Oliguria, Kondisi Ketika Volume Urine Lebih Sedikit

Oliguria, Kondisi Ketika Volume Urine Lebih Sedikit

Penulis: Dita | Editor: Umi

Oliguria merupakan istilah medis untuk kondisi rendahnya produksi urine (buang air kecil dalam jumlah lebih sedikit dari yang seharusnya). Jika Anda mengalami penyumbatan, ginjal tetap akan memproduksi urine, tetapi Anda tidak bisa mengeluarkannya.

Ketika Anda tidak memproduksi urine, Anda mungkin memiliki masalah pada organ ginjal, paru-paru, atau jantung Anda. Penanganan terhadap oliguria tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Untuk lebih memahaminya, simak penjelasan berikut ini!

Baca Juga: Waspada! Sel Epitel di Urine dapat Menandakan Penyakit

Apa Itu Oliguria?

Ginjal Anda memproduksi urine dalam jumlah yang berbeda-beda setiap harinya, tergantung pada tingkat keseimbangan yang dibutuhkan oleh tubuh. Jika jumlah urine Ada terlalu banyak atau terlalu sedikit, ini bisa menjadi pertanda adanya masalah pada tubuh Anda.

Oliguria sendiri merupakan kondisi ketika produksi urine lebih sedikit dari biasanya. Pada orang dewasa, produksi urine dikatakan rendah jika volumenya kurang dari 400 mililiter sehari.

Jumlah spesifik urine normal yang seharusnya pada anak-anak dan bayi biasanya dihitung berdasarkan berat badan mereka. Produksi urine dikatakan sedikit jika kurang dari 1 mililiter per kilogram berat tubuh bayi dan kurang dari 0,5 mililiter per kilogram per jam berat badan anak-anak.

Gejala Oliguria

Gejala utama yang terjadi pada kasus oliguria adalah produksi urine yang lebih sedikit dari biasanya. Pasien mungkin juga mengalami berbagai gejala lain, tergantung apa yang menyebabkan penurunan produksi urine yang dialaminya. Tanda dan gejala utama lain dari oliguria meliputi:

Jika Anda mendapati merah atau merah tua dalam urine, ini adalah masalah kesehatan berbeda yang disebut dengan hematuria.

Karena penurunan produksi urine bisa menjadi pertanda adanya masalah medis yang serius, Anda sebaiknya segera menghubungi dokter jika mengalami sejumlah gejala lain, seperti:

  • Muntah atau diare (tidak mampu mempertahankan cairan di dalam tubuh)
  • Jantung yang berdegup kencang
  • Pusing.

Oliguria yang tidak segera ditangani bisa menyebabkan berbagai masalah, salah satunya adalah cedera pada ginjal.

Baca Juga: Bagaimana Poses Terbentuknya Urin pada Manusia?

Penyebab Oliguria

Ada banyak hal yang mungkin menyebabkan oliguria. Ada yang merupakan kondisi sementara, ada juga yang disebabkan oleh penyakit yang serius. Beberapa penyebab oliguria yang perlu Anda ketahui adalah:

1. Dehidrasi

Dehidrasi merupakan penyebab paling umum dari menurunnya produksi urine. Biasanya, dehidrasi terjadi ketika Anda sakit diare, muntah, atau mengalami penyakit lain saat tubuh tidak mampu mengganti cairan yang hilang.

Ketika Anda mengalami hal ini, ginjal akan berusaha menahan cairan sebanyak mungkin sehingga urine yang keluar menjadi lebih sedikit.

2. Infeksi atau Trauma

Infeksi atau trauma merupakan penyebab oliguria yang jarang terjadi. Kondisi ini terjadi ketika tubuh mengalami syok sehingga aliran darah ke organ berkurang. Syok sendiri adalah kondisi darurat yang membutuhkan penanganan medis segera.

3. Obstruksi Saluran Kemih

Obstruksi atau penyumbatan saluran kemih terjadi ketika urine tidak bisa keluar dari ginjal. Kondisi ini bisa memengaruhi salah satu atau kedua ginjal yang pada akhirnya akan menurunkan produksi urine.

4. Obat-obatan

Beberapa jenis obat bisa menyebabkan penurunan produksi urine. Obat-obatan yang diketahui menyebabkan oliguria antara lain:

  • Obat anti inflamasi nonsteroid (NSAID)
  • Obat tekanan darah tinggi, seperti ACE inhibitor
  • Gentamisin, antibiotik.

Jika konsumsi obat membuat urine yang Anda hasilkan menurun drastis, konsultasikan kondisi ini pada dokter. Dokter mungkin akan menyesuaikan dosis atau mengganti obat Anda dengan yang lain. Jangan berhenti minum atau mengubah dosis obat yang Anda konsumsi tanpa persetujuan dari dokter.

Bagaimana Penanganan terhadap Oliguria?

Karena oliguria bisa disebabkan oleh berbagai faktor, maka pengobatan yang dilakukan tergantung pada kondisi yang mendasarinya. Untuk kondisi darurat, dokter mungkin akan meresepkan infus untuk me-rehidrasi tubuh Anda atau melakukan dialisis untuk membuang racun dari tubuh sampai ginjal bisa bekerja dengan normal kembali.

Anda juga mungkin akan diberi minuman khusus untuk menggantikan elektrolit yang hilang dan mencegah kondisi oliguria berlanjut.

Baca Juga: Retensi Urine: Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Sumber

Cleveland Clinic. (2021). Oliguria (Low Urine Output). www.clevelandclinic.org

Healthline. (2019). What You Should Know About Decreased Urine Output. www.healthline.com

Verywell Health. (2022). An Overview of Oliguria. www.verywellhealth.com

WebMD. (2021). What Is Oliguria? www.webmd.com