7 Pantangan Makanan bagi Penderita Penyakit Jantung

Image: rd.com

Data tahun 2014 menunjukan bahwa penyakit jantung koroner dan stroke merupakan penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Tentunya ini menjelaskan bahwa penyakit jantung bukan lagi penyakit yang asing.

Lalu, apa yang harus dilakukan saat terdiagnosis mengidap penyakit jantung? Selain perawatan medis, mengontrol konsumsi makanan dan gaya hidup juga penting dilakukan sebagai terapi untuk kesembuhan penderita.

Baca Juga: Sederet Manfaat Olahraga bagi Penderita Penyakit Jantung

Pantangan  Makanan Penderita Penyakit Jantung

1. Makan berlebihan

Makan berlebih mendorong terjadinya obesitas. Seperti diketahui, obesitas dapat menjurus pada berbagai penyakit, termasuk penyakit jantung.

Pada orang obesitas, jantung akan pompa darah lebih sering dan keras. Akibatnya tekanan darah tinggi, yang merupakan penyebab utama penyakit jantung.

Oleh karena itu, makan secukupnya sesuai kebutuhan kalori harian. Konsumsi menu berimbang dan beragam, yaitu terdiri dari sayuran, buah, karbohidrat, protein hewani, dan protein nabat.

Siasati dengan menggunakan piring kecil untuk kontrol porsi makan Anda. Konsumsi makanan kaya serat agar kenyang lebih lama dan tidak ngemil sembarangan.

Jika perlu, konsultasi dengan ahli gizi untuk menghitung kebutuhan kalori dan menyusun menu harian Anda.

Baca Juga: Apa Bedanya? Karbohidrat Kompleks vs Sederhana

2. Sodium atau Natrium

Sama seperti obesitas, asupan sodium yang berlebih juga picu tekanan darah tinggi. Anjuran konsumsi sodium pada orang dengan penyakit jantung adalah 800-1200 mg. Jumlah tersebut setara dengan 2-4 gram (½ – 1 sdt) garam per hari. Artinya, hanya gunakan garam untuk bumbu saja. Itu pun tidak boleh berlebihan dan hanya secukupnya. Hindari makanan tinggi sodium seperti kecap, saus tomat, mayonnaise, saus instan,  makanan ringan dan produk kalengan.

3. Daging olahan

Berdasarkan penelitian, jenis daging terburuk bagi penderita penyakit jantung adalah daging olahan. Daging olahan disini termasuk sosis, ham, bacon, ayam olahan, sarden, salami, dan nugget. Daging tersebut diawetkan memakai garam, nitrit, dan pengawet lainnya.

Bagi penderita penyakit jantung, konsumsi daging olahan hanya boleh maksimal 2x seminggu. Hal itu dikarenakan tingginya kadar natrium didalamnya.

4. Gandum dan biji-bijian yang sudah dihaluskan

Maksud dari gandum dan biji-bijian yang dihaluskan adalah sudah dibuang bagian kulitnya. Sehingga hanya tersisa bagian endosperm. Padahal sumber serat dan antioksidan terbanyak terletak pada bagian kulit tersebut. Contoh gandum dan biji-bijian utuh adalah roti putih nasi putih, sereal rendah serat, gula, dan permen.

Beralih lah ke gandum dan biji utuh yang mengandung banyak serat. Serat dapat mengikat lemak, rasa kenyang lebih lama, dan mengontrol kadar gula darah. Kadar gula darah tinggi dapat picu diabetes, yang merupakan faktor resiko penyakit jantung. Maksimal konsumsi gandum atau bijian yang sudah dihaluskan adalah 1 porsi dalam 1 hari.

5. Minuman manis

Minuman manis seperti soda, jus, sirup, teh manis, kopi susu (atau krimer) dan minuman bergula lainnya wajib dihindari.

Dalam soda misalnya, terkandung 10 sdt gula per kaleng kecil. Jumlah ini sangat jauh lebih banyak dari anjuran maksimal konsumsi gula sehari, yaitu 5 sdm.

Tips untuk kurangi konsumsi minuman manis adalah:

  • Cek kandungan nutrisi pada label kemasan, teruma bagian gula
  • Tidak menambahkan susu kental manis atau gula dalam jus maupun minuman lain
  • Ganti konsumsi gula dengan pemanis lain yang lebih aman
  • Ngemil sehat dengan makan sayur dan buah sebagai pengganti cemilan manis.

Berdasarkan pertimbangan, Anda hanya boleh konsumsi minuman manis maksimal 1 porsi per hari.

Baca Juga: 5 Alternatif Pemanis Alami & Buatan Pengganti Gula

6. Minyak dan makanan yang digoreng

Penumpukan plak lemak dalam pembuluh darah semakin tingkatkan tekanan darah. Bila sudah maksimal, pembuluh darah bisa pecah dan sebabkan stroke atau serangan jantung. Lemak trans wajib dihindari, sedangkan konsumsi lemak jenuh maksimal 13 gram per hari. Hindari memanaskan margarin dan mentega karena dapat berubah jadi lemak trans. Termasuk hindari produk olahannya seperti kue, roti, bolu, butter, croissant, dan cream.

Saat memasak, ganti dengan minyak nabati atau produk rendah lemak serta sodium. Misalnya minyak canola, olive oil, minyak jagung dan lainnya.Jika beli produk kemasan, cek kandungan lemak jenuh dan trans pada tabel zat gizi.

7. Daging berlemak

Daging tanpa lemak, olahan susu rendah lemak, dan telur adalah sumber protein terbaik bagi penderita penyakit jantung. Hindari jeroan, kulit, dan susu tinggi lemak yang dapat meningkatkan kadar kolesterol Anda.

Ikan juga sumber protein yang bagus. Sebab mengandung asam lemak esensial omega 3, terutama ikan laut. Contohnya ikan kembung, salmon, makarel, tongkol, tenggiri dan tuna.

Jika bosan, sumber protein bisa didapat dari kacang-kacangan. Sebab kacang rendah lemak serta bebas kolesterol. Menu dari kacang pun cukup bervariasi seperti sayur kacang merah, sop kacang, bubur kacang, hingga daging buatan dari kacang.

Yang paling penting dari pengaturan pola makan ini adalah kekonsistenan. Jangan sampai kebosanan mengalahkan semangat Anda untuk lebih hidup sehat, ya!

Sumber:
Soenardi T. 2014. Mengangkat Gizi dan Kuliner Makanan Rumah Sakit. Jakarta (ID): PT Gramedia Pustaka Utama
These 10 Foods Affect Your Risk of Heart Disease The Most. 2017. https://www/nbcnews.com/health/heart-health/
Cholesterol Levels and Dietary Fats. 2017. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/
Avoid This Food for Healthier Heart. 2018. https://www.health.harvard.edu/healthbeat
Heart-Healthy Diet: 8 Steps to Prevent Heart Disease. 2019. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions