Mengenal Profesi Dokter Spesialis Neurologi

Mengenal Profesi Dokter Spesialis Neurologi

Penulis: Silvia | Editor: Umi

Neurolog adalah istilah lain untuk menyebut dokter dengan spesialisasi pada penyakit dan perawatan masalah kesehatan otak, sistem saraf tepi, sumsum tulang belakang, dan otot. Di Indonesia, masyarakat lebih umum menyebutnya dokter spesialis saraf.

Orang dengan masalah saraf biasanya akan direkomendasikan untuk melakukan pemeriksaan lebih jauh dengan dokter neurologi.

Seorang neurolog biasanya akan melakukan pemeriksaan, diagnosis, dan perawatan pada masalah kesehatan yang berkaitan langsung khususnya dengan sistem saraf.

Baca Juga: Ketahui Peran Dokter Spesialis Endokrin dan Penyakit yang Ditangani

Masalah Kesehatan yang Perlu Penanganan Neurolog

Secara umum, ada 2 jenis sistem saraf dalam tubuh manusia, yakni sistem saraf pusat yang terletak mulai dari otak hingga sumsum tulang belakang dan sistem saraf tepi. Kedua sistem saraf ini termasuk dalam area kajian dan spesialisasi dokter neurologi.

Adapun beberapa penyakit yang berkaitan dengan sistem saraf dan memerlukan penanganan seorang neurolog di antaranya:

Subspesialis atau Konsentrasi Neurologi

Ada banyak masalah kesehatan yang berkaitan dengan sistem saraf. Oleh karena itu, tidak sedikit dokter neurologi yang memilih untuk menangani kondisi lebih spesifik yang dalam bidang kedokteran disebut subspesialis atau konsentrasi.

Berikut beberapa contoh subspesialis dalam bidang neurologi:

1. Pengobatan paliatif

Pendekatan perawatan pasien penyakit neurologi berat (stadium lanjut), seperti parkinson, demensia, dan tumor otak. Dengan pendekatan pengobatan paliatif, pasien diharapkan lebih sadar dan menerima kondisinya sehingga penderitaannya terasa lebih ringan.

2. Neurologi anak

Seorang ahli saraf anak bekerja mendiagnosis, merawat, dan menangani masalah kesehatan sistem saraf anak.

3. Spesialis disabilitas perkembangan saraf

Fokus pada kelompok gangguan neurologis yang dimulai pada masa kanak-kanak dan memengaruhi 3 aspek fungsi kehidupan, yakni mencakup gangguan bahasa, gerakan, indera khusus dan kognisi.

4. Kedokteran neuromuskular

Berfokus pada penanganan pasien dengan penyakit yang memengaruhi sistem saraf tepi, sambungan neuromuskular yang menjadi penghubung saraf ke otot untuk bergerak, dan otot yang penyakitnya sering dikategorikan dalam distrofi atau miopati.

5. Pengobatan sakit

Subspesialis ini fokus mengobati nyeri kronis termasuk sakit kepala, kanker, nyeri punggung bawah, arthritis, dan nyeri neurogenik yaitu nyeri akibat kerusakan pada saraf tepi maupun saraf pusat.

6. Gangguan otonom

Bidang ini berfokus pada masalah sistem saraf otonom yang mengatur gerak dalam tubuh, seperti detak jantung, pencernaan, suhu tubuh, dan tekanan darah.

7. Neurologi vaskuler

Secara spesifik neurolog mempelajari penyakit yang memengaruhi struktur dan fungsi pembuluh darah ke otak. Penyakit yang termasuk dalam perawatan seorang neurolog vaskular misalnya stroke.

8. Pengobatan tidur

Neurolog dengan konsentrasi ini berkompeten dalam pengobatan tidur pada pasien yang mengalami kerusakan otak (seperti stroke) atau penyakit sistem saraf pusat lainnya (seperti parkinson).

Prosedur Kesehatan yang Dilakukan Neurolog

Untuk dapat membantu mendapatkan diagnosis yang tepat pada pasien, ada beragam tes atau prosedur kesehatan yang akan neurolog lakukan berdasarkan pada keluhan gejala yang ada.

Berikut beberapa prosedur yang biasa dilakukan oleh seorang dokter ahli saraf:

  • Pungsi lumbal (keran tulang): prosedur mengeluarkan cairan pelindung yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang untuk mempelajari penyakit.
  • Electromyography (EMG): merupakan tes untuk memeriksa kondisi kesehatan otot dan sistem saraf yang mengontrol otot.
  • Electroencephalogram (EEG): prosedur non-invasif untuk memeriksa gelombang listrik otak.
  • Tes tensilon: membantu mendiagnosis penyakit miastenia gravis.
  • Polysomnogram: sebuah tes yang dilakukan dengan memonitor otak pasien ketika dalam keadaan tidur.

Prosedur tersebut dilakukan sebagai metode mendapatkan akurasi dalam mendiagnosis pasien. Sehingga, dokter akan lebih mudah menentukan tindakan yang tepat dan dibutuhkan oleh pasien.

Perbedaan Neurolog dan Neurosurgeon

Beberapa orang mungkin kebingungan membedakan antara neurolog dan neurosurgeon. Seperti yang telah disebutkan, spesialis saraf adalah dokter yang spesialisasinya mendiagnosis dan merawat penyakit berkaitan dengan otak, sumsum tulang belakang, sistem saraf tepi, dan otot.

Akan tetapi yang perlu diingat, ahli saraf (neurolog) bukanlah neurosurgeon alias ahli bedah saraf. Dokter yang melakukan operasi disebut ahli bedah saraf dan mereka menjalani residential bedah, bukan penyakit dalam.

Seorang ahli bedah saraf memiliki kualifikasi untuk melakukan operasi atau pembedahan pada pasien dengan kondisi penyakit yang kronis yang mengganggu fungsi normal sistem saraf, seperti parkinson, aneurisma, dan cacat bawaan.

Lantas, apa yang membedakan ahli saraf dan ahli bedah saraf jika keduanya sama-sama dapat mendiagnosis masalah sistem saraf? Fokus tindakan seorang neurolog adalah dengan menemukan penyakit dan melakukan terapi pengobatan atau mengawasi perkembangannya.

Jika setelah melakukan berbagai tes dan skrining kemudian ditemukan penyakit cukup parah dan memerlukan operasi, maka Ia akan merekomendasikan ke ahli bedah saraf untuk meningkatkan kondisi.

Itulah informasi menarik mengenai profesi dokter spesialis saraf atau neurolog yang mencakup area konsentrasi dan perbedaannya dengan ahli bedah saraf.

Baca Juga: Berikut ini Tugas Dokter Geriatri yang Perlu Anda Tahu

Sumber

Healthline. (2019). What is a Neurologist?. www.healthline.com 

Media Pulse. (2021). Difference between a Neurosurgeon and Neurologist. mediapulse.in

Medical News Today. (2019). What Is a Neurologist? www.medicalnewstoday.com

Neuro and Spine Consultants. (2021). Neurologists Vs. Neurosurgeon:  Our Guide. www.neuroandspineconsultants.com

Verywell Health. (2021). What is a Neurologist? Expertise and Training of Brain and Nervous System Specialists. www.verywellhealth.com