Ketahui Perbedaan Alergi Susu dan Intoleransi Laktosa

Image : www.medicalnewstoday.com

Penulis : Dhiya | Editor : Atsa

Susu merupakan sumber kalsium yang baik untuk kesehatan. Namun, tidak semua orang dapat mengkonsumsi susu dengan aman. Alergi susu dan intoleransi laktosa merupakan dua faktor yang menyebabkan seseorang tidak bisa mengkonsumsi susu. Dan biasanya hal tersebut terjadi pada bayi dan anak-anak.

Sebagian orang menganggap bahwa alergi susu itu sama dengan intoleransi laktosa. Dua faktor tersebut sering dianggap sama karena gejalanya yang hampir mirip, dan sama terjadi setelah konsumsi produk susu. Lantas, apa perbedaan keduanya? Yuk, kenali perbedaan alergi susu dan intoleransi laktosa berikut ini.

Alergi Susu

Alergi susu merupakan respon abnormal dari sistem kekebalan tubuh terhadap protein susu dan produk olahannya. Sistem kekebalan tubuh yang dimiliki oleh seseorang tersebut menganggap protein yang ada di dalam susu adalah racun. Sistem kekebalan tubuh akan berusaha melawan protein yang ada pada susu tersebut, sehingga muncul gejala-gejala reaksi alergi.

Gejala yang umumnya terjadi pada bayi dan anak-anak adalah wajah memerah, mata berair, muncul ruam kulit, gatal-gatal, flu, mual, sesak nafas dan muntah. Bahkan gejala tersebut bisa berkembang dan menyebabkan diare, kram perut, dan bengkak pada bibir. 

Reaksi yang muncul biasanya terjadi sekitar 30 sampai 45 menit setelah mengkonsumsi susu. Lihat apakah ada gejala-gejala tersebut. Pada kasus tertentu, gejala alergi susu bisa menyebabkan anafilaksis, yaitu reaksi alergi yang parah dan berpotensi mengancam jiwa.

Baca JugaAnafilaksis, Reaksi Alergi Akut yang Berakibat Fatal

Alergi susu adalah jenis alergi yang disebabkan oleh faktor genetik maupun lingkungan. Pada dasarnya, susu mengandung 2 jenis protein, yaitu kasein dan whey. Bayi atau anak-anak bisa saja alergi terhadap salah satu dari kedua protein tersebut. Jika anak Anda mengalami reaksi alergi setelah minum susu, sebaiknya segera periksa ke dokter.

Seorang anak dapat sembuh dari alergi susu. Seiring bertambahnya usia, alerginya akan hilang. Karena alergi susu sangat langka pada orang dewasa. Namun, setengah dari anak yang menderita alergi susu, ketika sudah besar akan mengalami alergi lain.

Tips untuk Penderita Alergi Susu

  • Penderita alergi susu harus benar-benar menghindari susu hewani dan produk olahannya seperti keju, yogurt, susu fermentasi, margarin yang mengandung susu maupun es krim yang mengandung susu. Termasuk yang rendah atau bebas laktosa, karena protein susu tersebut yang menyebabkan terjadinya alergi susu.
  • Walaupun susu merupakan sumber kalsium dan protein yang baik, namun penderita alergi susu bisa mendapatkan sumber nutrisi tersebut dari makanan alternatif lainnya. Seperti bayam, brokoli, atau produk kedelai jika tidak alergi terhadap kedelai.
  • Sebagai gantinya, jika anak Anda ingin minum susu, berikan susu nabati seperti susu kedelai atau susu almond yang difortifikasi kalsium dan vitamin D yang aman bagi penderita alergi susu.
  • Kontaminasi juga bisa membahayakan penderita alergi susu. Seperti penggunaan peralatan makan yang pernah dipakai untuk produk susu atau memasak makanan dengan tambahan mentega dari susu.

Intoleransi Laktosa

Intoleransi laktosa adalah kondisi tubuh seseorang yang tidak mampu mencerna laktosa. Laktosa merupakan gula yang terdapat dalam produk susu dan olahannya. Karena tubuh yang tidak memiliki enzim laktase, maka laktosa tidak dapat dicerna dan menyebabkan gangguan pencernaan.

Intoleransi laktosa bukanlah jenis alergi karena tidak melibatkan reaksi kekebalan tubuh. Umumnya intoleranis laktosa terjadi pada orang dewasa. Beberapa orang masih bisa mengkonsumsi susu dengan kandungan laktosa yang rendah. Namun, ada juga yang tidak bisa sama sekali untuk mengkonsumsi susu.

Gejala utama dari intoleransi laktosa adalah melibatkan saluran pencernaan, seperti kembung, sakit perut, muntah, diare, kram, dan suara menggemuruh di perut. Gejala ini terjadi dalam waktu 30 menit hingga 2 jam setelah mengkonsumsi produk susu. Seseorang yang menderita intoleransi laktosa biasanya merupakan kondisi bawaan atau alamiah seperti pertambahan usia, kelahiran prematur, dan penyakit yang mempengaruhi usus kecil.

Tips untuk Penderita Intoleransi Laktosa

  • Diperbolehkan mengkonsumsi susu secara bertahap, yaitu sedikit tapi sering. Dapat mengkonsumsi produk susu bebas atau rendah laktosa.
  • Dapat mengkonsumsi produk susu fermentasi seperti keju dan yogurt karena mengandung laktosa yang rendah.
  • Perhatikan kemasan pada produk susu seperti whey, biskuit, sereal, saus keju, puding, roti, dan margarin.

Itulah perbedaan alergi susu dan intoleransi laktosa. meskipun terlihat sama, namun kedua hal tersebut sangat berbeda dan bisa berpengaruh pada kesehatan anak. Sebaiknya Anda periksa dan konsultasikan kepada dokter untuk memastikannya.

Baca JugaApa Bedanya? Wheat Free Vs Gluten Free Vs Sugar Free Vs Dairy Free Vs Lactose Free

 

Sumber :
Enfa A+. (2018). Apa Sebenarnya Perbedaan Alergi Susu Sapi dengan Intoleransi Laktosa?. www.enfa.co.id
KumparanFood. (2017). Serupa tapi Tak Sama, Ini Bedanya Alergi Susu dan Intoleransi Laktosa. Kumparan.com
Tropicana Slim Alergon. (2014). Alergi Susu atau Intoleransi Laktosa? Kenali Perbedaannya. www.alergon.co.id
Nutricia Nutriclub. (2018). Kenali Intoleransi Laktosa Pada Bayi. www.nutriclub.co.id
Tropicana Slim Alergon. (2014). Intoleransi Laktosa? Ini Tipsnya. www.alergon.co.id
Tropicana Slim Alergon. (2014). Tips untuk Penderita Alergi Susu. www.alergon.co.id