Mengenal Manfaat Propolis dan Efek Sampingnya untuk Tubuh

Mengenal Manfaat Propolis dan Efek Sampingnya untuk Tubuh

Penulis: Dita | Editor: Umi

Selama ini yang kita ketahui lebah hanya memproduksi madu. Namun ternyata, madu bukanlah satu-satunya produk yang bisa dihasilkan oleh lebah. Ada senyawa bernama propolis dari getah pohon berdaun jarum atau tanaman hijau yang juga dihasilkan oleh serangga ini.

Ketika lebah menggabungkan getah dengan kotoran mereka sendiri dan lilin lebah, mereka menciptakan produk berupa cairan lengket berwarna cokelat kehijauan yang biasa digunakan sebagai pelapis saat membangun sarang mereka. Cairan inilah yang kita kenal sebagai propolis.

Manfaat propolis ternyata sudah diketahui sejak ribuan tahun yang lalu. Orang-orang Yunani kuno menggunakan propolis untuk mengobati abses. Sementara orang Asiria mengoleskannya pada luka dan tumor untuk membantu proses penyembuhan dan melawan infeksi. Sementara itu, orang Mesir menggunakannya untuk membalsem mumi.

Baca Juga : 8 Manfaat Penting Madu bagi Kesehatan Tubuh

Manfaat Kesehatan Propolis

Meskipun beberapa penelitian telah dilakukan, tetapi hingga saat ini manfaat propolis belum cukup terbukti secara ilmiah sehingga penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menguji efektivitas propolis secara klinis. Berikut beberapa klaim manfaat dari propolis:

1. Perawatan Luka Bakar

Propolis memiliki senyawa khusus yang disebut pinocembrin, yaitu flavonoid yang berfungsi sebagai antijamur. Sifat anti-inflamasi dan antimikroba ini membuat propolis mampu membantu penyembuhan luka. Menurut sebuah penelitian dari Journal of Alternative and Complementary Medicine, propolis dapat membantu meningkatkan penyembuhan luka bakar ringan.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti membandingkan efek krim kulit berbasis propolis dengan obat yang biasa digunakan dalam pengobatan luka bakar tingkat dua dan tiga, pada pasien dengan luka bakar tingkat dua. Hasil studi menunjukkan bahwa propolis dan obat untuk luka bakar sama efektifnya dalam pengobatan luka bakar.

Bahkan studi lain dalam BioMed Central Journal menemukan bahwa propolis dapat membantu orang yang mengalami luka bakar traumatis sembuh lebih cepat dengan mempercepat pertumbuhan sel baru yang sehat dan mencegah infeksi.

2. Pengobatan Herpes Genital

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di Phytomedicine, menerapkan salep berbahan propolis dapat membantu mengobati luka akibat herpes genital.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti menyimpulkan bahwa salep berbahan propolis yang mengandung flavonoid mungkin lebih efektif daripada salep asiklovir dalam menyembuhkan luka akibat herpes genital.

3. Mengobati Luka Lepuh di Sekitar Mulut (Luka Dingin)

Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa mengoleskan propolis dapat membantu menyembuhkan luka dingin.

Misalnya saja pada sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Phytotherapy Research, para ilmuwan menemukan bahwa ekstrak propolis memiliki efek melawan virus yang dapat membantu melumpuhkan virus herpes simpleks tipe 1, virus yang menyebabkan luka dingin (cold sores) atau herpes di area mulut.

Meski begitu, diperlukan lebih banyak penelitian untuk membuktikan apakah propolis benar-benar membantu mengobati luka dingin.

4. Mengatasi Gangguan Pencernaan

Penelitian menunjukkan propolis dapat membantu mengobati gangguan pencernaan, termasuk kolitis ulseratif, kanker saluran pencernaan, dan bisul.

Kandungan dalam propolis, termasuk asam caffeic phenethyl ester (CAPE), kaempferol, artepillin C, dan galangin, telah terbukti efektif menghilangkan patogen, termasuk H. pylori.

Namun, sejauh ini penelitian hanya dilakukan uji coba pada hewan dan lab, sehingga diperlukan lebih banyak penelitian tentang efek propolis dan gangguan pencernaan pada manusia.

5. Mengontrol Kesehatan Gigi

Sebuah studi dari Biological & Pharmaceutical Bulletin menunjukkan bahwa propolis dapat membantu melawan gigi berlubang.

Dalam penelitian laboratorium, para ilmuwan menemukan bahwa senyawa yang ditemukan dalam propolis membantu menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans yaitu bakteri mulut yang berkontribusi pada perkembangan gigi berlubang.

Studi tersebut menunjukkan bahwa propolis juga dapat membantu menghentikan Streptococcus mutans menempel pada gigi.

Baca Juga : Cara Merawat dan Menangani Gigi Berlubang

Dosis Penggunaan Propolis

Propolis tersedia dalam berbagai bentuk yaitu tablet, kapsul, bubuk, ekstrak, dan permen pelega tenggorokan. Propolis juga tersedia dalam bentuk salep, losion, krim, dan produk perawatan lainnya.

Pada dasarnya tidak ada takaran atau dosis harian propolis yang direkomendasikan untuk menentukan berapa banyak propolis yang harus dikonsumsi untuk mendukung kondisi kesehatan. Selain itu, dikarenakan penelitian yang masih sangat terbatas, perlu lebih banyak penelitian lebih lanjut mengenai manfaat propolis terhadap manusia.

Bacalah petunjuk pemakaian yang tertera pada label kemasan sebelum menggunakan produk ini. Pastikan juga Anda memilih merek suplemen propolis yang telah terdaftar di BPOM.

Efek Samping yang Mungkin Muncul dari Konsumsi Propolis

Propolis sebaiknya tidak digunakan jika Anda menderita asma atau alergi terhadap produk sampingan lebah (termasuk madu). Ini karena propolis juga dapat menyebabkan reaksi alergi, terutama jika digunakan dalam waktu lama.

Selain itu, propolis bisa memperlambat pembekuan darah dan meningkatkan risiko perdarahan pada orang dengan gangguan perdarahan atau saat menjalani operasi. Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi propolis, terutama jika Anda memiliki alergi atau asma.

Baca Juga : Makanan Penyebab Alergi & Gejala yang Timbul

 

Sumber

Verywell Health (2020). The Health Benefits of Propolis. www.verywellhealth.com
Healthline (2018). The Benefits and Uses of Propolis. www.healthline.com
NCBI (2017). Honey, Propolis, and Royal Jelly: A Comprehensive Review of Their Biological Actions and Health Benefits. www.ncbi.nlm.nih.gov
Webmd (2020). Propolis. www.webmd.com