Penyakit Serius yang Bisa Menyebabkan Keringat Berlebih

Penyakit Serius yang Bisa Menyebabkan Keringat Berlebih

Penulis: Dea | Editor: Umi

Apakah Anda berkeringat lebih banyak dibandingkan dengan orang lain? Keringat berlebih menjadi salah satu hal yang tidak nyaman, bahkan terkadang kondisi ini menjadi pertanda dari suatu gangguan medis.

Keringat tersebut muncul di situasi yang tidak biasa, seperti pada saat udara sejuk, atau tanpa pemicu sama sekali. Kondisi ini dinamakan dengan hiperhidrosis.

Hiperhidrosis atau yang juga disebut dengan polihidrosis atau sudhorrhea merupakan kondisi yang ditandai dengan munculnya keringat berlebih.

Keringat yang muncul bisa memengaruhi satu area tubuh tertentu atau seluruh tubuh. Kabar baiknya, mayoritas kasus keringat berlebih tidak berbahaya.

Baca Juga: Penyebab Telapak Tangan Berkeringat dan Cara Mengatasinya

Jenis Hiperhidrosis

Berkeringat merupakan reaksi alami tubuh Anda terhadap suatu kondisi, seperti cuaca panas, aktivitas fisik, stres, dan saat takut atau marah.

Ketika Anda mengalami hiperhidrosis, keringat yang Anda alami lebih banyak dan umumnya terjadi tanpa alasan yang jelas. Penyebab utamanya berkaitan dengan jenis hiperhidrosis yang Anda alami.

Berikut ini adalah dua jenis hiperhidrosis yang dimaksud, yaitu:

1. Hiperhidrosis Fokal Primer

Hiperhidrosis fokal primer merupakan penyebab paling umum seseorang mengalami keringat berlebih. Kondisi ini menyerang sekitar 1% hingga 3% populasi yang umumnya berawal dari masa kanak-kanak atau remaja.

Pada dasarnya, hiperhidrosis fokal primer adalah kondisi saat seseorang berkeringat secara berlebihan.

Meskipun termasuk kondisi medis, tetapi kondisi ini bukan merupakan pertanda penyakit atau interaksi obat. Bahkan orang yang mengalaminya masih dinyatakan dalam kondisi sehat.

Hiperhidrosis fokal primer umumnya hanya menyerang ketiak, tangan, kaki, dan kepala.

2. Hiperhidrosis Umum Sekunder

Secara medis hiperhidrosis umum sekunder merupakan jenis hiperhidrosis yang lebih serius, yang disebabkan oleh hal lain, seperti kondisi kesehatan yang mendasarinya atau efek samping obat tertentu.

Umumnya, kondisi ini terjadi pada orang dewasa. Hiperhidrosis jenis ini menyebabkan penderitanya berkeringat di seluruh tubuh, bukan hanya di tangan atau kaki saja.

Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan hiperhidrosis umum sekunder adalah:

  • Penyakit jantung
  • Kanker, seperti leukemia dan limfoma
  • Menopause
  • Gangguan tiroid
  • Diabetes
  • Penyakit paru-paru
  • Alkoholisme
  • Penyakit Parkinson
  • Penyakit menular, seperti tuberkulosis atau HIV
  • Stroke
  • Gangguan kelenjar adrenal
  • Cedera tulang belakang
  • Rheumatoid arthritis.

Selain itu, keringat berlebih juga bisa disebabkan oleh efek samping yang umum muncul dari obat antidepresan, pilocarpine untuk menangani mulut kering, atau suplemen tertentu (seperti zinc).

Gejala Hiperhidrosis

Beberapa tanda atau gejala yang terjadi akibat hiperhidrosis mencakup:

  • Keringat berlebih yang muncul paling tidak selama 6 bulan tanpa alasan yang jelas.
  • Keringat terjadi di kedua sisi tubuh Anda dalam jumlah yang kurang lebih sama.
  • Dalam sekali seminggu setidaknya berkeringat secara berlebihan.
  • Berkeringat menyebabkan terganggunya kegiatan sehari-hari Anda, misalnya ketika bekerja.
  • Keringat berlebih terjadi ketika Anda berusia dibawah 25 tahun.
  • Tidak berkeringat saat tidur.
  • Memiliki anggota keluarga yang mengalami hiperhidrosis.

Faktor-faktor tersebut mungkin memperlihatkan bahwa Anda mengalami hiperhidrosis fokal primer. Sedangkan apabila Anda berkeringat di seluruh tubuh secara berlebihan atau hanya di area tertentu saja membuktikan bahwa Anda mengalami hiperhidrosis umum sekunder. Sebaiknya Anda berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui penyebab yang mendasarinya.

Selain itu, penderita hiperhidrosis kemungkinan juga mengalami hal-hal, seperti:

  • Masalah kulit yang menyebabkan kulit mengalami iritasi dan nyeri, seperti infeksi jamur atau bakteri.
  • Khawatir pakaian bernoda.
  • Tidak mau melakukan kontak fisik.
  • Menarik diri secara sosial, terkadang hal tersebut menjadi pemicu depresi.
  • Memilih pekerjaan di mana interaksi antarmanusia bukan menjadi persyaratannya.
  • Setiap harinya menghabiskan banyak waktu untuk menyingkirkan keringat, seperti mengganti pakaian.

Baca Juga: 9 Cara Ampuh Menghilangkan Bau Ketiak

Perawatan Hiperhidrosis

Bila kondisi medis tertentu menjadi pemicu Anda mengalami keringat berlebih, kondisi tersebut sebaiknya ditangani terlebih dahulu.

Namun, jika pemicunya tidak jelas, perawatan difokuskan untuk mengendalikan keringat berlebih. Berikut ini adalah beberapa jenis metode perawatan hiperhidrosis.

Pengobatan Medis

Obat yang digunakan untuk menangani hiperhidrosis meliputi:

  • Krim Resep

Krim resep dengan kandungan glycopyrrolate bisa membantu menangani hiperhidrosis yang menyerang wajah dan kepala.

  • Terapi Iontophoresis

Terapi ini dilakukan dengan merendam tangan dan kaki di dalam semangkuk air. Kemudian arus listrik tanpa rasa sakit akan dialirkan melalui air. Sebagian besar pasien membutuhkan 2 hingga 4 kali perawatan yang memakan waktu selama 20-30 menit.

  • Obat Antikolinergik

Obat antikolinergik bisa menangani hiperhidrosis umum. Salah satu obat jenis ini adalah glycopyrrolate yang dapat menangkal asetilkolin. Asetilkolin merupakan bahan kimia yang dihasilkan oleh tubuh Anda yang dapat menstimulasi kerja kelenjar keringat Anda. Obat ini memerlukan waktu sekitar dua minggu untuk bekerja.

  • Suntik Botox

Suntik botox digunakan untuk menangani hiperhidrosis yang parah. Metode berfungsi untuk menghalangi saraf yang merangsang kerja kelenjar keringat. Perawatan ini perlu dilakukan secara berulang dan mengeluarkan biaya yang cukup tinggi.

Perawatan di Rumah

  • Menggunakan antiperspiran pada area yang terinfeksi
  • Mandi secara rutin untuk menyingkirkan bakteri
  • Menggunakan sepatu dan kaos kaki yang terbuat dari bahan alami
  • Sering mengganti kaus kaki
  • Biarkan kaki Anda bernapas, dengan sesekali membuka sepatu Anda
  • Menggunakan astringent
  • Melakukan relaksasi.

Baca Juga: Perawatan dan Pencegahan Keringat Dingin

Sumber

Cleveland Clinic. (2020). Hyperhidrosis. my.clevelandclinic.org

Healthline. (2020). Hyperhidrosis Disorder (Excessive Sweating). www.healthline.com

Mayo Clinic. (2020). Hyperhidrosis. www.mayoclinic.org

Medical News Today. (2017). What is Hyperhidrosis?. www.medicalnewstoday.com

WebMD. (2011). Is Your Excessive Sweating Caused by a Medical Problem?. www.webmd.com