Oseltamivir: Perhatian Penggunaan, Dosis, dan Efek Samping

Oseltamivir: Perhatian Penggunaan, Dosis, dan Efek Samping

Penulis: Dita | Editor: Umi

Oseltamivir adalah salah satu jenis obat yang disebut antivirus. Seperti namanya, oseltamivir digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh virus, seperti flu (influenza A dan influenza B). Oseltamivir juga dipakai untuk mengobati dan mencegah flu babi.

Oseltamivir bisa mengurangi gejala flu, seperti sakit kepala, demam, batuk, pilek, lemah, sakit tenggorokan, dan hidung tersumbat dalam 1 hari. Jika Anda sudah melakukan kontak dengan penderita flu, oseltamivir dapat digunakan untuk mencegah penularan. Meski begitu, oseltamivir bukanlah pengganti vaksin flu tahunan. Jika selama ini Anda rutin menerima vaksinasi flu tahunan, tetaplah untuk melakukannya.

Oseltamivir dijual dalam bentuk kapsul yang hanya bisa didapatkan dengan resep dokter.

Baca Juga: Ketahui Berbagai Fakta Soal Vaksin Flu, Wajibkah?

Perhatian Penggunaan Oseltamivir

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum Anda menggunakan oseltamivir sebagai opsi pengobatan. Sampaikan pada dokter jika Anda memiliki salah satu atau lebih dari kondisi di bawah ini:

  • Memiliki masalah pada ginjal (atau Anda sedang menjalani dialisis)
  • Memiliki masalah jantung atau penyakit paru-paru kronis
  • Kondisi yang menyebabkan pembengkakan atau gangguan pada otak
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah (disebabkan oleh penyakit atau penggunaan obat-obatan tertentu)
  • Intoleransi fruktosa herediter

Menggunakan vaksin flu hidung dalam 2 minggu terakhir.

Hal-hal lain yang juga perlu Anda perhatikan antara lain:

  • Sebelum menjalani operasi, beri tahu dokter (atau dokter gigi) Anda tentang semua obat yang Anda gunakan termasuk produk herbal, obat resep maupun non resep
  • Jika Anda sedang hamil, oseltamivir hanya boleh digunakan jika benar-benar dibutuhkan. Diskusikan risiko dan manfaatnya dengan dokter Anda sebelum mengonsumsinya
  • Obat ini bisa masuk ke dalam ASI, tetapi mungkin tidak akan membahayakan bayi yang disusui. Jika Anda sedang menyusui dan mendapat resep oseltamivir, pastikan Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Dosis Oseltamivir

Dosis obat akan berbeda-beda, tergantung pasien. Pastikan Anda menggunakan obat sesuai dengan petunjuk dokter atau keterangan pada label kemasan obat.

Informasi dosis berikut hanya mencakup dosis rata-rata. Jika dosis Anda berbeda, jangan lakukan perubahan kecuali dokter yang memintanya.

Dosis untuk Pengobatan Flu

  • Dewasa: 75 mg (kapsul). Dikonsumsi dua kali sehari pada pagi dan malam hari selama 5 hari. Obat diminum dalam 2 hari sejak muncul gejala awal.
  • Anak-anak berusia 1 tahun ke atas: dosis tergantung pada berat badan dan ditentukan oleh dokter. Umumnya antara 30–75 mg dua kali sehari selama 5 hari.
  • Anak-anak usia 2 minggu sampai kurang dari setahun: dosis tergantung pada berat badan dan ditentukan oleh dokter. Biasanya berkisar antara 2–3 mg per kg berat badan dan dikonsumsi dua kali sehari selama 5 hari
  • Anak-anak usia kurang dari 2 minggu: tidak dianjurkan.

Dosis untuk Pencegahan Flu

  • Dewasa: 75 mg sekali sehari dikonsumsi selama setidaknya 10 hari. Obat mulai diminum dalam 2 hari sejak pasien pertama kali terpapar dengan lingkungan yang terjangkit virus flu. Dokter dapat meresepkan obat hingga 6 minggu.
  • Anak-anak usia 0–1 bulan: 2 mg/kgBB
  • Anak-anak usia 1–3 bulan: 2,5 mg/kgBB
  • Anak-anak usia 1 tahun atau lebih: dosis tergantung pada berat badan dan ditentukan oleh dokter. Umumnya antara 30–75 mg sekali sehari selama 10 hari.

Efek Samping Oseltamivir

Jika Anda memiliki reaksi alergi setelah mengonsumsi oseltamivir, seperti gatal-gatal, sulit bernapas, bengkak di wajah atau tenggorokan, segera hubungi dokter.

Reaksi kulit yang parah termasuk demam, nyeri kulit, ruam kulit yang memerah atau ungu disertai dengan melepuh dan mengelupas, sakit tenggorokan, serta mata terbakar juga perlu mendapatkan perhatian medis.

Beberapa orang yang menggunakan oseltamivir (terutama anak-anak), mendadak bisa mengalami perubahan suasana hati atau perilaku yang tidak biasa. Belum bisa dipastikan apakah obat ini adalah penyebabnya.

Meskipun tanpa konsumsi oseltamivir, siapapun yang terinfeksi influenza bisa mengalami gejala perilaku dan neurologis. Hubungi dokter jika Anda atau orang di sekitar Anda yang mengonsumsi oseltamivir mengalami:

  • Kebingungan tiba-tiba
  • Gemetar atau tremor
  • Perilaku yang tidak biasa atau halusinasi.

Beberapa efek samping yang umum juga mungkin terjadi seperti mual, muntah, dan sakit kepala. Jika Anda mengalami efek samping yang mengganggu, segera temui dokter.

Baca Juga: Berbagai Jenis Infeksi dan Cara Mengatasinya

Sumber

Drugs. (2022). Oseltamivir. www.drugs.com

Mayo Clinic. (2022). Oseltamivir (Oral Route). www.mayoclinic.org

Medline Plus. (2018). Oseltamivir. www.medlineplus.gov

WebMD. (2022). Tamiflu – Uses, Side Effects, and More. www.webmd.com