Ketahui Penyebab Detak Jantung Cepat dan Cara Mengatasinya

Ketahui Penyebab Detak Jantung Cepat dan Cara Mengatasinya

Penulis: Anggita | Editor: Opie

Pernahkah Anda tiba-tiba merasakan jantung Anda berdegup cepat? Jika iya, maka sebaiknya Anda tidak langsung merasa panik, sebab, kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor yang tidak selalu berpotensi membahayakan diri Anda.

Keadaan ini ditandai dengan jantung yang berdetak lebih tinggi dari biasanya. Ada banyak kemungkinan penyebabnya, termasuk reaksi obat, alkohol, dan kondisi kesehatan tertentu.

Berikut adalah beberapa penyebab jantung berdetak cepat yang perlu Anda pahami:

Baca Juga: Jumlah Detak Jantung Normal dan Cara Menghitungnya

1. Kadar Stress Meningkat 

Saat mengalami stres, tubuh Anda akan mengeluarkan adrenalin, selanjutnya jantung akan merespon dengan berdetak lebih cepat.

Untuk mengurangi detak jantung cepat saat stres, Anda bisa mencoba melakukan pernapasan diafragma guna membuat Anda merasa lebih tenang.

Selain pernapasan diafragma, adapun cara untuk mengontrol stres antara lain dengan berolahraga secara rutin, melakukan meditasi, meminta  dukungan dari keluarga atau teman, serta mencari bantuan medis.

 2. Minuman yang Mengandung Kafein

Seperti yang telah kita ketahui, teh dan kopi mengandung kafein.

Setelah mengonsumsi kafein, Ada kemungkinan jantung Anda bekerja lebih keras dengan detak yang lebih cepat.

Secara umum, kafein dapat berpengaruh pada enzim yang ada di jantung dan menyebabkan kontraksi. Hal inilah yang menyebabkan jantung Anda berdetak cepat setelah mengonsumsi kafein.

Jika Anda merasakan hal ini, cobalah untuk mengurangi konsumsi kafein dan lihatlah apakah jantung Anda berdetak dengan normal kembali.

3. Kurang Tidur di Malam Hari

Saat Anda tidur, jantung Anda juga ikut beristirahat. Inilah alasan mengapa penting untuk tidur di malam hari.

Kurang tidur dapat meningkatkan adrenalin di siang hari, yang dapat menyebabkan detak jantung Anda berdenyut lebih cepat.

National Sleep Foundation merekomendasikan orang dewasa untuk tidur 7-9 jam per malam.

4. Kehamilan

Jantung yang berdegup dengan cepat adalah salah satu tanda awal kehamilan.

Untuk mendukung kehamilan Anda, tubuh Anda secara alami akan mengalami peningkatan volume darah.

Jantung yang memiliki peran untuk memompa darah Anda pun akan bekerja lebih keras, sehingga alam menimbulkan detak jantung yang lebih cepat.

5. Gangguan Kelenjar Tiroid

Tiroid merupakan salah satu organ penting yang bekerja untuk mengontrol metabolisme dan juga memproduksi hormon pada tubuh Anda.

Di sisi lain, ketika tiroid Anda memproduksi hormon terlalu banyak, maka Anda akan mengalami kondisi yang disebut dengan istilah hipertiroid.

Pada kondisi ini, tubuh Anda akan mengalami metabolisme yang cepat, sehingga membuat jantung Anda berdetak lebih cepat pula.

6. Anemia

Ketika Anda kekurangan sel darah merah, Anda akan mengalami anemia.

Anemia adalah kondisi yang terjadi ketika darah Anda tidak menyediakan cukup oksigen ke seluruh tubuh Anda.

Kondisi ini akan menggiring jantung Anda bekerja lebih keras untuk mengalirkan darah ke setiap bagian tubuh Anda, sehingga Anda dapat mengalami detak jantung yang lebih cepat.

Selain detak jantung yang berdegup lebih cepat, Anda juga bisa merasakan hal-hal seperti kelelahan, pusing, sakit kepala, dan kulit yang berubah menjadi pucat.

7. Konsumsi Obat-obatan Tertentu

Jika Anda sedang mengonsumsi obat tertentu, Anda mungkin dapat merasakan degup jantung yang cepat.

Hal ini dipengaruhi oleh kondisi tubuh Anda serta kandungan obat-obatan yang telah Anda konsumsi.

Untuk itu, jika Anda merasakan jantung Anda berdetak cepat dan terjadi secara terus menerus, Anda perlu membicarakan hal ini pada dokter untuk memastikan apakah pengobatan Anda telah mempengaruhi kerja jantung Anda.

Baca Juga: Berapa Denyut Nadi Normal Anda?

Cara Mengatasi Detak Jantung Cepat 

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi detak jantung cepat:

1. Lakukan Relaksasi

Cobalah untuk mengelola stress Anda dengan menarik napas dalam-dalam setiap satu sampai dua jam sekali hingga Anda merasa tenang dan rileks.

2. Konsumsi Air

Saat tubuh Anda kekurangan cairan, jantung Anda akan bekerja lebih keras karena darah menjadi lebih padat. Cobalah untuk minum air hingga Anda terhidrasi dengan baik. Akademi Ilmu Pengetahuan, Teknik, dan Kedokteran Nasional A.S. menetapkan bahwa asupan cairan harian yang memadai adalah:

  • Sekitar 15,5 cangkir (3,7 liter) air sehari untuk pria dewasa
  • Sekitar 11,5 cangkir (2,7 liter) air sehari untuk wanita dewasa

3. Hindari Konsumsi Minuman atau Makanan Tertentu

Kafein, alkohol, obat-obatan tertentu seperti paracetamol dapat menstimulasi detak jantung Anda. Hindari konsumsi obat-obatan tersebut untuk mengurangi gejala-gejala jantung berdebar.

4. Kembalikan Elektrolit dalam Tubuh Anda

Mengonsumsi makanan yang kaya akan kalsium magnesium, potasium, serta sodium bagus untuk menjaga kinerja jantung Anda. Cobalah beberapa makanan seperti alpukat, pisang, kentang, susu, kacang, dan ikan.

Baca Juga: Ketahui Penyebab dan Jenis Penyakit Takikardia

Sumber

Self. (2020). Why Is My Heart Racing? 10 Surprising Reasons | SELF. www.self.com

Medical News Today. (2021). Why is my heart beating fast for no reason?. www.medicalnewstoday.com

Providence Health and Services. (2010). Ask an Expert: How does caffeine affect the heart? | Providence Oregon. wwww.oregon.providence.org

Mayo Clinic. (2020). Tachycardia – Symptoms and causes. www.mayoclinic.org

Healthline. (2018). How to Stop Heart Palpitations: 6 Home Remedies and More. www.healthline.com

Mayo Clinic. (2020). Hyperthyroidism – Symptoms and causes. www.mayoclinic.org