak, kurangnya aktivitas fisik, merokok dan konsumsi alkohol berlebihan.
  • Genetik: Hiperlipidemia, Hiperkolesterolemia, defisiensi lipoprotein lipase, defisiensi lipase asam lisosom, penyakit penyimpanan glikogen, dan penyakit penyimpanan ester kolesterol.
  • Kondisi medis: Gagal ginjal akut, diabetes, hipotiroidisme, pankreatitis, dan lupus.
  • Obat-obatan: Beta-blocker, terapi penggantian estrogen, kontrasepsi oral berbasis estrogen, diuretik thiazide, inhibitor protease HIV, isotretinoin, steroid, dan tamoxifen.

Gejala Hipertrigliseridemia

Hipertrigliseridemia biasanya tidak menimbulkan gejala sampai kadar trigliserida menjadi sangat tinggi—biasanya mendekati 1.000 mg/dL. Pada tingkat ini, gejala pankreatitis atau peradangan pankreas, termasuk nyeri perut bagian atas dan mual, dapat terjadi.

Pada tingkat yang sama ini, gejala penyakit kardiovaskular aterosklerotik (ASCVD) dapat berkembang, termasuk angina (nyeri dada), dispnea (sesak napas), dan aritmia (detak jantung tidak teratur). Namun, kadar 443 mg/dL ke atas saja juga dapat meningkatkan risiko serangan jantung lebih dari tiga kali lipat.

Jika kadarnya mendekati 5.000 mg/dL, yang biasanya hanya terjadi pada orang dengan kelainan genetik seperti disbetalipoproteinemia familial dan kilomikronemia familial, keduanya akan menyebabkan peningkatan kadar trigliserida dan kolesterol yang ekstrem. sistem organ lain mungkin akan terpengaruh, sehingga menyebabkan:

  • Hepatosplenomegali (pembesaran hati dan limpa)
  • Arkus kornea (keburaman kornea putih keabu-abuan)
  • Pankreatitis akut (demam yang bermanifestasi, muntah, detak jantung yang cepat, kehilangan nafsu makan, dan nyeri yang menjalar dari perut ke punggung)
  • Gejala neurologis (termasuk kehilangan memori, depresi, dan demensia)

Baca Juga: 10 Makanan Bantu Turunkan Trigliserida Tinggi (Hipertrigliseridemia)

 

Sumber

WebMD. (2021). High Triglycerides: What You Need to Know. www.webmd.com

Verywell Health. (2020). What Are High Triglycerides?. www.verywellhealth.com

Medical News Today. (2021). What to know about high triglyceride symptoms. www.medicalnewstoday.com