Ketahui Penyebab Alergi Obat

Ketahui Penyebab Alergi Obat

Penulis: Yerizya | Editor: Handa

Alergi obat mungkin terdengar asing bagi Anda. Alergi obat merupakan reaksi yang timbul dari sistem kekebalan tubuh (imun) di mana imun tubuh justru menganggap bahwa obat tertentu yang Anda konsumsi sebagai zat yang membahayakan tubuh. Di bawah ini merupakan obat-obatan yang dapat menyebabkan alergi, di antaranya:

1. Antibiotik

Pada dasarnya, semua obat-obatan memiliki efek samping, termasuk obat antibiotik. Efek samping dari obat antibiotik bisa berupa reaksi alergi ringan hingga efek samping yang parah dan melemahkan.

Reaksi alergi yang parah disebut anafilaksis, yaitu keadaan darurat yang mengancam jiwa sehingga membutuhkan perhatian medis. Oleh sebab itu, jika Anda mengonsumsi obat antibiotik, sebaiknya ikuti resep yang diberikan oleh dokter. Jika terjadi sesuatu setelah mengonsumsinya, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pertolongan medis.

2. Aspirin

Aspirin dapat menyebabkan alergi pada beberapa orang. Pada dasarnya, aspirin sangat membantu dalam mengobati sakit kepala. Namun, jika Anda memiliki riwayat sakit pernapasan, obat ini tidak direkomendasikan untuk Anda karena dapat menyebabkan batuk, sesak nafas, dan mengi.

Begitu pula jika Anda memiliki penyakit kulit (urtikaria). Dilansir dari Cleveland Clinic, bagi penderita urtikaria sebaiknya menghindari obat aspirin, seperti ibuprofen dan naproxen.

Baca Juga : Bahaya Mengintai Dibalik Obat Penurun Berat Badan

3. Obat antikonvulsan

Obat-obatan antikonvulsan merupakan obat anti kejang yang bisa menimbulkan alergi. Obat ini berfungsi untuk mengembalikan rangsangan sel saraf untuk mengatasi kejang.

Selain untuk mengatasi kejang, obat ini juga digunakan untuk mengobati nyeri. Antikonvulsan terdiri dari beberapa jenis. Untuk itu, jika Anda mengonsumsi obat ini, sebaiknya ikuti sesuai dengan anjuran dokter.

Biasanya gejala alergi obat akan muncul satu jam setelah mengonsumsi obat. Meskipun begitu, tidak menutup kemungkinan alergi obat juga terjadi setelah beberapa hari mengonsumsi obat.

Oleh sebab itu, perhatikan diri Anda jika muncul beberapa gejala, seperti ruam, demam, gatal-gatal, batuk, atau gejala lainnya setelah mengonsumsi obat-obatan tersebut.

Faktor Risiko Terkena Alergi Obat

Walaupun alergi obat bisa terjadi kepada siapapun, tetapi ada beberapa faktor yang meningkatkan resiko terkena alergi obat, diantaranya:

  • Menderita Alergi Lain. Memiliki alergi lain, seperti alergi makanan juga bisa memicu Anda terpapar alergi obat. Hal ini karena antibodi yang dikembangkan dari alergi sebelumnya dapat menyerang zat yang terkandung di dalam obat.
  • Riwayat Keluarga (Faktor Keturunan). Dilansir dari Health24, jika salah satu dari orang tua Anda memiliki alergi, maka kemungkinan Anda tertular 30-50 persen. Namun, jika kedua orang tua Anda memiliki alergi, maka kemungkinan menular pada Anda sebesar 60-80 persen.
  • Memiliki Penyakit Tertentu. Jika Anda memiliki penyakit tertentu, misalnya asma. Hal itu dapat memengaruhi perkembangan reaksi alergi obat karena perubahan metabolisme dan respon kekebalan tubuh Anda bereaksi ketika mengonsumsi obat.
  • Overdosis. Alergi obat juga bisa disebabkan karena overdosis (kelebihan dosis). Maka dari itu, penting bagi Anda untuk memperhatikan dosisnya sebelum Anda mengonsumsi obat.

Baca Juga : Ketahui Jenis Alergi pada Bayi dan Cara Mengatasinya

Tips Pencegahan dan Mengatasi Alergi Obat

Sama halnya seperti alergi lainnya, alergi obat juga tidak ada obat yang pasti untuk menyembuhkannya. Namun Anda tidak perlu khawatir, karena ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah alergi obat.

  • Jika Anda alergi dengan obat tertentu, sebaiknya Anda perlu berhenti mengonsumsi obat-obatan tersebut.
  • Gata-gatal merupakan gejala alergi yang cukup umum. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk mengontrol gatal yang timbul dengan tidak menggaruknya dan menggunakan krim atau salep untuk meredakan gejala.
  • Hindari menggunakan sabun atau bahan kimia lainnya yang dapat memicu ruam atau gatal semakin parah.
  • Pastikan dokter mengetahui alergi Anda dan gejala yang Anda alami.
  • Tanyakan kepada dokter tentang obat terkait yang harus Anda hindari.
  • Tanyakan tentang alternatif obat yang menyebabkan reaksi alergi Anda.
  • Mengingat apa yang Anda lakukan dan Anda makan. Hal ini dapat membantu dokter mengidentifikasi gejala yang muncul ketika Anda terpapar alergi.
  • Cari perawatan medis segera jika gejalanya memburuk atau timbul beberapa gejala bersamaan (anafilaksis).

Jika tidak ada alternatif yang bisa menggantikan antibiotik yang memicu alergi, Anda perlu menjalani desensitisasi obat. cara Ini dilakukan dalam pengawasan medis dengan melibatkan mengonsumsi obat dalam jumlah yang meningkat sampai Anda dapat mentolerir dosis yang dibutuhkan dengan efek samping minimal.

Baca Juga : Ketahui 7 Jenis Nyeri dan Obatnya

Sumber


Asthma and Allergy Foundation of America.2015. Preventing Allergic Reactions and Controlling Allergies. www.aafa.org
Cleveland Clinic. 2018. 3 Reasons Why You May Be Sensitive to Aspirin. health.clevelandclinic.org
Drugs.com. Common Side Effects of Antibiotics, and Allergies and Reactions. www.drugs.com
Healthline. 2020. What is Drug Allergy? www.healthline.com
Mayo Clinic. 2017. Drug Allergy. www.mayoclinic.org
WebMD. 2020. Drug Allergy Treatment. www.webmd.com



Add Your Comment