Ketahui Penyebab dan Gejala Kanker Nasofaring!

Image: factyhealth.com

Penulis: Gladiola | Editor: Niahappy

Kanker nasofaring adalah penyakit di mana sel-sel ganas kanker terbentuk di jaringan nasofaring. Nasofaring adalah bagian atas faring (tenggorokan) di belakang hidung. Faring adalah tabung berlubang sekitar 5 inci yang dimulai di belakang hidung dan berakhir di bagian atas trakea (batang tenggorokan) dan esofagus (tabung yang mengalir dari tenggorokan ke perut). Udara dan makanan melewati faring menuju trakea atau kerongkongan. Lubang hidung mengarah ke nasofaring. Sebuah lubang di setiap sisi nasofaring mengarah ke telinga. Kanker nasofaring paling sering dimulai pada sel skuamosa yang melapisi nasofaring.

Kebanyakan orang dengan kanker nasofaring (NPC) memiliki benjolan besar pada leher. Benjolan ini bisa jadi terdapat di kedua sisi leher ke arah belakang. Benjolan biasanya tidak lunak atau sakit. Benjolan ini timbul disebabkan oleh kanker yang menyebar ke kelenjar getah bening di leher, sehingga menyebabkan daerah pada leher membengkak. Risiko kanker nasofaring terjadi karena tubuh terpapar virus Epstein-Barr. Selain benjolan, terdapat beberapa gejala yang menunjukkan seseorang terkena penyakit kanker nasofaring:

  1. Pembengkakan Leher. Salah satu gejala paling umum untuk mendeteksi kanker nasofaring setelah kanker itu menyebar ke kelenjar getah bening di leher. Sebanyak 80% penderita kanker nasofaring datang ke dokter dan mengeluhkan benjolannya.
  2. Masalah Saraf Kranial (CN). Masalah pada saraf kranial dapat disebabkan oleh tumor yang menyebar ke tengkorak atau di sepanjang dasar tengkorak tempat saraf keluar. Tumor yang tumbuh menjadi salah satu saraf ini dapat menyebabkan berbagai masalah tergantung pada saraf mana yang terpengaruh:
  3. Gangguan Pernapasan. Kesulitan bernafas dari satu atau kedua sisi hidung (obstruksi) dapat disebabkan oleh tumor besar yang menghalangi saluran pernapasan hidung.
  4. Sakit Kepala Persisten. Sakit kepala yang buruk bisa disebabkan oleh tumor yang tumbuh di tengkorak.
  5. Sulit Membuka Mulut. Kesulitan dengan pembukaan mulut (trismus) terjadi ketika tumor menyerang otot-otot yang menggerakkan rahang.
  6. Masalah terkait telinga seperti gangguan pendengaran di satu sisi, dering di telinga di satu sisi, infeksi telinga pada orang dewasa atau cairan di belakang gendang telinga dapat disebabkan oleh massa tumor yang menghalangi tabung Eustachius.
  7. Mimisan. Pendarahan dari hidung atau mulut ini bisa disebabkan oleh tumor di belakang hidung.
  8. Perubahan Suara dan Menelan. Pada mulut dan tenggorokan terdapat saraf kranial IX dan X disebut saraf glossopharyngeal dan saraf vagus dan memiliki sejumlah fungsi yang berbeda, beberapa di antaranya termasuk mengendalikan otot-otot suara dan menelan.
  9. Penglihatan Kabur atau Ganda. Mata memiliki saraf kranial III, IV dan VI, ketiganya adalah saraf okulomotor yang berbeda, dan saraf-saraf inilah yang mengendalikan otot yang menggerakkan mata.
  10. Nyeri Wajah atau Mati Rasa. Ketika mengalami mati rasa pada bagian wajah, artinya adalah saraf kranial VIII yang fungsinya mengirimkan sinyal sensasi telah mengalami masalah atau kerusakan. Hal tersebut merupakan salah satu dari gejala kanker nasofaring.

Banyak orang tidak memiliki gejala yang sama seperti di atas, gejala-gejala ini juga umum dalam kondisi yang bukan kanker. Dalam kasus yang jarang terjadi, kanker mungkin tidak terdeteksi sampai pasien mengalami nyeri tulang yang parah pada kaki atau tulang belakang. Bahkan, metastasis pada paru-paru atau hati dapat menyebabkan ditemukannya kanker nasofaring.

Penyebab pasti dari kanker ini belum diketahui secara jelas. Namun, meminum banyak alkohol dan paparan virus Epstein-Barr meningkatkan risiko pengembangan kanker nasofaring. Lebih sering terjadi pada seseorang dengan rentang usia 50 hingga 60 tahun, tetapi juga dapat diderita pada usia berapa pun. Penderita biasanya lebih banyak pria daripada wanita.

Terdapat beberapa perawatan yang dapat dilakukan untuk mengobati kanker nasofaring seperti, terapi radiasi, kemoterapi, dan operasi. Terapi radiasi dikombinasikan dengan kemoterapi (kemoradiasi) adalah pengobatan yang paling umum. Dalam kebanyakan kasus, operasi hanya diperlukan jika tumor kembali setelah terapi kemoradiasi. Jika Anda memiliki satu atau beberapa gejala seperti yang telah dijelaskan di atas, ada baiknya segera lakukan pemeriksaan kepada dokter.

Baca Juga : Ketahui Penyebab dan Gejala Kanker Paru-paru

Sumber:
American Cancer Society. (2018). Signs And Symptoms Of Nasopharyngeal Cancer. www.cancer.org
Cedars Sinai. (2019). Nasopharyngeal Cancer. www.cedars-sinai.edu
Head & Neck Cancer Guide. (2019). Nasopharyngeal Cancer. www.medicinenet.com
Medicine Net. (2019). Nasopharyngeal Cancer. www.medicinenet.com
National Cancer Institute. (2019). Nasopharyngeal Cancer Treatment. www.cancer.gov