Penyebab dan Gejala Bell’s Palsy

Penulis: Unik Fa | Editor: Atsa

Apa itu Bell’s Palsy?

Bell’s palsy adalah kondisi yang terjadi akibat kelumpuhan saraf wajah. Biasanya hanya mempengaruhi satu sisi wajah termasuk dahi dan daerah wajah yang lebih rendah. Beberapa ciri fisik Bell’s palsy lainnya yaitu termasuk kesulitan menutup satu mata, bicara tidak jelas, terkulai di salah satu sudut mulut, tidak mampu bersiul, mengeluarkan air liur saat minum, atau dahi yang tidak berkerut semua di sisi wajah yang sama. Orang yang terkena Bell’s Palsy juga biasanya sulit merasakan makanan karena separuh lidah juga mati rasa.

Apa Penyebab Bell’s Palsy?

Bell’s palsy terjadi ketika saraf yang mengendalikan otot wajah membengkak, meradang, atau tertekan, sehingga terjadi kelemahan atau kelumpuhan otot wajah. Meski demikian, penyebab bells palsy belum diketahui secara pasti. Sebagian besar orang mengatakan bahwa paparan dari AC dan Kipas Angin secara terus-menerus ke wajah menjadi penyebab bells palsy paling umum. Para ahli percaya bahwa infeksi virus seperti meningitis virus, virus pilek, serta virus herpes simpleks, Infeksi (terutama setelah infeksi virus dengan virus Herpes simplex (virus yang berhubungan dengan penyebab “luka dingin” pada mulut) merupakan penyebab umum terjadinya penyakit ini.

Saraf wajah yang membengkak dan meradang karena infeksi, dapat menyebabkan tekanan pada saraf dan menyebabkan terbatasnya suplai darah serta oksigen ke sel-sel saraf. Selain itu, penyakit ini juga kerap dihubungkan dengan influenza atau penyakit seperti flu, sakit kepala, infeksi telinga tengah yang kronis, diabetes, tekanan darah tinggi, tumor, dan trauma seperti cedera pada wajah. Bells Palsy ini biasanya juga menyerang saat imun sedang sangat buruk atau rendah.

Gejala Bells Palsy

Tanda dan gejala Bell’s palsy datang secara mendadak dan biasanya terjadi saat Anda bangun tidur. Berikut gejala-gejala yang akan Anda rasakan saat Bells Palsy:

  • Timbulnya kelemahan ringan hingga kelumpuhan total pada satu sisi wajah Anda terjadi dalam hitungan jam hingga hari dan bahkan bulan.
  • Wajah terkulai dan kesulitan membuat ekspresi wajah, seperti menutup mata atau tersenyum dan berkedip.
  • Keluar air liur dari salah satu sisi wajah (Mengiler)
  • Nyeri di sekitar rahang atau di dalam atau di belakang telinga Anda di sisi yang sakit
  • Peningkatan sensitivitas terhadap suara di sisi yang terpengaruh
  • Sakit kepala
  • Penurunan kemampuan Anda untuk mencicipi
  • Perubahan jumlah air mata dan air liur yang Anda hasilkan

Dalam kasus yang jarang terjadi, Bell’s palsy dapat memengaruhi saraf di kedua sisi wajah Anda. Namun hal ini jarang sekali terjadi.

Baca Juga: Olahraga Ringan untuk Mengecilkan Perut

 

Sumber:
Medical News Today. (2017). What are the causes of Bell’s palsy?. www.medicalnewstoday.com
National Health Service. (2020). Bells Palsy. www.nhs.uk
WebMD. (2018). What Is Bell’s Palsy?. www.webmd.com