Obat Aspilet: Ketahui Kegunaan, Efek Samping, dan Dosis Penggunaan

Obat Aspilet: Ketahui Kegunaan, Efek Samping, dan Dosis Penggunaan

Penulis: Justina | Editor: Agnes

Aspilet adalah obat antiinflamasi nonsteroid yang mengandung salisilat. Salisilat merupakan senyawa yang ditemukan pada tumbuhan seperti pohon willow dan myrtle. Aspilet bekerja dengan cara memblokir zat alami tertentu di tubuh Anda untuk mengurangi rasa sakit dan bengkak.

Oleh karena itu, obat aspilet biasanya digunakan sebagai penghilang rasa sakit. Selain itu aspilet juga memiliki banyak kegunaan seperti meringankan bengkak dan mengurangi risiko terjadinya penyakit kardiovaskular.

Baca Juga: 9 Makanan Penambah Berat Badan untuk Tubuh Sehat Berisi

Kegunaan Aspilet

1. Mengatasi Nyeri dan Bengkak

Aspilet diketahui dapat meredakan nyeri ringan hingga sedang, bengkak, atau keduanya yang diakibatkan karena masalah kesehatan, seperti:

  • sakit kepala
  • pilek atau flu
  • keseleo
  • kram menstruasi
  • artritis dan migrain.

Untuk nyeri yang parah, dokter biasanya merekomendasikan mengonsumsi aspilet bersama obat lain, seperti pereda nyeri opioid atau obat antiinflamasi non steroid yang lain.

2. Mencegah Penyakit Kardiovaskular

Konsumsi aspilet dosis rendah tiap hari dapat menurunkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular pada beberapa orang. Meski begitu, konsumsi aspilet tiap hari ini harus tetap sesuai dengan saran dokter. Sementara itu, mengonsumsi aspilet dalam dosis rendah pada penderita penyakit kardiovaskular dapat mengurangi risiko dan mencegah pembentukan gumpalan darah.

Selain itu, aspilet dosis rendah biasanya juga direkomendasikan dokter untuk dikonsumsi setiap hari pada orang-orang dengan kondisi berikut ini:

  • memiliki penyakit jantung atau pembuluh darah
  • memiliki masalah aliran darah yang buruk ke otak
  • memiliki kolesterol darah yang tinggi
  • memiliki tekanan darah tinggi atau hipertensi
  • menderita diabetes
  • merokok.

Namun perlu diingat hindari penggunaan obat aspilet jika Anda tidak mengalami gangguan kesehatan tersebut. Ini karena mengonsumsi aspilet dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek negatif.

Orang dewasa yang berusia 50-59 tahun boleh mengonsumsi aspilet setiap hari untuk mencegah terjadinya kanker kolorektal serta penyakit kardiovaskular. Namun, panduan tersebut hanya berlaku untuk orang dewasa dalam rentang usia dengan kondisi berikut ini:

  • memiliki setidaknya 10% risiko 10 tahun penyakit kardiovaskular
  • tidak memiliki risiko pendarahan yang tinggi
  • memiliki harapan hidup minimal 10 tahun
  • bersedia untuk mengambil dosis rendah setiap hari selama setidaknya 10 tahun.

3. Mengobati Penyakit Koroner

Dokter akan meresepkan aspilet untuk pasien yang terkena serangan jantung, stroke, atau masalah kardiovaskular lainnya. Tujuannya untuk mencegah pembentukan gumpalan dan kematian jaringan jantung.

Aspilet juga dapat digunakan untuk mengobati orang-orang yang baru saja mengalami:

  • operasi revaskularisasi, seperti angioplasti atau operasi bypass koroner
  • stroke ringan, atau serangan iskemik transien
  • stroke iskemik, yang disebabkan oleh pembekuan darah.

Kegunaan Aspilet Lainnya

Aspilet juga dapat membantu mengobati nyeri dan bengkak yang terkait dengan kondisi kesehatan kronis berikut:

  • kondisi rematik, termasuk artritis reumatoid, osteoartritis, dan kondisi radang sendi lainnya
  • lupus eritematosus sistemik
  • peradangan di sekitar jantung, yang dikenal sebagai perikarditis.

Dokter juga dapat memberikan resep aspilet dosis rendah untuk orang-orang yang memiliki kondisi:

  • mengalami kerusakan retina, juga disebut retinopati
  • menderita diabetes selama lebih dari 10 tahun
  • mengonsumsi obat antihipertensi
  • memiliki risiko kanker kolorektal.

Baca Juga: Pahami Pengobatan dan Pencegahan Gagal Jantung Kongestif

Efek Samping Aspilet

Selain bermanfaat bagi pengobatan dan pencegahan penyakit jantung, mengonsumsi aspilet dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping. Umumnya, mengonsumsi aspilet dalam rentang waktu yang lama dapat menimbulkan:

  • iritasi perut atau usus
  • gangguan pencernaan
  • mual
  • muntah
  • radang perut
  • pendarahan perut
  • memar.

Aspilet juga dapat menimbulkan efek samping serius, seperti pendarahan di otak atau perut atau gagal ginjal. Efek samping yang jarang terjadi dari aspilet dosis rendah setiap hari adalah stroke hemoragik. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengonsumsi obat ini sesuai dengan petunjuk dokter.

Dosis Penggunaan Aspilet

Anda dapat mengonsumsi aspilet jika mendapatkan anjuran dari dokter. Perlu diperhatikan untuk tidak mengonsumsi obat aspilet secara berlebihan di luar dosis pada label obat dan resep dokter. Tidak mengonsumsi aspilet dalam dosis yang lebih besar atau kecil dan lebih lama dari yang direkomendasikan oleh dokter.

Jika aspilet mengakibatkan gangguan pencernaan, Anda dapat mengonsumsi aspilet bersamaan dengan makanan. Sebaiknya konsumsi aspilet dengan cara mengunyah terlebih dahulu sebelum menelannya.

Selain itu, jika Anda akan melaksanakan operasi pembedahan, sebaiknya Anda memberitahu dokter bahwa Anda saat ini menggunakan obat aspilet.

Jika aspilet mengeluarkan aroma asam seperti cuka, segera hentikan pemakaian. Hal ini merupakan indikasi bahwa obat aspilet sudah tidak efektif. Simpan obat aspilet pada suhu kamar dan jauhkan dari ruangan yang lembap serta panas.

Baca Juga: Cara Membasmi dan Mengobati Gigitan Kutu Kasur

Sumber

Everyday Health. Aspirin (Bayer Aspirin). www.everydayhealth.com

Medical News Today. (2020). Uses, benefits, and risks of aspirin. www.medicalnewstoday.com

MIMS. Aspilets. mims.com

WebMD. Aspirin Oral. www.webmd.com