ASI Eksklusif: Manfaat dan Bahaya Jika Tidak Diberikan

image: youngparent.com.sg

Baik WHO maupun Kemenkes mewajibkan ibu untuk berikan ASI eksklusif hingga anak berusia 6 bulan. Hal ini untuk mendorong tumbuh kembang bayi secara maksimal. Setelah 6 bulan, ASI tetap diberikan bersama makanan pendamping hingga anak berumur 2 tahun.

Beberapa ibu-ibu tidak mengerti arti “ASI eksklusif”. Sehingga banyak diantaranya yang berikan susu formula tambahan atau buah-buahan pada bayi <6 bulan. Apakah ini dibenarkan?

Seputar ASI Eksklusif

ASI eksklusif selama 6 bulan bukan berarti hanya memberikan ASI hingga bayi berumur 6 bulan saja. Pemikiran keliru ini yang seharusnya diluruskan.

Maksud ASI eksklusif adalah hanya memberikan ASI saja selama bayi berusia 0-6 bulan. Bayi akan baik-baik saja hanya diberi ASI tanpa tambahan susu formula, buah, maupun makanan lainnya. Kecuali vitamin atau  suplemen tambahan yang disarankan  oleh dokter atau bidan.

Selama 6 bulan awal kehidupan bayi, zat gizi yang terkandung dalam ASI merupakan yang terbaik dan terlengkap untuk bayi. Apalagi suhu ASI juga bisa menyesuaikan dengan tubuh bayi dan tidak menyebabkan alergi.

Pemberian ASI eksklusif merupakan salah satu gerakan mendukung 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan). Dimana 1000 HPK (sejak bayi dikandung hingga usia 2 tahun) merupakan masa emas di kecil.

Manfaat ASI Eksklusif untuk Bayi

Memberikan ASI Eksklusif adalah kewajiban dan hak bayi. Sebab, hanya ASI lah makanan terbaik bagi bayi berusia 0-6 bulan. Hal ini dibuktikan dengan berbagai penelitian resmi. Penelitian tersebut membandingkan antara bayi yang diberi ASI Eksklusif dengan yang  tidak.

Berikut adalah manfaat ASI eksklusif untuk bayi:

  1. Turunkan resiko masalah pencernaan
  2. Tidak beresiko terkena alergi
  3. Mencegah diare, penyakit infeksi, dan pneumonia pada bayi
  4. Turunkan resiko obesitas ketika sudah remaja
  5. Turunkan resiko kematian pada bayi
  6. Bantu perkembangan otak dan fisik bayi

Dengan segala manfaatnya bagi bayi, kenapa harus ragu menyusui? Selain itu, menyusui juga mendekatkan jalinan emosi antara ibu dan anak. Anak sehat pasti jadi impian setiap ibu di dunia.

Baca Juga: 8 Manfaat Menyusui Bagi Kesehatan Ibu dan Bayi

Jika Bayi Tidak Diberi ASI Eksklusif

Berbanding terbalik, bayi yang tidak diberi ASI eksklusif rentan terkena berbagai masalah. Pun sama halnya dengan bahaya yang rentan terjadi jika ibu tidak menyusui. Oleh karena itu, sebaiknya ibu menyadari peran penting menyusui bagi ibu maupun bayi.

Bayi yang tidak diberi ASI eksklusif rentan dengan kematian akibat infeksi, masalah pencernaan, pneumonia, dan obesitas saat remaja. Resiko penyakit serius pun meningkat seperti diabetes, leukemia, dan sindrom kematian bayi bayi mendadak (sudden infant death syndrome).

Pada bayi prematur, bayi yang tidak disusui ASI beresiko terkena necrotizing enterocolitis (NEC). Necrotizing enterocolitis (NEC) adalah radang pada usus besar atau usus halus serta dapat sebabkan kematian jika tidak segera diobati.

Bagi ibu yang tidak memberikan  ASI, resiko yang mesti diterima cukup tinggi. Seperti peningkatan resiko kanker payudara, kanker ovarium, diabetes tipe 2, sindrom metabolik, dan peningkatan berat badan pasca melahirkan

Jadi, masih ragu untuk berikan ASI eksklusif? Semoga tidak, ya.

 

 

Sumber:
Exclusive Breastfeeding Should Continue to Six Months. 2005. Paediatr Child Health. 10(3): 148
The Risk of Not Breastfeeding for Mothers and Infants. 2009. Rev Obstet Gynecol. 2(4): 222-231
Exclusive Breastfeeding for Optimal Growth Development and Health of Infants. 2013. https://www.who.int/elena/titles/exclusive_breastfeeding/en/
Benefit of Breastfeeding. 2017. https://www.nhs.uk/conditions/pregnancy-and-baby/benefits-breastfeeding/