Pahami Bentuk, Peringatan, Cara Mengonsumsi, dan Efek Samping Morfin

Pahami Bentuk, Peringatan, Cara Mengonsumsi, dan Efek Samping Morfin

Penulis: Dea | Editor: Agnes

Morfin adalah obat yang termasuk dalam golongan obat opioid (obat penghilang rasa sakit). Pada umumnya, obat morfin digunakan untuk menangani penyakit dengan tingkat keparahan sedang hingga parah. Dokter akan memberikan morfin untuk pengobatan luka pasca operasi, mengalami cedera serius, dan nyeri akibat kanker atau serangan jantung.

Morfin bekerja di otak dan sistem saraf untuk menurunkan rasa sakit. Obat ini hanya bisa didapatkan melalui resep dokter. Penggunaan obat morfin dalam jangka panjang dan tanpa resep dokter dapat menimbulkan efek samping yang serius.

Baca Juga: Xanax Obat Gangguan Kecemasan, Ketahui Manfaat dan Efek Sampingnya

Jenis Morfin

Morfin tersedia dalam berbagai jenis berdasarkan cara penggunaannya, yaitu oral, injeksi, dan suppositoria, dan setiap jenis mengandung:

  • Tablet (immediate release) mengandung morfin sebanyak 10 mg, 20 mg, dan 50 mg.
  • Tablet (slow-release) mengandung morfin sebanyak 5 mg, 10 mg, 15 mg, 30 mg, 60 mg, 100 mg, dan 200 mg.
  • Kapsul (slow-release) mengandung morfin sebanyak 10 mg, 30 mg, 60 mg, 90 mg, 120 mg, 150 mg, dan 200 mg.
  • Butiran yang tersedia di dalam sachet mengandung morfin sebanyak 30 mg, 60 mg, 100 mg, dan 200 mg.
  • Cairan yang Anda telan mengandung morfin sebanyak 10 mg dalam 5 ml sesendok penuh atau 20 mg morfin dalam 1 ml cairan.
  • Morfin suppositoria mengandung 10 mg morfin.
  • Morfin injeksi umumnya diberikan di rumah sakit dan diberikan sesuai dengan kondisi pasien.

Morfin oral tersedia dalam bentuk immediate-release (dengan efek short-acting) dan long-acting (dengan cara kerja slow-release ). Semetara itu, morfin yang berbentuk cairan, suppositoria, dan injeksi termasuk ke dalam jenis immediate-release. Obat ini berperan mengatasi rasa sakit dalam waktu singkat.

Salah satu obat morfin yang cara kerjanya slow-release adalah morfin yang dikonsumsi secara oral. Morfin jenis ini membutuhkan waktu lebih lama untuk bekerja, namun dapat bertahan lebih lama di dalam tubuh Anda. Oleh karena itu morfin jenis ini dapat digunakan untuk menangani penyakit kronis.

Ada beberapa merk obat morfin yang dapat Anda gunakan sesuai kebutuhan dan resep dokter. Salah satu tablet immediate-release morfin yang tersedia di toko obat yaitu Sevredol. Obat morfin berkategori slow-release biasa ditemukan dala merek MST Continus dan Morphgesic SR. Sementara kapsul slow-release bernama MXL atau Zomorph. Untuk merk obat morfin injeksi tersedia Duramorph PF, Infumorph, dan Mitigo.

Peringatan Penggunaan Morfin

Dilarang keras untuk mengonsumsi obat ini tanpa resep dokter. Sebelum mengonsumsi morfin, sebaiknya Anda memberi tahu dokter mengenai riwayat penyakit berikut:

  • Reaksi alergi terhadap morfin dan jenis obat narkotik lainnya.
  • Asma parah atau masalah pernapasan lainnya.
  • Menggunakan MAO Inhibitor dalam 14 hari terakhir.
  • Penyumbatan di dalam perut atau usus.
  • Cedera kepala.
  • Tumor otak.
  • Kecanduan narkoba dan alkohol.
  • Penyakit jiwa.
  • Masalah pada buang air kecil.
  • Gangguan pada kantong empedu, pankreas, atau tiroid.

Apabila Anda sedang hamil atau menyusui, sebaiknya jangan gunakan obat opioid. Bagi ibu hamil obat ini dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin, mulai dari kecacatan hingga kematian. Semantara bagi ibu menyusui, obat opioid dapat menimbulkan ketergantungan pada Anda dan bayi karena morfin dapat ditransfer melalui ASI sehingga menimbulkan gejala kantuk, gangguan pernapasan, bahkan kematian.

Baca Juga: Efek Samping, Dosis, dan Peringatan Obat Paracetamol yang Perlu Diketahui

Bagaimana Cara Mengonsumsi Morfin?

Sebelum mengonsumsi obat morfin, perhatikan label yang tertera pada kemasan obat. Sebaiknya Anda mengonsumsi obat sesuai dengan petunjuk yang tertera di kemasan dan resep dokter untuk menghindari efek samping.

Jangan pernah mengonsumsi obat dalam dosis yang lebih banyak, atau lebih lama dari yang ditetapkan. Jika dosis tertinggal, jangan merangkap dosis obat ini dan segera konsultasikan dengan dokter.

Selain itu, Anda dapat mengonsumsi obat ini pada waktu yang sama setiap harinya, dan berikan jarak dosis tersebut secara merata. Misalnya, jika Anda mengonsumsi morfin dua kali sehari, Anda dapat mengonsumsi obat pukul 8 di pagi hari dan malam hari.

Dilarang keras mengonsumsi obat opioid bersama orang lain, terutama bagi penderita yang memiliki riwayat penyalahgunaan narkoba. Jangan pernah menghancurkan, mengunyah, atau menghisap tablet atau kapsul morfin slow-release karena obat tidak dapat berfungsi dengan semestinya dan berisiko overdosis.

Untuk morfin cair, Anda harus mengukurnya terlebih dahulu dengan hati-hati dan tepat menggunakan jarum suntik yang sudah disiapkan atau alat pengukur dosis obat khusus (bukan sendok dapur).

Jangan pernah menghentikan konsumsi morfin secara tiba-tiba karena dapat menimbulkan gejala yang menyakitkan. Konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter Anda jika ingin berhenti mengonsumsi morfin.

Efek Samping Morfin

Saat pertama kali Anda mengonsumsi morfin, mungkin Anda akan mengalami beberapa efek samping. Apabila Anda mengalami efek samping yang baru, pastikan untuk selalu memeriksa dan berkonsultasi dengan dokter.

Efek Samping Jangka Pendek

  • Mual dan muntah.
  • Konstipasi.
  • Gatal.
  • Tidak nafsu makan.
  • Sulit untuk buang air kecil.
  • Pernapasan melambat.
  • Kantuk.
  • Detak jantung yang tidak stabil.
  • Lemah.
  • Pusing ketika berdiri.
  • Bingung.
  • Gugup.
  • Disfungsi ereksi.

Efek Samping Jangka Panjang

Penggunaan morfin jangka panjang dapat menimbulkan efek samping yang menyerang saluran pencernaan, hormon, dan sistem imun yang meliputi:

  • Konstipasi kronis.
  • Nafsu makan menurun drastis.
  • Kembung.
  • Sakit perut.
  • Mulut kering.
  • Berat badan turun.
  • Meningkatnya gula darah.
  • Mengalami gangguan menstruasi.
  • Meningkatkan risiko osteoporosis atau patah tulang.
  • Imunitas tubuh melemah sehingga mudah terserang penyakit.
  • Disfungsi seksual.

Baca Juga: Ketahui Obat Albendazole untuk Mengatasi Infeksi Cacing

Sumber

NHS. (2018). Morphine: strong painkiller to treat severe pain. www.nhs.uk

Healthline. (2019). What You Need to Know About Morphine Side Effects. www.healthline.com

Health Navigator. (2018). Morphine. www.healthnavigator.org.nz

University of Michigan Michigan Medicine. (2019). Morphine. www.uofmhealth.org

Everyday Health. (2020). Morphine (OMS) – Side Effects, Interactions, Uses, Dosage, Warnings. www.everydayhealth.com

University of Michigan Michigan Medicine. (2019). Morphine (injection). www.uofmhealth.org