Mengenal Lebih Jauh Diet DEBM

Image : tribunnews.com

Penulis : Dita Safitri | Editor : Atsa

Banyak orang yang ingin menurunkan berat badan tapi sedikit yang enggan melewati prosesnya. Sebagian dari kita pasti merasa olahraga itu memberatkan sementara meninggalkan makanan yang disuka juga sama sulitnya. Tidak heran, banyak orang berlomba-lomba mencari cara menurunkan berat badan tanpa harus membuat tubuh tersiksa. Diet DEBM diklaim sebagai salah satunya.

Dari namanya saja, diet ini sudah terdengar seru: Diet Enak Bahagia Menyenangkan. Diet ini muncul pertama kali di tahun 2017 dan digagas oleh Robert Hendrik Liembono.

Bukan hanya namanya yang terdengar menarik, diet asli Indonesia ini langsung menuai popularitas pasca sang kreator menunjukkan bukti keberhasilan dietnya. Robert berhasil menurunkan berat badannya dari 107 kilogram ke 75 kilogram. Apa sebenarnya diet DEBM ini dan bagaimana cara melakukannya?

Diet DEBM, Mirip Diet Keto

Bagi Anda yang pernah menjalani atau mendengar diet keto, DEBM sebenarnya menganut konsep serupa yakni meminimalisir konsumsi karbohidrat dan menyantap banyak lemak serta protein.

Menurut Robert, salah satu penyebab terbesar kenapa berat badan kita naik adalah konsumsi karbohidrat. Karena itu, memotong konsumsi karbohidrat dan menggantinya dengan makanan yang tinggi lemak dan protein adalah kunci untuk mengembalikan berat badan ke angka ideal.

Jadi, alih-alih mengonsumsi nasi, tepung dan sumber karbohidrat lain, orang yang menjalankan diet DEBM ini dianjurkan banyak menyantap daging, telur, makanan laut dan aneka sumber protein serta lemak lainnya. Intinya, diet ini membebaskan pelakunya untuk makan apapun yang disuka asal tetap sesuai dengan prinsip DEBM.

Baca Juga : 6 Mitos Penyebab Gagal Diet

Cara Melakukan Diet DEBM

Setelah Robert membagikan kisah suksesnya, banyak orang-orang yang tertarik dan berhasil menurunkan berat badan dengan diet ini. Sama seperti diet lainnya, hal utama yang harus Anda lakukan dalam menjalankan DEBM adalah konsistensi. Adapun pola makan yang harus diterapkan adalah:

1. Menu Sarapan

Saat melaksanakan DEBM, Anda dianjurkan untuk sarapan begitu bangun tidur. Makanan yang dianjurkan sebagai menu sarapan adalah makanan non-karbohidrat dengan kandungan protein dan lemak tinggi seperti ayam, telur, ikan, daging, keju dan alpukat. Cara pengolahan makanannya pun tergantung selera, asal tidak menggunakan gula atau kecap manis. Konsumsi sayur tidak dianjurkan di pagi hari.

Anda sebaiknya tidak melewatkan sarapan. Selain untuk menjaga tubuh tetap bertenaga ketika beraktivitas, sarapan pagi akan mencegah Anda makan terlalu banyak di siang hari.

2. Menu Makan Siang

Untuk permulaan, pelaku diet disarankan untuk tidak langsung menghilangkan karbohidrat. Mulailah dengan mengonsumsi setengah porsi nasi dan mengganti setengahnya lagi dengan buncis atau wortel. Ingat untuk selalu memasukkan bahan protein hewani ke dalam setiap menu santapan diet, termasuk makan siang.

3. Makan Malam

Untuk Anda yang melakukan DEBM, sarapan dan makan malam adalah dua hal yang tidak boleh ditinggalkan. Jam makan malam maksimal yang disarankan adalah pukul 18.00 dengan menu sedikit karbohidrat dan banyak protein.

Makanan Apa Saja yang Boleh dan Tidak Boleh Disantap Saat Melakukan Diet DEBM?

Beberapa jenis makanan yang dilarang untuk dikonsumsi dalam diet DEBM antara lain nasi, gandum, makanan dari tepung, gula (dan semua makanan yang manis dan mengandung gula). Sayuran dengan kandungan tepung seperti ubi dan kentang juga sebaiknya dihindari. Pepaya, pisang, melon dan semangka adalah beberapa jenis buah tinggi karbohidrat yang tidak diperbolehkan masuk ke dalam menu makan pelaku diet DEBM.

Makanan yang dianjurkan untuk disantap lebih banyak antara lain berbagai jenis ikan terutama salmon dan tuna yang tinggi lemak. Daging sapi, unggas, telur dan produk turunan susu juga termasuk menu wajib. Untuk buah dan sayur ada wortel, kembang kol, buncis dan alpukat yang dianjurkan untuk dikonsumsi.

Baca Juga : 8 Camilan Sehat bagi Anda yang sedang Diet

Apa Pendapat Ahli Kesehatan tentang Diet DEBM?

Sama seperti tren diet lain, diet DEBM juga tidak lepas dari kontroversi terkait efek samping yang mungkin ditimbulkannya. Menurut dokter spesialis gizi Gaga Iwan Nugraha, diet dengan memangkas asupan karbohidrat secara besar-besaran akan berbahaya bagi ginjal. Karena terlalu banyak lemak dan protein yang harus dipecah, massa otot dan organ tubuh juga bisa mengecil.

Dr. Tan Shot Yen, seorang dokter dan ahli nutrisi menyebut bahwa penerapan diet DEBM memang bisa saja menghilangkan beberapa penyakit yang disebabkan oleh kelebihan karbohidrat. Namun, memotong konsumsi karbohidrat secara drastis bisa memunculkan beragam efek samping seperti sakit kepala, sembelit hingga rasa lelah berlebih.

Jadi, apakah diet ini diperbolehkan? Jika mengacu pada saran kesehatan, diet cepat memang cenderung berisiko. Melakukan diet yang perlahan tapi pasti lebih dianjurkan. Apalagi jika disertai pola makan seimbang dan olahraga secara rutin. Pilihannya, tentu tetap kembali pada Anda yang ingin menjalankannya. Jangan lupa untuk tetap berkonsultasi dengan pakar kesehatan untuk mendapatkan hasil maksimal dari diet Anda.

Baca Juga : Diet Cepat atau Diet Sehat?

 

Sumber :
Robert Hendrick Liembono. (2018). DEBM: Diet Enak, Bahagia, dan Menyenangkan. Gramedia Pustaka Utama
Tempo (2019). Diet Enak Bahagia Menyenangkan Kian Populer, Ini Kata Dokter. www.gaya.tempo.co
IDN Times (2018). 5 Fakta Unik DEBM, Diet Makan Lemak yang Bikin Cepet Kurus. www.idntimes.com
Dokter Sehat (2018). DEBM, Diet Makan Banyak Lemak yang Bikin Langsing. www.doktersehat.com