Pahami Perbedaan Fungsi Ruang IGD, UGD, PICU, dan ICU di Rumah Sakit

Pahami Perbedaan Fungsi Ruang IGD, UGD, PICU, dan ICU di Rumah Sakit

Penulis: Gradita | Editor: Alhasbi

Ditinjau oleh: dr. Winda Atika Sari

Terakhir ditinjau: 1 Juni 2023

 

Perbedaan fungsi ruang IGD, UGD, ICU, dan PICU. Sebagian besar dari Anda mungkin pernah berkunjung ke rumah sakit, entah karena menjenguk keluarga atau kerabat yang sakit, atau bahkan Anda sendiri yang melakukan konsultasi dan berobat ke dokter.

Saat berkunjung ke rumah sakit, mungkin istilah ruang IGD, UGD, ICU, atau PICU yang tentunya sudah tidak asing terdengar di telinga Anda. Tahukah Anda perbedaan dari istilah ruang-ruang di rumah sakit tersebut?

Masing-masing ruangan tersebut memiliki peran dan fungsi yang berbeda-beda. Adapun IGD dan UGD berfungsi untuk melayani pasien dengan kondisi yang berbeda dari ICU maupun PICU.

Perbedaan Ruang IGD dan UGD

Pada dasarnya, fungsi ruang IGD dan UGD sama yaitu tempat menangani pasien yang membutuhkan penanganan dengan segera atau darurat.

Perbedaan yang mencolok dari keduanya adalah instalasi gawat darurat (IGD) memiliki ukuran ruangan yang lebih besar daripada dengan unit gawat darurat (UGD).

Selain itu, ruang IGD mempunyai alat dan dokter yang berjaga lebih lengkap dari sisi spesialisasi. Sementara itu, dokter yang berjaga di ruang UGD adalah dokter umum sehingga mempunyai jenis alat yang relatif terbatas.

Ruang IGD dan UGD sama-sama berfungsi untuk perawatan darurat, sehingga IGD dan UGD dibuka selama 7 hari 24 jam. Idealnya, ruang IGD dan UGD berguna untuk menangani berbagai keperluan darurat, meliputi:

  • Mendiagnosis dan memberikan penanganan gangguan pernapasan.
  • Mengobservasi serta menstabilisasi kondisi pasien.
  • Tempat mengoperasikan alat kejut jantung serta rekam jantung (EKG).
  • Melakukan tindakan operasi kecil atau darurat.

Selain itu, IGD dan UGD memiliki ambulans sehingga tata letak ruangan tersebut harus mudah terjangkau oleh ambulans.

Perbedaan ruang ICU dan PICU

ICU merupakan singkatan dari intensive care unit yang berfungsi sebagai ruangan untuk pasien yang memerlukan perawatan dan pengamatan intensif. Pasien ruang ICU adalah para pasien dengan kondisi yang sudah parah atau kritis sehingga membutuhkan perawatan ekstra.

Terdapat beberapa kondisi yang mengharuskan pasien mendapat perawatan di ICU, seperti:

  • Mempunyai luka bakar yang parah.
  • Baru saja selesai menjalani operasi serta perlu untuk monitoring secara ketat.
  • Pasien yang baru saja mengalami kecelakaan atau cedera akut.
  • Baru saja menjalani prosedur transplantasi organ tubuh.
  • Pasien kritis atau yang baru saja mengalami penurunan kondisi kesehatan secara tiba-tiba.
  • Serta pasien yang mengalami gagal napas.

Baca Juga : Mengenal Lebih Jauh tentang ICU (Intensive Care Unit)

Ruang ICU merupakan ruangan untuk pasien yang membutuhkan perawatan dan pengamatan intensif sehingga dokter dan tenaga medis yang berjaga merupakan profesional yang sudah terlatih untuk menangani pasien dalam kondisi kritis serta kondisi parah lainnya.

Jumlah dokter dan perawat di ruang ICU umumnya lebih banyak daripada jumlah pasien. Idealnya, 1 pasien di ruang ICU bisa dipantau oleh beberapa dokter dan perawat sekaligus.

Tidak berbeda dengan ruang ICU, ruang PICU (pediatric intensive care unit) merupakan ruang perawatan intensif yang secara khusus untuk menangani pasien pediatrik atau anak-anak.

Adapun pasien anak yang mendapat perawatan di PICU umumnya memiliki kondisi parah, seperti:

  • Gangguan pernapasan kronis akibat asma.
  • Kecelakaan parah atau tenggelam.
  • Pasien anak yang memiliki infeksi serius.
  • Anak yang memiliki gangguan jantung.
  • Pasien anak yang memiliki komplikasi diabetes.

Perlu Anda ketahui, pelayanan ruang PICU juga terbagi menjadi tiga tingkatan.

1. PICU primer

Fungsi ruangan ini adalah untuk memberikan pertolongan jangka pendek pada anak dengan masalah gangguan pernapasan dan masalah jantung.

Selain itu, PICU primer juga berfungsi untuk memantau serta mencegah risiko komplikasi bagi pasien anak yang akan menjalani operasi.

2. PICU sekunder

Ruangan ini umumnya melayani lebih banyak penyakit daripada PICU primer seperti diare, demam berdarah dengue, malaria, campak, sepsis bakteri, pneumonia, trauma, dan kasus bedah.

Umumnya peralatan di ruangan ini mampu menyokong kerja organ-organ vital lebih lama daripada ruang PICU primer.

3. PICU tersier

Ruangan ini merupakan ruangan yang paling lengkap di antara PICU lainnya. Fasilitas ruang PICU tersier mampu membantu menangani berbagai penyakit kompleks serta dalam jangka waktu tidak terbatas.

Adapun pasien di ruangan ini adalah pasien dengan kelainan genetik serta pasien yang memerlukan alat rumit untuk menyokong hidup dalam jangka waktu lama.

Baca Juga : Prosedur Pasien Gangguan Jiwa Sebelum Dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa

Penting untuk Anda ketahui bahwa tidak semua pasien yang dirawat dari keempat ruangan tersebut akan terus berada di ruangan yang sama. Tentunya, ruangan untuk merawat akan disesuaikan dengan kondisi pasien.

Sumber

Mayo Clinic Health System. (2020). Emergency vs. Urgent Care: What’s the difference?. www.mayoclinichealthsystem.org

NHS. (2019). Intensive care. www.nhs.uk

Kids Health. (2021). When Your Child’s in the Pediatric Intensive Care Unit. www.kidshealth.org

SGU Edu. (2019). Urgent Care vs. ER: What’s the Difference and Where Should You Go?. www.sgu.edu