Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Overdosis Obat-obatan

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Overdosis Obat-obatan

Penulis: Heldania | Editor: Opie

Overdosis obat dapat terjadi secara tidak disengaja atau disengaja ketika Anda mengonsumsi obat-obatan dalam jumlah yang lebih banyak dari jumlah yang disarankan.

Ada banyak komplikasi medis serius yang bisa disebabkan oleh overdosis, dan salah satunya adalah kematian.

Tingkat keparahan overdosis obat-obatan dapat bergantung pada jenis obat yang dikonsumsi, jumlah yang diminum, serta riwayat fisik dan medis seseorang.

Baca Juga: Fungsi Glyceryl Guaiacolate dan Efek Sampingnya

Penyebab Overdosis Obat-Obatan

Penyebab overdosis obat-obatan adalah karena penggunaan obat secara berlebihan, baik secara sengaja maupun tidak disengaja.

Overdosis yang tidak disengaja terjadi karena menelan obat yang salah atau mengambil dosis obat yang salah.

Sedangkan overdosis yang disengaja umumnya dilakukan oleh mereka yang ingin mendapatkan efek tertentu atau untuk menyakiti diri sendiri.

Berikut adalah contoh kasus yang bisa menyebabkan overdosis obat-obatan:

  • Anak kecil yang tidak sengaja menelan obat karena penasaran

Anak-anak di bawah usia 5 tahun (terutama usia 6 bulan hingga 3 tahun) cenderung memasukkan segala sesuatu yang ditemukan ke dalam mulut.

Overdosis obat pada kelompok usia ini umumnya disebabkan oleh penyimpanan obat di tempat yang mudah dijangkau anak-anak.

Jika tidak disimpan dengan benar, obat dapat menjadi sasaran empuk si kecil yang sedang berada di masa eksplorasi serta memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.

Untuk mencegah hal ini pastikan Anda menyimpan obat di tempat yang sulit dijangkau anak-anak, serta pastikan kemasan obat tertutup atau tersegel dengan kuat agar tidak mudah dibuka oleh si kecil.

  • Remaja dan orang dewasa yang sengaja menelan banyak obat untuk melukai diri sendiri

Mencoba untuk menyakiti diri sendiri dengan overdosis obat-obatan merupakan salah satu upaya bunuh diri.

Orang-orang ini umumnya memiliki kondisi kesehatan mental yang bermasalah atau kurang stabil sehingga perlu diperiksakan kepada ahli kejiwaan.

  • Tidak memahami atau tidak mengikuti petunjuk dosis yang tepat

Orang dewasa pun dapat mengalami overdosis obat-obatan jika tidak mengikuti petunjuk penggunaan dosis yang dianjurkan.

Tidak sengaja mengonsumsi obat-obatan yang seharusnya aman dikonsumsi sekalipun dapat menyebabkan kondisi overdosis yang berbahaya.

  • Kecanduan Obat-Obatan

Sengaja menyalahgunakan obat resep atau mengonsumsi obat-obatan terlarang dapat membuat Anda berisiko mengalami overdosis obat.

Dalam hal ini terutama jika Anda sering melakukan penyalahgunaan obat atau jika Anda sudah mengalami kecanduan konsumsi obat-obatan tertentu.

Risiko ini meningkat jika Anda mengonsumsi berbagai jenis obat, mencampur obat yang berbeda, atau mengonsumsinya bersamaan dengan alkohol.

Baca Juga: Etoricoxib: Cara Kerja, Manfaat, dan Petunjuk Pemakaiannya

Gejala Overdosis Obat-Obatan

Sebagian besar overdosis obat-obatan bisa saja hanya menyebabkan efek yang tak berbahaya, namun ada pula yang dapat menyebabkan efek parah hingga menyebabkan kematian.

Berikut adalah beberapa gejala overdosis obat-obatan:

  • Masalah tanda-tanda vital – Ini termasuk perubahan¬†suhu tubuh, denyut nadi, laju pernapasan, hingga tekanan darah.

Tanda-tanda vital Anda dapat meningkat, menurun, atau sama sekali tidak ada.

  • Mengantuk atau bingung – Ini merupakan kondisi di mana seseorang terlihat kebingungan atau tertidur dan tidak dapat dibangunkan.

Kondisi ini bisa saja berujung pada hal yang berbahaya jika orang tersebut menghirup muntahannya sendiri ke dalam paru-paru.

  • Perubahan kondisi kulit – Kulit bisa menjadi dingin dan berkeringat, atau panas dan kering.
  • Nyeri dada – Nyeri dada bisa saja terjadi. Gejala ini dapat disebabkan oleh kerusakan jantung atau paru-paru.

Sesak napas juga dapat terjadi, disertai napas lebih cepat, lambat, dalam, atau dangkal.

  • Sakit perut, mual, muntah, dan diare mungkin terjadi – Muntah darah atau kemunculan darah saat buang air besar juga bisa muncul pada orang yang sedang mengalami overdosis obat.

Anda harus segera mencari bantuan medis jika mengalami gejala-gejala di atas atau ketika Anda mencurigai orang lain sedang mengalami overdosis.

Memperoleh bantuan medis dengan cepat dapat menyelamatkan jiwa sesegera mungkin.

Cara Mengatasi Overdosis Obat-Obatan

Pengobatan untuk overdosis obat bervariasi, tergantung pada situasinya.

Berikut adalah beberapa strategi pengobatan umum yang dapat digunakan oleh dokter untuk mengatasi overdosis obat:

  • Bantuan pernapasan – Yakni dengan membersihkan jalan napas atau memasukkan tabung pernapasan pada pasien overdosis yang mengalami masalah dengan pernapasannya.
  • Pemberian arang aktif – Memberi arang aktif yang bekerja di saluran pencernaan untuk menyerap obat.
  • Induksi muntah – Menginduksi muntah dilakukan untuk mengeluarkan zat pada obat-obatan dari perut.
  • Pompa perut – Memompa perut untuk mengeluarkan zat pada obat-obatan dari perut.
  • Pemberian cairan infus – Memberikan cairan infus untuk membantu mempercepat pembuangan zat dari tubuh.
  • Penawar overdosis – Menggunakan penawar untuk overdosis obat tertentu. Misalnya, obat nalokson dapat membantu memulihkan efek overdosis heroin.

Baca Juga: Barbiturat: Manfaat, Cara Kerja dan Efek Samping Fakta Lainnya

Sumber

WebMD (2021). Drug Overdose Treatment. www.webmd.com

Healthline. (2020). Drug Overdose. www.verywellfamily.com

WebMD. (2020). Drug Overdose. www.webmd.com

American Addiction Centers. (2022). Overdose. americanaddictioncenters.org