L-Carnitine: Fungsi, Dosis Aman, dan Efek Sampingnya

L-Carnitine: Fungsi, Dosis Aman, dan Efek Sampingnya

Penulis: Lely | Editor: Ratna

L-carnitine merupakan bentuk asam amino alami yang diproduksi oleh tubuh. Anda juga bisa mendapatkannya dari makanan mereka atau mengonsumsinya dalam bentuk suplemen oral. L-carnitine memainkan peran penting dalam produksi energi dalam tubuh, karena fungsinya yang mengubah lemak menjadi energi.

Umumnya Anda dapat mendapatkan cukup L-carnitine dari makanan atau produksi senyawa alami dalam tubuh. Anda yang memiliki kadar L-carnitine rendah dapat mengambil manfaat dari mengonsumsi suplemen oral. Selain untuk membantu proses produksi energi, L-carnitine dapat membantu beberapa fungsi lain dalam tubuh, seperti menjaga fungsi otak secara umum dan mengurangi risiko gangguan tertentu.

Baca Juga: Asam Amino Esensial dan Non Esensial, Apa Bedanya?

Fungsi L-Carnitine

L-carnitine secara umum, adalah komponen kunci dalam menciptakan energi untuk sel. Fungsi utama suplemen ini adalah dengan membantu memecah asam lemak untuk digunakan sebagai energi, menjaga sel-sel tubuh tetap bertenaga dan bekerja secara efisien.

Suplemen L-carnitine juga memiliki manfaat sekunder dengan membantu menghilangkan beberapa produk limbah dari sel, untuk mencegah penumpukan sehingga menyebabkan masalah kesehatan. Kekurangan kadar karnitin dalam tubuh dapat menyebabkan masalah hati, jantung, dan otot. Dokter Anda mungkin mengobati kekurangan karnitin dengan meresepkan L-carnitine untuk Anda.

Selain fungsi utamanya, L-carnitine juga dapat menimbulkan beberapa manfaat lain bagi tubuh. Beberapa termasuk:

1. Kesehatan jantung

L-carnitine dapat membantu dengan beberapa masalah kesehatan jantung, meskipun penelitian masih berlangsung. Dengan mengonsumsi suplemen ini dapat membantu meningkatkan kadar L-carnitine pada jantung yang gagal, yang dapat meningkatkan kesehatan jantung dan sirkulasi dalam jangka pendek setelah serangan jantung. Serta membantu meringankan gejala gagal jantung, seperti nyeri dada dan aritmia.

2. Pengobatan kanker

Terkadang perawatan kanker seperti kemoterapi dapat menyebabkan penderita kanker menjadi kekurangan L-carnitine. Dalam kasus ini, suplemen L-carnitine dapat membantu mengurangi gejala seperti kelelahan dan kelemahan.

Saat ini, penelitian sedang mempelajari bahwa senyawa pada L-carnitine kemungkinan dapat mencegah kerusakan jaringan akibat kemoterapi, namun penelitian ini masih dalam tahap awal, jadi belum ada fakta yang dapat dipastikan.

3. Penyakit ginjal atau hati

Karena organ ginjal dan hati mempunyai salah satu fungsi untuk memproduksi dan memproses L-carnitine, sehingga jika ada masalah para organ-organ ini atau kegagalan organ dapat menyebabkan defisiensi L-carnitine. Dokter biasanya merekomendasikan suplementasi L-carnitine dalam kasus ini untuk mendukung fungsi ginjal dan hati dan mencegah kekurangan karnitin.

Dosis Aman

Jika Anda ingin menggunakan L-carnitine, pastikan Anda sudah membicarakan tentang hal ini kepada dokter terlebih dahulu. Dokter Anda mungkin akan merekomendasikan perawatan dukungan sebagai tambahan yang Anda butuhkan sehingga dapat menghindari kemungkinan adanya reaksi dan interaksi Anda terhadap obat tersebut.

Kebanyakan orang dapat mentoleransi L-carnitine dengan baik. Namun, jika Anda memiliki kelainan genetik atau kondisi lain yang menyebabkan L-carnitine dalam tubuh Anda, maka informasikan dahulu dengan dokter untuk mengetahui dosis yang lebih spesifik.

Dosis standar L-carnitine adalah 500 – 2000 mg per hari. Meskipun dosis dapat bervariasi, berikut adalah deskripsi penggunaan dan dosis untuk setiap bentuk dari L-carnitine, antara lain:

  • Acetyl-L-carnitine, adalah bentuk paling baik untuk kesehatan dan fungsi otak dosis dapat bervariasi dari 600 – 2500 mg per hari.
  • LCLT (L-carnitine L-tartrate), bentuk ini cenderung paling digunakan untuk performa olahraga. Dosis juga bisa bervariasi dari 1000 – 4000 mg per hari.
  • Propionyl-L-carnitine, bentuk yang cocok untuk meningkatkan aliran darah pada Anda yang memiliki tekanan darah tinggi atau kondisi kesehatan terkait. Dosis bervariasi mulai 400 – 1000 mg per hari.

Efek Samping

Seiring dengan efek yang memang diperlukan untuk tubuh, obat ini juga dapat menyebabkan beberapa efek yang tidak diinginkan. Meskipun tidak semua efek samping ini dapat terjadi, setidaknya Anda harus tetap waspada jika muncul adanya efek samping.

Kebanyakan orang dapat mentoleransi L-carnitine dengan baik. Namun, beberapa individu mungkin mengalami efek samping. Tanda dan efek samping yang umum ini termasuk:

  • Kram perut
  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Tekanan darah tinggi

Tanda dan efek samping yang kurang umum adalah:

  • Ketidaknyamanan
  • Bau badan
  • Depresi
  • Pusing
  • Gangguan penglihatan
  • Kehilangan nafsu makan
  • Berat badan menurun
  • Bengkak pada tangan, kaki bagian bawah, dan kaki.
  • Sensasi kesemutan
  • Kelemahan

Beberapa orang mungkin juga mengeluhkan munculnya bau badan yang amis, yang umumnya tidak berbahaya tetapi mungkin saja akan mengganggu aktivitas Anda sehari-hari.

Baca Juga: Fungsi Asam Amino Esensial dan Sumber Makanan yang Bisa Anda Peroleh

Sumber

Medical News Today. (2020). What to know about L-carnitine. www.medicalnewstoday.com

Drugs.com. (2021). Carnitine. www.drugs.com

Healthline. (2018). L-Carnitine: Benefits, Side Effects, Sources and Dosage. www.healthline.com

WebMD. L-CARNITINE. www.webmd.com