Penyebab Abses Gigi, Gejala, dan Pengobatannya

Penyebab Abses Gigi, Gejala, dan Pengobatannya

Penulis: Ericha | Editor: Ratna

Ditinjau oleh: dr. R.A Adaninggar Primadia Nariswari Sp.PD

Terakhir ditinjau: 29 Oktober 2022

 

Merawat kesehatan gigi dan mulut serta rutin memeriksakannya ke dokter gigi berperan besar dalam mencegah abses. Seiring berjalannya waktu, gigi yang tidak terawat memiliki kemungkinan infeksi yang semakin tinggi dan menyebar menjadi abses.

Abses bisa menyebabkan nyeri sedang hingga parah yang mengganggu organ lain karena dapat menyebar ke telinga atau leher Anda. Jika dibiarkan, abses dapat berubah menjadi kondisi yang mengkhawatirkan bahkan mengancam jiwa.

Baca Juga: Inilah 9 Penyebab Sakit Gigi yang Biasa Terjadi

Apa itu Abses Gigi?

Penyakit ini merupakan kondisi dimana terdapat penumpukan nanah yang terbentuk pada area sekitar gigi atau gusi. Abses berasal dari infeksi bakteri yang menumpuk di pulpa lunak gigi. Sebelum terbentuknya abses, pada dasarnya gigi telah kehilangan kemampuannya untuk melawan infeksi, sehingga bakteri bisa menyerang pulpa dan berkembang biak.

Abses merupakan kumpulan nanah yang mengandung bakteri, sel darah putih mati, dan puing-puing jaringan. Bakteri berasal dari plak, makanan, air liur, dan bakteri lain dalam mulut yang menempel dan merusak gigi atau gusi. Ada tiga jenis abses, antara lain:

  • Gingiva. Infeksi atau abses yang terjadi pada gusi dan tidak mempengaruhi gigi atau ligamen periodontal.
  • Periodontal. Infeksi yang berawal pada tulang dan jaringan yang menopang gigi, biasanya abses pada gusi di area sebelah akar gigi.
  • Periapikal. Infeksi yang terbentuk pada ujung akar gigi atau dimulai pada pulpa lunak gigi.

Penyebab

Penyakit ini dipengaruhi adanya celah-celah bagi bakteri untuk masuk ke gigi dan jaringan sekitarnya yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi. Anak-anak hingga orang dewasa memiliki kemungkinan terserang apabila tidak merawat giginya dengan baik. Penyebabnya, meliputi:

  • Gigi patah, retak, atau terkelupas sehingga bakteri bisa meresap ke dalam lubang gigi dan menyebar ke pulpa.
  • Cedera gigi, cedera rentan terhadap infeksi sebab trauma pada gigi bisa melukai pulpa bagian dalam meskipun tidak ada retakan terlihat.
  • Kerusakan gigi dan rongga mulut, merupakan kerusakan pada permukaan gigi yang keras. Hal itu bisa terjadi ketika bakteri memecah gula dalam makanan atau minuman dan menciptakan asam yang menyerang enamel gigi.
  • Periodontitis atau penyakit gusi, merupakan infeksi atau peradangan jaringan pada area sekitar gigi. Ketika periodontitis berkembang, bakteri mendapatkan akses ke jaringan lebih dalam.
  • Benda asing, terkadang makanan dan benda bertekstur kasar dapat tersangkut pada gusi Anda, misalnya bulu sikat gigi dan kulit popcorn.

Baca Juga: Berbagai Masalah Gigi Paling Umum, yang Mungkin Anda Alami

Gejala Abses Gigi

Gejala utama pada abses yaitu nyeri berdenyut pada area sekitar gigi atau gusi Anda. Rasa sakit biasanya datang tiba-tiba dan menjalar semakin parah seiring berjalannya waktu. Gejala-gejala yang terjadi ketika Anda menderitanya, meliputi:

  • Merasakan sakit dan nyeri saat makan dan menekan gigi.
  • Terjadi pembengkakan pada jaringan gusi yang berisi nanah.
  • Gigi berubah warna menjadi gelap daripada gigi sekitarnya.
  • Pembengkakan pada wajah, rahang, atau kelenjar getah bening di sekitarnya akibat infeksi yang berkembang.
  • Nyeri yang semakin parah karena menjalar ke telinga, leher, dan rahang.
  • Bau mulut berubah tidak enak.
  • Kepekaan gigi yang tinggi terhadap suhu dingin dan panas.
  • Rasa pahit dalam mulut.
  • Demam.

Pada suatu kasus, gigi yang mengalami abses bisa jadi tidak memiliki gejala sama sekali karena telah kehilangan vitalitas (kemampuan merasakan rangsangan). Akan tetapi, abses masih ada dan infeksi gigi terus menyebar. Langkah lebih lanjut, penyakit ini bisa terdeteksi dengan pemeriksaan radiografi rutin (sinar-X) karena pasien tidak mengalami gejalanya.

Pengobatan

Perawatan dan pengobatan abses sebaiknya mengikuti saran medis dari dokter gigi atau spesialis endodontis atau konservasi gigi. Pada kondisi tertentu, apabila Anda biarkan dan hanya mengonsumsi obat oral saja, kemungkinan abses akan lebih parah karena infeksi semakin menyebar. Beberapa pengobatan abses biasanya direkomendasikan oleh dokter Anda, antara lain:

  • Antibiotik. Apabila infeksi terbatas pada area abses dan sistem kekebalan tubuh Anda yang lemah, dokter gigi biasanya merekomendasikan antibiotik oral untuk menghilangkan infeksi dan merawat gigi Anda.
  • Insisi dan drainase. Dokter gigi melakukan sayatan kecil pada abses untuk mengeluarkan nanah. Kadang-kadang, saluran karet kecil ditempatkan untuk menjaga area terbuka untuk drainase.
  • Pencabutan gigi. Dokter gigi kemungkinan mencabut gigi Anda apabila telah dinyatakan rusak dan tidak bisa diselamatkan lagi agar nanah bisa mengalir dari soket.
  • Prosedur saluran akar. Prosedur ini bertujuan untuk menghilangkan pulpa bagian dalam gigi yang terinfeksi serta menggantinya dengan bahan untuk mencegah infeksi lain.

Baca Juga: Bahaya Penumpukan Karang Gigi

Sumber

Cleveland Clinic. (2020). Abscessed Tooth. www.my.clevelandclinic.org

Healthline. (2019). Abscessed Tooth: Types, Symptoms, Causes, Treatment. www.healthline.com

Medical News Today. (2017). Dental Abscess: Symptoms, treatment, and causes. www.medicalnewstoday.com

Medicine Net. (2021). Abscessed Tooth. www.medicinenet.com

WebMD. (2019). Tooth Abscess: Symptoms, Causes, and Treatment. www.webmd.com