Penyebab Alergi Susu pada Anak

penyebab alergi susu
Image: www.thepennyhoarder.com

Penulis: Dita | Editor: Atsa

Meski kebanyakan anak-anak tumbuh dengan mengonsumsi susu sebagai pelengkap gizi, nyatanya ada anak-anak yang ternyata memiliki reaksi berbeda atau tidak normal terhadap susu yang dikonsumsi. Gejala yang dikenal sebagai alergi susu ini merupakan bentuk reaksi daya tahan tubuh terhadap salah satu dari sekian banyak protein dalam susu sapi.

Susu sapi sering dianggap sebagai salah satu penyebab dari reaksi alergi pada anak-anak. Susu sapi juga termasuk salah satu dari 8 jenis makanan yang bertanggung jawab terhadap alergi yang muncul pada anak bersama dengan telur, kacang tanah, kedelai, gandum dan lain sebagainya.

Terjadinya Alergi Susu 

Susu sapi mengandung banyak alergen (zat penyebab alergi). Salah satu alergen yang dibawa oleh susu sapi bernama laktoglobulin yang cenderung bereaksi lebih besar terhadap anak-anak. Sedangkan alergi susu yang bertahan sampai remaja bahkan dewasa umumnya disebabkan oleh alergen bernama kasein.

Ketika anak-anak atau orang dewasa memiliki kerentanan terhadap alergi, tubuhnya akan memproduksi antibodi alergi terhadap zat-zat elergen yang ada pada susu. Antobodi inilah yang yang bertugas mengikat sel-sel penyebab alergi di dalam tubuh. Ketika susu atau produk berbahan susu dikonsumsi, protein yang terkandung di dalamnya akan diikat dan menyebabkan sel-sel alergi ini melepaskan histamine dan berbagai bahan kimia lainnya. Zat kimia inilah yang kemudian menyebabkan munculkan beragam gejala alergi.

Berbagai gejala alergi yang bisa muncul pada penderita alergi susu antara lain sakit perut, muntah hingga feses berdarah (terutama pada bayi). Meskipun langka, alergi susu mungkin akan memicu anafilaksis yakni terganggunya penapasan yang bisa membuat tubuh syok bahkan dapat berujung pada kematian. Jika anak Anda atau Anda sendiri mengalami salah satu dari gejala di atas, segera hubungi pusat kesehatan terdekat untuk mendapatkan solusinya.

Mengatasi Alergi Susu pada Anak

Meski umum terjadi, alergi susu ternyata tidak memiliki obat yang bisa menyembuhkan. Satu-satunya perawatan yang bisa dilakukan adalah dengan menghindari susu dan segala produk olahannya. OIT atau Oral Imuno Therapy untuk alergi susu sedang dipelajari di beberapa kampus kedokteran di seluruh dunia dengan hasil yang cukup menjanjikan.

Terapi dengan OIT dilakukan dengan memberikan dosis kecil susu kepada anak-anak yang memiliki alergi dan perlahan-lahan menambah jumlah asupannya. Cara ini konon bisa membuat seseorang perlahan-lahan menjadi kebal terhadap reaksi alergi yang muncul dari susu yang dikonsumsinya.

Perlu diingat bahwa teknik OIT bisa jadi sangat berbahaya, terutama untuk anak yang memiliki reaksi alergi parah. Terapi ini hanya bisa dilakukan dibawah pengawasan tenaga medis berpengalaman. Untuk saat ini, OIT belum bisa digunakan sebagai terapi umum untuk menyembuhkan alergi susu. Kita masih perlu menunggu beberapa tahun lagi sampai OIT bisa dilakukan oleh tenaga kesehatan yang ada di rumah sakit sekitar kita.

Kebanyakan anak-anak pada akhirnya akan sembuh dari alergi susu seiring dengan bertambahnya usia. Beberapa studi menunjukkan bahwa 80% anak-anak akan hilang reaksi alerginya terhadap susu saat sudah mencapai usia 5 tahun. Ada juga penelitian yang menunjukkan 80% anak-anak masih mengalami alergi susu sampai usianya menginjak 16 tahun.

Jika anak Anda mengalami alergi susu, Anda bisa mengganti produk dairy dengan berbagai pilihan pengganti. Susu gandum, susu kedelai hingga susu kambing. Perlu diketahui bahwa kandungan gizi susu-susu pengganti ini mungkin tidak setinggi susu sapi sehingga diperlukan diet seimbang untuk memenuhi seluruh kebutuhan nutrisi anak.

Baca Juga: Anak Alergi Susu Sapi, Apa Penggantinya?

Sumber:
Verywell (2018). Milk Allergy. www.verywell.com
American College of Allergy, Asthma & Immunology (2014). Milk Allergy, Causes, Symptomps & Treatment. www.acaai.org
Mayo Clinic (2018). Milk Allergy. www.mayoclinic.com
Healthline (2017). Milk Allergies. www.healthline.com