Mengenal Metode Diet Intermittent Fasting

Image : www.canadianprotein.com

Semua orang pasti ingin memiliki tubuh yang ideal. Namun, perubahan pola hidup dan makan saat ini mengakibatkan peningkatan jumlah orang dengan obesitas dan overweight. Karena itulah muncul berbagai metode-metode diet. Salah satu yang paling populer adalah intermittent fasting yang mengadaptasi puasa.

Pola makan dengan jarak waktu tertentu seperti berpuasa atau intermittent fasting telah dipraktikan sejak zaman dahulu  oleh orang-orang di seluruh dunia. Puasa juga sudah dikenal manfaatnya sejak lama.

Hal tersebut membuat diet dengan adaptasi pola puasa seperti intermittent fasting menjadi populer. Berikut ini penjelasan lebih lanjut tentang diet intermittent fasting.

Intermittent Fasting 16/8

Ada banyak sekali metode intermittent fasting yang akan muncul jika anda mencarinya di internet. Namun salah satu yang baik dan aman adalah metode 16/8.

Diet ini dilakukan dengan membagi waktu 16 jam berpuasa dan 8 jam waktu untuk makan setiap hari. Menurut beberapa peneliti, puasa selama 10-16 jam dapat menyebabkan tubuh mengubah simpanan lemaknya menjadi energi, yang melepaskan keton ke dalam aliran darah. Hal ini akan mendorong penurunan berat badan.

Misalnya Anda diperbolehkan makan dari jam 11 siang hingga jam 7 malam, kemudian dilanjutkan berpuasa hingga 16 jam ke depan.

Namun hal yang perlu dicatat supaya diet ini sukses, perhatikan juga porsi makan anda. Bukan berarti selama 8 jam anda bebas makan apapun sebanyak apapun. Perhatikan porsi dan gizi makanan anda, jangan melebihi kalori harian yg anda butuhkan untuk diet.

16 jam berpuasa adalah waktu yang diperlukan tubuh untuk mengolah makanan menjadi energi, membakarnya menjadi tenaga, dan beristirahat.

Tips Melaksanakan Diet Intermittent Fasting

Berikut tips untuk memudahkan anda beradaptasi dengan diet intermittent fasting.

1. Pilih waktu puasa yang efektif

Mengambil waktu puasa jam 7 malam hingga 11 malam menjadi rekomendasi bukan tanpa alasan. Meski anda memiliki waktu makan jam 11 siang hingga 7 malam, bukan berarti anda selalu makan sepanjang 8 jam tersebut.

Pada 8 jam waktu makan, diharuskan juga untuk mengontrol porsi, gizi, dan kalori makanan. Hal yang membuat beberapa orang gagal dalam intermittent fasting yaitu karena mengira ia bebas makan dalam 8 jam.

Ingat, lemak dalam tubuh bisa berkurang jika asupan kalori harian juga berkurang. Jika berpuasa selama 16 jam, namun makanan yang dimakan dalam 8 jam melebihi kebutuhan kalori harian, justru berat badan akan naik.

2. Perhatikan porsi, gizi, dan kalori

Apapun metode dietnya, jika tidak memperhatikan porsi, gizi, dan kalori pasti akan gagal!

Jangan lupakan protein dan serat saat dalam menu makanan anda. Protein berperan besar dalam membantu metabolisme tubuh. Serat dapat memperlambat penyerapan gula dalam tubuh, dan akan mengubahnya sebagai sumber energi daripada menyimpannya menjadi lemak. Perhatikan juga vitamin dan mineral agar tubuh selalu fit.

3. Perbanyak minum air putih

Saat waktu makan, pastikan minum banyak air putih untuk mencegah dehidrasi, sehingga tubuh lebih mudah melewati periode puasa. Hidrasi dalam tubuh tetap harus dijaga meski tidak makan untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Air putih menunjang organ berfungsi dengan baik, sehingga membantu proses penurunan beras badan.

Manfaat Intermittent Fasting

Tujuan utama dari intermittent fasting sebenarnya adalah supaya seseorang mampu membentuk waktu pola makan yang teratur dengan porsi yang cukup. Ketika anda mampu menata waktu makan yang jelas dengan porsi dan gizi yang pas, maka turunnya berat badan dan manfaat kesehatan lainnya merupakan bonus.

Manfaat yang didapat dari intermittent fasting adalah tekanan darah dan kolesterol yang stabil, sel-sel tubuh yang lebih cepat tergantikan, meningkatkan fungsi usus menjadi lebih baik, menyeimbangkan berat badan tubuh, dan masih masih banyak lagi manfaat lainnya.

Hal-Hal Penting yang Perlu Diperhatikan

Penting untuk memperhatikan kelengkapan nutrisi dalam menu makan anda saat melakukan diet ini. Puasa akan membuat anda menjadi lapar, jika gizi yang masuk dalam tubuh kurang maka akan mengganggu kesehatan dan aktivitas harian anda. Umumnya yang sering terjadi saat melakukan intermittent fasting dengan menu yang kurang gizi yaitu menjadi lemas dan pusing.

Perhatikan juga porsi makanan anda, bukan berarti mengurangi porsi menjadi sangat sedikit. Pastikan porsinya mencukupi kebutuhan energi anda dengan gizi seimbang, perbanyak protein, buah, dan sayur juga.

Konsumsi gula juga harus diperhatikan, saat anda melakukan diet ini maka kadar gula dalam tubuh anda akan turun. Jika anda tiba-tiba mengkonsumsi gula yang cukup banyak saat pertama kali makan, maka kadar gula darah anda akan tiba-tiba naik. Hal tersebut justru bisa memicu munculnya penyakit gula.

Perlu diingat, makan dengan kecukupan nutrisi dan olahraga teratur adalah kunci sehat dan menjaga berat badan ideal. Jika tertarik untuk menurunkan berat badan dengan diet intermittent fasting, terapkan seluruh poin-poin penting diatas supaya hasilnya efektif dan badan tetap sehat.

Sumber :
Kementerian Kesehatan RI. (2015). Manfaat Minum Air Putih Pada Pagi Hari. http://www.depkes.go.id
Harvard School of Public Health. Diet Review: Intermittent Fasting for Weight Loss. www.hsph.harvard.edu
Intermittent Fasting and Human Metabolic Health. www.ncbi.nlm.nih.gov
Kriss Gunnars. (2018). Intermittent Fasting 101 — The Ultimate Beginner’s Guide. www.healthline.com
Natalie Butler. (2018). Seven ways to do intermittent fasting. www.medicalnewstoday.com